|
Akankah Tuhan ada disana untuk saya Ketika kita ada di situasi krisis, kita sepertinya selalu diperhadapkan dengan pertanyaan kritik ini : Akankah Tuhan ada disana untuk saya? Saya ingat kejadian seperti itu. Meskipun 35 tahun telah berlalu, kuasa dan suka cita atas campur tangan Tuhan yang ajaib masih menggugah saya. Inilah bagaimana Tuhan menjawab pertanyaan itu. Saya telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruslamat dan Tuhan pada musim panas tahun 1958. sekitar lima menit setelah penggantian, saya dipenuhi dengan Roh Kudus Tuhan. Sukacita tak terbatas. Kemudian dan disanalah, saya tahu saya harus memberitakan InjilNya. Tiga tahun kemudian, saya menemukan diri saya di Honduras melakukan hal itu. Honduras ada dalam damai yang hanya sementara, diperintah oleh militer Junta. Sementara pemerintah menggunakan kekuatan yang kelihatan, kekuasaan yang sesungguhnya berada di gereja lokal. Di perkotaan, dimana kebanyakan orang tinggal, kekuasaan gereja diredam, disembunyikan oleh aktivitas institusi pemerintahan. Namun di pegunungan, tidak ada usaha yang dibuat untuk menutupi kekuatan pengamalan gereja. Sebagai akibatnya, para penduduk desa terjajah pada sebuah dentuman penganiayaan keagamaan yang terus menerus. Saya mendapatkan kesempatan untuk mengalami penganiayaan itu dari dekat. Pada satu pagi saya tiba di sebuah desa kecil, terletak tinggi diperbukitan. Pada jam 9, saya telah melewati kebanyakan orang-orang desa. Mereka menerima nya dengam hormat, mengumumkan diri mereka sebagai kekasih dari Juruslamat. Ketika saya menyaksikan pada mereka tentang Injil Kristus, saya menjadi sadar akan perubahan yang halus. Orang-orang itu terdiam, dan saya dapat melihat kengerian dimata mereka. Mereka terhilang seolah-olah mereka tidak pernah disana. Saya menengok untuk melihat apa yang mungkin membuat mereka panik. Saya melihat seorang pendeta melangkah dengan pasti menuju ke area hutan terbuka yang diperuntukan sebagai pusat kota. Mendekati seorang laki-laki yang agak tua, pendeta itu menyerang nya berulang-ulang pada tangannya, merentangkan tangannya, dan menerima sejumlah uang. Dengan cepat dia melipatnya dalam halaman Alkitab yang dia bawa. Saya terkejut! Roh Tuhan ada diatas saya, dan sebuah konfrontasi dengan laki-laki ini tidak dapat dihindari. “Apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu memukul orang itu? Saya menangis, sakit dan penderitaan yang saya rasakan untuk penduduk desa yang malang terbukti di suara saya, menarik perhatian kelompok kecil yang dekat. Jawaban dari pendeta itu nyaring dan keras. “Dia meminjam uang gereja!” “pinjam uang,” Saya berpikir?”Bagaimana bisa seseorang meminjam uang karena mendengarkan Injil?” hal itu terdengar seperti orang Farisi dan penagih pajak, seperti Matius tuliskan dalam Injilnya. Tiba-tiba, Roh bekerja dengan kuat dalam saya. Secepatnya saya melompat ke plaza menghadap pasar dan kantin, dan apa yang melewati restaurant setempat. Saya mulai mengabarkan Injil. Dimulai pada Matius 23:9, saya berkotbah bahwa hanya ada satu Bapa yang benar, dan satu guru yang benar; Tuhan Yesus Kristus. Setelah 15 menit, saya melihat kerumunan itu telah terbagi menjadi dua kelompok. Di satu kelompok, pendeta itu menyuruh mereka untuk menyerahkan tempat mereka dan mendesak mereka untuk pergi. Mereka yang tidak menerima teguran keras yang marah. Dan dipihak lain, pendeta itu lewat dengan tenang diantara mereka, sesekali berhenti untuk berbisik pada seseorang,. Secara tiba-tiba suara tinggi dari mesin balap memecahkan ketenangan udara pagi. Sebuah bis Volkswagen kecil menerobos dari perlindungan di hutan ke bagian luar dari area hutan terbuka. Sambil menjerit untuk berhenti, supir dan penumpangnya melompat keluar dari mobil. Kemudian dengan cepat membuka pintu sampingnya. Dua orang menangkap saya dibawah ketiaknya dan membuang saya dengan kasar ke kursi belakang. Dengan suara benturan gigi dan deruan motor, mobil itu melaju keluar dari pedesaan itu, menuju kaki gunung. Seluruh aksi itu berakhir sekitar 30 detik. Terduduk dibelakang mobil yang melaju, saya tertawa dalam Roh. “Tuhan,”kata saya, “saya yakin, saya akan mati sekarang, namun tak mengapa bagi saya. Saya telah mengabarkan Injil dan saya siap untuk pulang.” tanpa peringatan, mobil itu menyentak ke tempat pemberhentian di tambak di sungai yang tenang. pengemudi itu menoleh pada saya dan mulai memberitahukan saya apa yang telah terjadi. Dia menjelaskan dalam bahasa Inggris campur Spanyol bahwa dia dan temannya tinggal di sebuah desa yang sangat kecil beberapa 70 km ke timur. Sekitar pukul 6 pagi itu, mereka bertemu untuk berdoa. Sementara mereka berdoa, Roh berbicara pada saya. Dia mengatakan pada mereka untuk pergi ke desa dimana saya akan berkotbah. Tuhan mengingatkan mereka dalam Roh bahwa hidup saya dalam bahaya, dan mereka harus menyelamatkan saya. Mereka tidak mengetahui saya akan ada disana. Ketika laki-laki itu tiba, mereka telah bergabung dalam kerumunan. Mereka mendengar pendeta itu memberitahukan orang-orang untuk membawa saya keluar desa dan membunuh saya. Saat itu kemudian dua orang bersaudara beraksi dan menarik saya dari kematian yang pasti. Saya tidak akan pernah melupakan mereka, dan akan mengasihi mereka selalu dihadapan Tuhan. Maka, setelah menangis dan menyembah dengan doa dan membagikan Firman, kami berpisah. Dalam memberikan kesaksian ini, bukan maksud saya untuk menyinggung seseorang. Akan tetapi, ada banyak hal yang terjadi di hutan yang tersembunyi dari dunia luar. Inilah salah satunya. Dan sekarang saya bertanya pada anda, “apakah
Tuhan ada disana untuk saya?” anda para pembaca terkasih, harus
menjawab pertanyaan ini untuk dirimu sendiri. Untuk saya, saya tahu
Dia ada. Dan apabila saya menemukan diri saya dalam krisis yang lain,
saya percaya juga, bahwa Tuhan akan berada disini untuk saya. |