Gina anak takdir

Gina adalah anak yatim piatu yang diadopsi oleh sepasang suami istri. Namun waktu ibunya melahirkan anak kandung mereka sendiri, mereka mulai menarik kasih mereka dari Gina. Kehidupan mulai tak tertahankan dan menyiksa baginya mereka membawanya ke sebuah tempat untuk pengorbanan ritual untuk ditukarkan dengan uang. Dia berseru pada Yesus untuk pertama kali dalam hidupnya.

Anak Takdir

Saya dulu adalah seorang anak yatim piatu dan diadopsi oleh Bapak dan Ibu Okoro untuk menjadi anak tunggal mereka. Untuk waktu yang lama saya hidup dalam hidup yang beruntung di dalam pemeliharaan mereka. Mereka menunjukan kasih pada saya, dan mengasihi saya dengan segala yang mereka miliki. Saya mampu mendapatkan mainan terbaik di kota, dan bersekolah di SD terbaik. Saya membawa keberuntungan ke dalam keluarga saya. Ibu saya, wanita yang mengadopsi saya dan mandul selama 15 tahun pernikahan akhirnya hamil. Dia melahirkan anak kembar. Dua orang bayi laki-laki. Tahun berikutnya, dia melahirkan lagi bayi perempuan. Saya juga membawa keberuntungan secara keuangan pada mereka. Bisnis mereka yang hancur bangkit kembali dan makmur ketika saya masuk dalam kehidupan mereka. Akan tetapi, dengan kelahiran darah daging mereka sendiri, orang tua tiri saya mulai menarik kasihnya yang telah mereka berikan pada saya. Ibu saya bersumpah bahwa dia lebih baik mati dari pada melihat saya “anak yang tidak punya latar belakang”, yang dituai dari tempat di mana saya tidak ditabur. Maka dari itu dia mulai membuat hidup saya tak tahan dan menderita. Hidup di bumi seperti hidup di neraka. Saya benar-benar terampas dari kasih dan perhatian yang saya kenal. Sampai saya menyadari saya bukan darah daging mereka melainkan anak adopsi. Orang tua saya membenci diri saya. Mereka sangat membenci saya bahkan mereka membenci lantai yang saya injak dengan kepahitan. Mereka hanya menyekolahkan saya sampai SMP.

Akan tetapi itu bukanlah hal yang terparah yang mereka lakukan pada saya. Hal yang paling menakutkan dan menyakitkan yang mereka lakukan pada saya adalah ketika mereka membawa saya ke sebuah tempat untuk ritual pengorbanan untuk ditukarkan dengan uang. Saya dirantai dari tangan sampai ke kaki saya. Pemimpin okultisme itu berkata bahwa kelihatannya saya menjadi anak berkat ketika mereka mengambil sebuah pisau untuk menyembelih saya, saya berteriak kepada Yesus untuk pertama kalinya dalam hidup saya untuk meminta tolong. Dengan segera, pemimpin okultisme itu memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan saya.

Saya berlari pergi dengan setengah telanjang menuju kantor polisi terdekat yang saya dapatkan. Saya ceritakan seluruh cerita saya pada polisi namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa atas apa yang terjadi pada saya! Salah satu inspektur di kantor polisi itu mengajak saya pulang dan memberikan saya pakaian. Namun setelah saya tinggal beberapa waktu dengannya, dia  ingin memperkosa saya! Saya kabur darinya. Tuhan setia pada saya. seorang wanita yang tinggal sendirian dan memiliki sebuah mobil menjadi  penyedia saya. Saya tinggal bersamanya dan mulai menunjukkan pada saya perhatian dan kasih. Namun dia seorang lesbian maka saya kabur darinya. Saya pergi ke sebuah gereja pada malam yang sama dan tinggal di sana dengan seorang petugas keamanan. Saya diperkenalkan dengan seorang pendeta keesokan harinya dan diberikan pekerjaan sebagai sekretarisnya. Tuhan juga menyediakan saya dengan akomodasi melalui pendeta itu. Yang terpenting adalah sementara saya bekerja di gereja, saya mulai bertumbuh dalam pengetahuan saya tentang Tuhan dan firman Nya. Namun saat yang indah tidak pernah berlangsung seperti yang kamu inginkan.

Iblis selalu ingin menghancurkan saya, memakai pendeta saya untuk menyakiti saya. Pendeta saya mulai bernafsu pada saya. Dia mulai mencumbui saya, dan berusaha untuk bersetubuh dengan saya ketika kami ada di kantornya. Saya terpaksa harus kabur lagi untuk melindungi keperawanan saya. Kali ini, saya kabur dari gereja dengan bunuh diri di pikiran saya. Setiap orang di dalam hidup saya sejauh ini sudah gagal dan mengecewakan saya. Saya berkesimpulan bahwa Tuhan juga telah gagal. Saya ingin mati sejak saya melihat bahwa tidak ada alasan lagi untuk saya agar tetap hidup di bumi ini. Namun Tuhan mengasihi saya. Dalam suatu malam, Dia mendatangi saya dalam sebuah mimpi dan memperkenalkan diri Nya pada saya.

Dalam mimpi saya, Tuhan mengatakan pada saya bahwa saya adalah anak takdir dan Dia bersama-sama dengan saya. Dia mengijinkan saya melewati semua kesakitan dan kekecewaan yang saya hadapi dalam hidup saya dengan sebuah tujuan. Dalam mimpi saya, Tuhan memberikan saya sebuah sapu tangan untuk menghapus air mata saya, dan mengatakan bahwa Dia adalah Bapa bagi yang  tidak mempunyai ayah dan ibu bagi yang tidak mempunyai ibu dan itulah latar belakang saya. Untuk itulah saya menyerahkan hidup saya untuk melayani Dia dalam roh dan kebenaran. Sejak saat itu, Tuhan telah memakai saya dalam cara yang besar untuk mempengaruhi kehidupan orang lain secara positif. Banyak orang telah bersaksi pada saya sejak saya datang berhubungan dengan mereka dan segalanya berubah menjadi positif. Bahkan sekarang saya mempunyai 9 anak terlantar di bawah pemeliharaan saya. Ketika saya melihat anak terlantar yang pertama di muka pintu saya, saya menangis dan tidak dapat membalikkan tubuh saya dari anak itu. Saya menyewa sebuah apartemen kecil di desa setempat di Nigeria di mana anak-anak dan saya tinggal. Sekarang saya berusia 20 tahun.

Yang terkasih anak-anak Tuhan, saya tahu bahwa Tuhan tidak pernah gagal maka Dia tidak akan gagal dalam hidupmu dan keadaan. Penginjil Jerman Reinhard Bonnke dituliskan oleh ayahnya sebagai seseorang yang tidak akan pernah melakukan hal yang baik dalam hidupnya. Bahkan ayahnya memanggil dia Zero (nol) karena dia tidak menunjukan tanda atau cetusan yang besar. Dia memiliki kakak yang cukup pintar, dan ayahnya mengira bahwa kakaknya adalah orang yang berhasil. Hari ini, Reinhard Bonnke telah bangkit dari nol menjadi pahlawan. Sekarang dia adalah seorang penginjil besar. Maka jangan pernah meremehkan dirimu, anakmu atau siapapun. Jangan mengecilkan mereka atau dirimu sendiri. Setiap takdir seseorang terletak di tangan Tuhan. Di Alkitab, Daud dikenal sebagai anak yang dipandang rendah di antara keluarganya. Namun Tuhan telah membuat anak ini yang ayah sendiri tidak menyangka akan menjadi raja atas seluruh Israel. Tidak seperti manusia, Tuhan melihat hati. Tidak seorang pun dilahirkan untuk menjadi nol. Apa yang dilihat sebagai nol di mata manusia cepat berubah menjadi pahlawan di mata Tuhan yang hidup.

Kehidupan kamu juga terletak di tangan Tuhan yang besar ini. Saya telah melihat berbagai macam gambaran yang memalukan di televisi dan di media cetak. Saya telah melihat seorang Jenderal tentara yang kebingungan menghadapi sebuah pengadilan. Saya telah melihat Sersan Samuel Doe mantan tirani Liberia disiksa sampai mati di tangan para pemberontak keras dengan telinganya yang diputuskan Doe dalam kepedihan, memohon dengan sangat untuk belas kasihan di tangan orang-orang yang tidak mempunyai belas kasihan. Saya telah melihat mantan Presiden Amerika Richard Nixon dalam panasnya dan tercela atas skandal water gate, yang mengatakan saya bukan seorang bajingan. Namun dia lebih dari seorang bajingan. Saya telah melihat Ghana JJ Rawling berbaris dan menggeser semua Kepala Negara bagian negaranya dalam pasukan pencopotan jabatan. Sangat mengejutkan. Saya telah melihat si leher besi Mike Tyson diborgol dan dimasukan ke penjara, atas tuduhan pemerkosaan seorang ratu kecantikan. Saya telah melihat raja pop Michael Jackson dituduh atas pelecehan anak kecil. Saya telah melihat pembaca pidato besar dan melegenda dalam generasi mereka: Ronald Reagan dari Amerika dan Muhammad Ali yang tidak bisa berbicara atau mengingat apa yang baru saja dikatakan karena penyakitnya. Sungguh mengejutkan dan memalukan ketika saya melihat seorang lelaki berjenggot dengan wajah ketakutan ditarik keluar dari sebuah lubang oleh tentara Amerika. Itulah Sadam dari Baghdad. Sangat terganggu melihat Sadam Hussein yang besar ditaklukan seperti piala, terlihat merah, berantakan seperti Nabukadnezar dalam Alkitab ketika dia diubah menjadi binatang buas oleh Allah Yehovah. Saddam tertelan oleh kemewahan sementara di masa lalu, namun sekarang dia ciut menjadi lebih kecil dari binatang buas di hadapan setiap orang. Jadi apakah kehidupan itu? Apakah kekayaan itu? Apakah kekuasaan itu? Apakah kemewahan?

Ditentukan sebagai anak Tuhan bukan untuk ditelan oleh apa yang dunia tawarkan dalam ketenaran, kekayaan, kemuliaan, status, jabatan dan segala macam kesenangan dunia yang memimpin kepada kejatuhan Sadam Hussein. Meskipun dia memilki banyak di dunia ini, dia tidak pernah ingat untuk menggunakan kedudukannya dan segala yang dia miliki untuk memuliakan Tuhan. Karena itu dia diciutkan menjadi binatang buas seperti raja Nebukadnesar dan segala yang dia miliki di masa lalu sekarang diambil darinya. Jangan merasa bangga akan dirimu sendiri, anak Tuhan yang kekasih. Belajarlah dari kesalahan orang-orang besar baik di masa lalu dan masa sekarang. Lihatlah bagaimana kebesaran mereka cukup untuk memberikan kebahagiaan yang mereka butuhkan. Terimalah Tuhan dalam kehidupanmu, dan ketahuilah kebesaran Nya. Jangan seperti Sadam atau banyak orang lain di luar sana. Anak Tuhan yang terkasih, jangan lupa untuk menunjukan kasih pada orang-orang di sekelilingmu. Ingatlah bahwa perintah Tuhan adalah kita mengasihi Tuhan dan juga mengasihi orang-orang. Kasihilah orang lain jangan diri sendiri, karena itu adalah perintah yang Tuhan inginkan kita untuk diikuti dan patuhi. Kita telah menunjukan kasih dan perhatian pada hewan peliharaan kita. Jika kita telah belajar menunjukan kasih dan perhatian kepada hewan peliharaan juga pada orang-orang, dunia ini akan menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali.

Dengan cinta dari Gina   

HOME

KASIH ALLAH