Kisah Shelby Lindsey

Ada banyak hal yang Tuhan telah lakukan untuk saya dalam kehidupan saya dan saat ini saya mulai melihat hal itu. Tentu saja, ada saat dimana saya tahu Dia telah melakukan berbagai hal untuk saya, tapi itu belum apa-apa sampai akhir-akhir ini saya melihat kebahagiaan yang Dia berikan pada saya.

Saya memiliki masa lalu menderita dengan masalah penelantaran dari laki-laki dalam hidup saya, yang memimpin saya pada kekacauan emosional, serangan kepanikan, dan ketakutan atas penelantaran. Pertamanya ayah saya, yang bercerai dengan ibu saya waktu saya berusia 4 tahun, kemudian terbunuh ketika saya 7,5 tahun. Ibu membesarkan saya seorang diri dengan kakak saya yang satu tahun lebih tua dari saya. kakak saya memutuskan untuk bergabung dalam korps Marinir, dan meninggalkan rumah pada usia 18 tahun (dia sungguh satu-satunya laki-laki dalam hidup saya, selain pacar saya dari SMA). Saya telah jatuh cinta dengan seorang anak laki-laki dari SMA dan dia akan pergi ke NAVY (Angkatan Laut US). Bahkan kami terikat untuk menikah dengannya pada saat usia 17 (dia berusia 18 tahun), dan dia pergi selama beberapa bulan. Saya tidak tahu bahwa saya mulai menjadi panik. Dan dalam titik hidup saya ini, saya belum menerima Kristus sebagai Juruslamat saya, walaupun saya kira saya sudah melakukannya waktu saya kanak-kanak, dan saya mulai dilingkupi dengan semua laki-laki dalam hidup saya yang meninggalkan saya, apakah melalui kematian atau pergi. Bulan Oktober 1993, ketika seorang laki-laki di SMA saya melakukan bunuh diri dan itulah titiknya saya menyadari, saya tidak tahu apakah saya akan bertemu Tuhan atau tidak ketika saya mati. Saya juga telah mengalami serangan kepanikan cukup sering pada titik ini, bersamaan dengan masalah perut saya, dll. Saya memberikan hidup saya pada Yesus pada tanggal 10 Oktober 1993. inilah titik dimana saya tahu Dialah satu-satunya jalan saya dapat mengatasi hal-hal ini.

Saya telah mengatasi serangan kepanikan dan ketakutan dengan pertolongan Tuhan. Saya juga tidak memiliki masalah perut lagi. Akhirnya saya menikahi buah hati saya saat SMA pada usia 18 tahun dan kami masih menikah dengan bahagia. Kami memiliki dua orang anak yang cantik yang adalah berkat dari Tuhan. Kami berbahagia dan mengetahui bahwa berkat – berkat kami datangnya dari atas. Tuhan telah menunjukan pada saya bahwa saya diijinkan untuk berbahagia jika saya mempercayai Nya dan telah saya pilih untuk dilakukan. Dia telah menjadi Bapa yang saya tidak pernah miliki dan sahabat yang selalu saya perlukan.

Shelby Lindsey

HOME

KASIH ALLAH