|
Diubahkan oleh kasih Tuhan
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa
yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan
damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu
hari depan yang penuh harapan. “ Yeremia 29:11
Ini adalah janji Allah yang mantap, firman yang menyegarkan banyak orang
Kristen. Ketika kita melihat kehidupan kita, terkadang terlihat begitu
kacau. (khususnya pada saat masa depan kita suram, saat hendak memiliki
anak, memulai karir baru, atau masuk kuliah, seperti yang saya lakukan)
Melihat kenyataan yang paling indah adalah ketika kita melihat Tuhan memiliki
rencana untuk hidupmu. Bahwa Dia sedang bekerja, bahkan saat kita menyangka
Dia meninggalkan kita, atau saat kita perpikir telah meninggalkan Nya)
Kesaksian beberapa orang seperti kembang api; dalam waktu kegelapan yang
lama, lalu tiba-tiba ada cahaya terang, dan hidup mereka tidak akan sama
lagi. Luar biasa. Kisah-kisah dan orang-orang didalamnya adalah saksi
luar biasa akan Kuasa Allah. Namun, kesaksian saya tidak seperti itu.
Tuhan telah menarik saya kepadaNya dengan rangkaian kasih, sangat lembut
sampai saya hampir tidak menyadarinya.
Sebagai seorang anak, orangtua saya adalah “orang-orang yang pergi
ke gereja”. Kami membiasakan diri menghadiri kebaktian, dan saya
belajar banyak tentang cerita Alkitab dan Tuhan. Saya kira saya mengasihi
Dia, tapi tidak pernah berpikir akan suatu hubungan dengan Allah yang
hidup atau kasih yang Yesus maksudkan.
Waktu saya kelas 4, sesuatu terjadi yang akan membentuk kepribadian saya
dan mengubah dunia saya selamanya. Orangtua saya bercerai. Hal ini mengubah
hidup saya dan meninggalkan luka yang saya masih gumuli, namun Tuhan menggunakannya
untuk kebaikan. Hal ini menolong saya menjadi diri saya saat ini,dalam
hal yang baik dan juga hal buruk. Selama proses tersebut, ibu saya menjadi
orang Kristen. Hal ini menuntun saya kepada kekristenan yang sejati. Beberapa
waktu kemudian, saya menemukan sebuah traktat di kamar mandinya. Setelah
saya membacanya, saya dua kali mengikuti doa yang ada dibalik traktat
itu, agar Tuhan tahu saya bersungguh-sungguh melakukannya. Saya masih
sangat kurang mengenal Nya, dan saya hampir tidak menyadari pentingya
hal yang baru saja saya lakukan.
Selama masa sekolah dasar, rohani saya mengalami sedikit kemajuan. Saya
kepahitan dan tersakiti atas perceraian kedua orangtua saya dan kekecewaan
itu menyebabkan suatu emosi ketergantungan pada orang lain. Saat ini kakak,ibu
dan saya menghadiri Burke Community Church, tapi saya tidak berbaur, dan
saya sama sekali tidak tertarik untuk pergi ke gereja.
Waktu saya kelas tujuh, seorang teman mengundang saya untuk belajar Alkitab
yang disebut Saturday Night Light. Mereka akan mengikuti konferensi Anak
muda disebut “Acquire the Fire”, dan saya pun di ajak untuk
pergi. Sekitar sebulan sebelum konferensi itu, diadakan persekutuan, pendalaman
Alkitab, doa, penyembahan. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya saya
merasakan kehadiran Tuhan cukup membuat saya ingin mengetahui lebih lagi.
Saya memiliki beberapa kelompok lain yang memiliki dampak sama besarnya
dalam hidup saya.
Ketika kami berangkat ke konferensi itu, saya mepersiapkan rohani saya
untuk Allah bekerja. Mereka mengadakan panggilan altar pada akhir pekan
itu, dan disanalah saya menyerahkan kembali hidup saya kepada Kristus.
Saat itu saya sungguh menyadari bahwa saya harus menjadi milikNya, bukan
hanya perkataan, tapi dalam tindakan, hati, jiwa dan pikiran. Kasih tidak
dapat setengah-setengah. Saya pulang kerumah dengan rohani yang belum
dewasa, namun berapi-api untuk tuhan. Saya menghadiri SNL dan ke gereja
sampai kelas sembilan, tapi SNL tetap menjadi gereja saya. Di kelas sembilan,
keluarga dan tuan rumah SNL pindah ke West Coast, dan saya berpindah ke
Burke. Itulah awal waktu pembelajaran saya yang panjang, dimana saya belajar
untuk bergantung pada Tuhan saja. Lihatlah, saya masih bergantung secara
emosional pada orang dan kelompok untuk perasaan aman dan kestabilan selama
masa SMP dan SMA saya. Satu demi satu, pelindung saya akan hilang, dan
saya akan berlari kembali kepada Abba, tidak aman dan kesepian. Melalui
banyak pelajaran yang keras, depresi, nasihat dan konseling dengan orang
Kristen yang baik, dan pencurahan kuasa Tuhan sendiri, saya mulai menyadari
hanya Tuhan yang tetap dalam hidup saya. Lewat beberapa tahun, saya menyadari
hanya Dia saja yang dapat memenuhi saya, melengkapi saya, dan mengubahkan
saya kepada semua yang inginkan.
Sejak saat itu, ini adalah perjalanan iman saya, belajar sesuatu yang
baru, saat saya berjalan dan menyelesaikan masalah dengan Abba saya, saya
melihat itu mulai bangkit. Tahun ini, Tuhan menyadarkan saya bahwa waktu
saya melihat Dia yang ada didalam saya, dan saya belajar tentang siapa
saya didalam Nya, Dia akan bekerja melalui saya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan
yang ingin diselesaikan Nya. Sangat melegakan menyadari bahwa satu hal
yang Tuhan rindukan dari saya adalah seluruh kasih saya untuk Nya dan
menunjukan kasih saya melalui ketaatan. Yang saya lihat kedepan hanyalah
kekacauan. Namun saya sedang dalam proses, dan saya bergantung pada janji
Tuhan bahwa pada akhirnya, saya akan melihat karya yang indah.
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku;
Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang
sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan
pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung
kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari
pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan
kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain
kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan
mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN"
untuk memperlihatkan keagungan-Nya.” Yesaya 61:1-3
HOME
KASIH ALLAH
|