|
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, Anak-Anak Tuhan Yang Berharga, Shalom Pada tahun 1979 sampai 1989, kami tinggal di Afrika Selatan. Datang dari Israel dan saya tidak terbiasa memiliki pembantu. Namun karena terdesaknya para pembantu itu dalam mendapatkan kerja, karena itu saya memilikinya. Regina, pembantu kami yang manis dan setia, melayani kami selama 7 tahun, kemudian suatu hari sementara menyuruhnya untuk menawarkan kopi ke seorang saudara berkulit hitam di Yeshua, dengan kasar dia menolak. Tidak mengerti sikapnya seperti ini, saya menegurnya bahwa ketidaktaatan seperti itu tidak akan berguna. Dan jika dia tidak mau menyiapkan kopi itu, dia lebih baik pergi. Dia mengambil barangnya dan pergi begitu saja! Dia kembali lagi setelah 7 bulan dan menjelaskan bahwa terlahir menjadi seorang “Xulu” ( sebuah suku tertentu), dia tidak dapat melayani suku yang lain. Kemudian dia melayani kami lagi hampir selama 3 tahun, sampai kami pergi ke New Zealand. Selama 7 bulan itu, saya mempunyai 7 pembantu, tidak ada yang cocok. Yang terakhir dari ke 7 pembantu itu adalah seorang wanita beragama Katolik yang menginginkan perkerjaan ini, dan mengatakan pada saya bahwa dia adalah orang Kristen, saya senang. Setelah berbincang, saya mengerti, bahwa dia bukan seorang percaya yang lahir baru. Maka saya berdoa untuknya. Keesokan harinya dia bangun, dengan gemetar, tangannya menutupi wajahnya, dia berkata “Nyonya, nyonya, saya tidak dapat melihat, DIA DISINI!” Dia melihat sebuah penglihatan. Setelah penglihatan itu berakhir, dia tenang dan berkata, “Saya melihat Yeshua berdiri di lorong di rumah anda, dengan 6 malaikat di sebelah kanan dan 6 malaikat di sebelah kiri, bernyanyi :Kudus Kudus Kuduslah Tuhan.” Kemudian dia berkata: “Yeshua mengatakan pada saya : “JIKA KAMU INGIN MENJADI ANAKKU, KAMU HARUS MENGAMPUNI” Baginya, itu adalah permintaan yang tinggi, kemudian menjelaskan kepada saya. dia berkata, “Saya telah melihat dua orang lelaki berkulit hitam DI POTONG-POTONG, yang ternyata kakak kandung yang saya kasihi. Dan Yeshua meminta saya untuk memaafkan mereka!” Saya tidak dapat berkata-kata. Itu adalah hal yang sulit! Bagaimana saya dapat menolongnya? Kemudian dia menambahkan bagian yang sangat penting : Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengampuni saudara-saudara kita? Ya anak-anak Tuhan, Bapa dan Yeshua memilih—Dia untuk mati, supaya semua yang menerima Nya dapat diselamatkan dan memiliki hidup yang kekal! Bukan orang Yahudi atau orang Romawi yang membunuh Nya, tapi demi kebaikan kita, Dia di kirim dan di pilih untuk mati dalam kematian seperti itu. Kejadian 22:8; Kejadian 45:5,8; Daniel 9:24-27; Yesaya 53 Kasih yang sejati, kasih “agape”, kasih tak bersyarat memerlukan pengampunan!!
|