|
Libur dari ketakutan Takut akan gagal adalah peperangan nyata bagi saya. Saya sangat takut gagal disekolah, takut melakukan hal dengan buruk di sekolah, bahkan takut gagal menyelesaikan sekolah. Dibidang olah raga saya takut melupakan permainan dan takut tidak cukup berpartisipasi dalam tim. Dalam berpidato saya takut untuk mengekspresikan diri saya dengan benar. Takut akan gagal adalah bagian nyata dalam tahun-tahun pertama saya. Mengatasi ketakutan adalah kebutuhan saya yang terdalam. Tujuan saya bukan astronomi, hal itu dapat dirasakan: mendapatkan pendidikan yang baik, pekerjaan yang baik, kekayaan yang cukup, hal-hal bermutu, rumah yang indah dan keluarga yang mengasihi, seperti orang tua saya. Jika saya tidak memiliki rumah yang pasti, kasih, orang tua yang mendukung, ketakutan saya mungkin akan menang. Selama awal tahun, mereka memastikan saya untuk ke gereja tiap hari Minggu. Tambahan lagi, saya secara teratur menghadiri sekolah minggu, kelompok anak muda, dan kemping musim panas. Pada usia 15 tahun, sangat menyenangkan orang tua saya. Saya memasuki sebuah kelas untuk Komuni Suci, bergabung dengan gereja dan membuat pengakuan iman secara umum. Meskipun dalam ketakutan saya, saya dapat lulus dengan gelar sarjana hukum, menikah, mendirikan kantor hukum paten, dan mulai membangun keluarga atas empat anak. Tapi ada sesuatu yang hilang. Melewati tahun-tahun ini, di gereja dan di pekerjaan, saya bertemu dengan beberapa orang yang memiliki hubungan yang nyata dan vital dengan Yesus. Saya selalu terkagum dengan kenyataan akan mereka secara langsung, berkesinambungan, waktu intim dengan Nya. Dan selalu inginkan hal yang sama untuk diri saya. saya merasa kehilangan hubungan yang kuat dengan anak Allah yang mereka miliki. Kemudian sesuatu seperti keberuntungan terjadi. Tidak lama setelah menikah dengan Gwen kami pindah ke Colorado. Saya dan istri menghadiri seminar Navigator Bible. Pemimpin program itu adalah salah satu teman dekatnya Yesus. Dia memimpin saya dalam sebuah doa dimana saya mengakui dosa-dosa saya dan meminta Yesus menjadi Tuhan dan Juruslamat hidup saya. Kelihatannya seperti sebuah penegasan atas apa yang telah saya lakukan saat saya berusia 15 tahun, dari pada sebuah tanda dalam hidup saya. Namun kami ini ada sesuatu baru terjadi. Sejak doa itu, takut akan kegagalan saya telah diangkat. Saya mempunyai perasaan yang baru akan damai dan sukacita yang tidak pernah mungkin dapat saya bayangkan. Bahkan ketakutan akan kematian telah lenyap. Saya tidak memiliki lagi masalah dengan kepercayaan diri saya, atau saya harus membandingkan kesuksesan dengan yang lain. Saat ini kepercayaan diri saya dalam anugrah dan kemampuan dari Tuhan yang Maha Kuasa . Mengingat akan perasaan saya di masa lalu, itu sepertinya Tuhan telah memberikan saya sebuah liburan tetap dari ketakutan. Sebagai tambahan, saya telah menjadi lebih tertarik dengan apa yang Tuhan katakan tentang segalanya. Saya sedang mempelajari Alkitab lebih lagi dan berpartisipasi dalam kelompok belajar Alkitab. Semakin saya mempelajari semakin saya ingin belajar. Saya telah menambahkan hikmat yang baru dan pengertian, saya menikmati berdoa, dan baru-baru ini telah mulai membuat jurnal atas anugerah Tuhan dalam hidup saya. sekarang saya menikmati membagikan minat dan gairah saya akan keselamatan dengan orang lain. Saya sangat menghargai firman yang dituliskan oleh Rasul Paulus dalam 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Bagi saya bagian penting untuk menjadi ciptaan baru adalah mengatasai kehilangan takut akan kegagalan. Yesus Kristus adalah bagian yang nyata dan vital dalam hidup saya. saya memiliki hubungan intim dengan Nya yang sama dengan orang lain yang saya pernah kagumi. Dan saya bukan satu-satunya orang yang menginginkan hubungan ini. Dia juga menginginkannya. Dan Dia menginginkan hal yang sama untuk semua orang. Termasuk anda. Jadi mulai saat ini kami tidak lagi menilai seorang melalui
kata kata nya. Dan jika kami pernah menilai Kristus seperti itu, sekarang
kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus,
ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru
sudah datang. |