Kerajaan Airmata

Sering kali kita meremehkan nilai dari doa dalam hati kita ketika kita berbicara padanya. Maupun tidak kita sadari pentingnya mempercayai Tuhan sepenuhnya. Kita gagal untuk menyadari bahwa Tuhan sanggup untuk menjawab lebih dari yang kita minta atau pikirkan. Jawaban Nya dapat mengejutkan dan bergerak, seperti ilutrasi kisah ini. Jika kita dapat menerima Kerajaan Tuhan seperti anak kecil, kita akan menangis akan hal itu seperti mereka. Kisah ini datang dari Daphney Reiff dari Denver Colorado. Dan membangkitkan sebuah pertanyaan penting. Bahkan untuk satu tahun, bayi Lauryn penuh kepandaian penuh. Darimana itu berasal? Sudah pasti bukan dari pembelajaran. Jawaban hal itu dan kemunculan Lisa mungkin mengubah para pelaku aborsi.

KERAJAAN AIRMATA
Kisah Lauren Reiff oleh ibunya, Daphyne

Pendeta kami meletakkan tangannya atas bayi kami Lauryn dan kami berdoa untuk kehidupannya dan tuntunanNya untuk operasi. Dengan air mata dan sejumlah ketakutan kami membiarkan mereka melakukannya untuk operasi selama 8,5 jam.

Lauryn hanya berusia satu tahun dan seperti banyak bayi lain, dia terlahir dengan sebuah lubang di jantungnya yang diharapkan tertutup pada tahun pertama. Tetapi Lauryn berbeda. Lubang dalam jantungnya tidak menutup, dan tidak seperti kebanyakan bayi, dia menghabiskan dua bulan pertamanya di ICU di rumah sakit anak. Dia dilahirkan 3 bulan premature, berat badannya 2 lb.10 oz (± 1,5 kg). dengan tangan yang patah dan paru-paru yang tak berkembang.

Operasinya berjalan sesuai rencana, beberapa kejutan disana sini tapi tidak ada yang luar biasa. Kami bersyukur pada Tuhan, berpikir bahwa doa-doa kami telah dijawab dengan hasil yang memuaskan, itu berlangsung sampai 2 tahun kemudian selama doa sebelum tidur, dia mengatakan sesuatu tentang operasinya yang tidak dapat kami ketahui.

Tradisi kami untuk Lauryn adalah dengan memulai waktu tidur dengan berdoa,”sekarang saya berbaring untuk berdoa..dan jika saya meninggal sebelum saya bangun.” Ketika kami sampai ke titik itu, Lauryn berkata pada kami, “apakah kamu ingat waktu saya meninggal?” Saya dan suami saling berpandangan seketika bulu kuduk kami merinding, kami berdua berkata,” Tidak, kami tidak ingat waktu saat kamu meninggal!” Dia berkata dengan senyuman,”Ya saya meninggal, selama operasi jantung saya.” kemudian meneruskan untuk bercerita kisah luar biasa ini.

Saya melihat kamu dan ayah bermain permainan yang kamu biasa mainkan.” ( Ayah Lauryn dan saya bermain backgammon untuk melewati waktu, dan masih memainkannya hari ini.) Kami menanyakannya dimana dia ketika melihat hal ini. Dia berkata dia berada diatas kami melihat kebawah dan memperhatikan. Kemudian dia segera pergi ke surga. Lauryn berkata, “ Saya berada di surga dan saya melihat Yesus berdiri disana! Saya berlari kepelukan Nya dan Dia berkata ‘Oh Lauryn, saya telah menantimu sangat lama!” Dia mengatakan betapa Yesus mendudukannya dan memberinya segenggam perhiasan dan sebuah gaun indah yang berkilau.

Mereka berjalan dan berbicara selama beberapa saat dan Yesus mempersilahkannya duduk diatas awan. Dan kemudian Dia memperkenalkannya dengan adiknya Lisa. Lauryn belum pernah di beritahu bahwa dia mempunyai adik di surga! Atau tahu tentang menerima perhiasan untuk sebuah mahkota. “Saya melihat malaikat! Mereka sangat cantik,” Lauryn berkata dengan senyum lebar.

Kami bertanya apakah mereka mempunyai sayap dan apakah mereka seperti kita? Dia berkata,”Ya, beberapa dari mereka punya sayap dan beberapa tidak, dan tidak, mereka tidak seperti kita tapi mereka sangat cantik.” (dia tidak pernah diberitahu bahwa banyak malaikat tidak mempunyai sayap). Lauryn juga menyebutkan bahwa warna di surga lebih indah dan ada warna yang tidak ada di pelangi! Kami menanyakan Lauryn apakah ada mainan di surga, berpikir jika dia mengarang cerita, seperti anak-anak kebanyakan pada usianya, dia akan memasukan mainan terbaik didunia. Dia berpikir sesaat dan berkata, tidak ada mainan, tapi ada musik yang indah dan bahwa dia dan Yesus menari.

Kemudian dia menjadi sedih dan airmata keluar dari matanya. Dia berkata bahwa Yesus mengatakan padanya ini saatnya untuk pergi, bahwa dia harus kembali ke orang tuanya, yang membutuhkannya! Dia sungguh mulai menangis, saya mengatakannya tidak apa-apa. Saya tahu apa yang akan dia katakan dan mengerti dia tidak ingin menyakiti perasaan kami. Dia memandang mata saya, air mata bersinar di pipinya dan berkata,”saya tidak ingin meninggalkan Yesus dan surga!”

Saya memeluknya dan berkata padanya saya juga tidak ingin pergi. Kemudian dia menyeka matanya dan dengan dahi berkerut dia berkata,”Kemudian Dia ingin mengambil perhiasan indah saya. saya tidak ingin mengembalikannya!” Yesus meyakinkannya bahwa Dia akan merawatnya dan bahkan akan ada yang lebih lagi ketika dia kembali. Maka dia membiarkan Yesus mengambil perhiasannya untuk mengamankannya.

Minggu-minggu berikutnya setiap saat Lauryn melihat gambar Yesus dia akan berjalan dan berkata,”Itu tidak mirip Dia.” Orang-orang akan penasaran dan satu kali kami memintanya untuk menggambarkan gambar Yesus, dan seperti yang dapat dilakukan seorang anak, Lauryn terus menggambar gambaran yang paling indah dan luar biasa tentang Tuhan kita Yesus Kristus!

Mengenai adiknya Lauryn di surga, saya melakukan aborsi ketika saya berusia 18 tahun. Saya terpaksa untuk melakukannya, dikatakan dia tidak hidup lagi. Tapi setelah beberapa tahun, sampai Lauryn mengatakan pada saya tentang adiknya, saya merasa sakit akan hal itu, sepertinya saya telah menghancurkan anak saya sendiri. Tetapi mendengar dari Lauryn bahwa dia telah melihat Lisa di surga, beban itu terangkat. Dan saya memuji Tuhan untuk hikmat yang tak ada tandingannya, menjawab sebuah doa yang tidak pernah saya suarakan! Saya tidak pernah berhenti terkagum akan rahmat Nya.

Tuhan berkata pada murid-murid Nya,” Kamu harus datang kepada Ku seperti seorang anak kecil, karena merekalah empunya Kerajaan Allah!” Kita dapat melihat dengan jelas Kerajaan Nya pada airmata dari putri-putri kecil kita

Kamu tidak pernah terlalu muda atau terlalu tua untuk membiarkan Tuhan menjamah hidupmu dan memulai kisah yang akan berakhir sampai kekekalan.

HOME

KASIH ALLAH