Tidak tahukah kamu bahwa kamu dicintai?

Saya tidak tahu dengan pasti bagaimana kesaksian standar itu seharusnya, jadi saya hanya akan bilang bagaimana perasaan saya dan bagaimana tuhan telah merubah hidup saya. Saya akan ceritakan sedikit tentang masa kecil saya, yang mungkin anda tidak tahu. Ayah kandungku meninggalkan ibuku ketika aku umur 3 tahun. Dia pergi ke tentara dan ditempatkan di Korea. Hidupnya bagus; dia tidak harus menghadapi kenyataan bahwa dia meninggalkan ibuku dan aku. Tapi ibuku ditinggalkan dengan pembayaran rumah, pembayaran mobil, dan pokoknya hal-hal lainnya. Dia tidak harus kuat untuk dirinya, tapi untuk aku. Aku heran bagaimana dia bisa dapat kekuatan itu?

Kemudian ibuku bertemu ayah tiriku. Mereka berkencan sekitar dua bulan dan memutuskan untuk menikah, aku pikir aku sekitar umur 5 atau 6 tahun. Kami pindah dengan orang tuanya di Bokoshe. Ketika aku dewasa, aku tidak ingin dia mengambil tempat ayahku, karena maksudku, dia ayahku. Sehingga setiap saat saya jadi pembenci, atau curang. Ayah tiriku tidak punya hidup yang mewah. Dia dibesarkan dengan cara yang jauh dari normal. Oleh karena itu, aku dibesarkan dengan cara ini. Ketika aku sekitar 10 tahun, seperti anak lain, aku pikir aku tahu segalanya sehingga aku jadi besar mulut. Ayah tiriku menyiksaku secara fisik. Aku sungguh tidak tahu bagaimana mengatakannya, dengan cara agar tidak seburuk kedengarannya. Aku ingat pergi ke sekolah dalam keadaan marah, dan sangat marah! Ibuku adalah tipe orang yang membiarkan hal berlalu. Dia akan teriak atau mencoba membuatnya berhenti apapun yang dilakukan ayah tiriku padaku dan ayah tiriku akan berhenti dan tak akan ada yang dikatakan, seolah-olah aku tidak pernah ada. Ketika aku dewasa dan lebih marah aku tidak ingin duduk disana dan membiarkan seseorang mendorongku ke dinding, dan aku membalas! Yang seharusnya tidak kulakukan.

Selama ini, aku pergi ke gereja di gereja dekatku. Kadang-kadang dengan adik kecilku, atau dengan ibuku. Kakek nenekku biasanya membawaku karena ibu sedang bekerja atau terlalu lelah untuk membawaku. Aku sebenarnya diselamatkan dan dibaptis ketika aku umur 12. Aku duduk disana dan melihat teman-temanku dengan ayah ibunya dan aku iri. Aku ingin stabilitas itu

Di kota kecilku, orang datang dan pergi. Maksudku, tidak ada orang yang menonjol. Banyak teman-teman kelasku sekarang telah hamil, atau menikah. Aku pikir aku juga akan seperti itu, karena bahkan hal itu diterima di gereja kami. Tidak pernah ada hitam atau putih benar atau salah, selalu saja abu-abu. Aku bermain softball, dengan banyak orang yang lebih tua. Mereka mabuk, karena hal itu membuat mereka keren. Lalu aku juga mabuk untuk masuk dan dapat diterima. Ketika aku dewasa aku terpapar lebih jauh ke godaan narkoba, dan seks, dan selama ini aku mengelabui orang-orang. Atau begitu yang aku pikir. Tak seorangpun yang pikir aku bisa melakukan hal seperti ini. Maksudku aku pergi ke gereja, dan orang tidak berpikir bahwa hal seperti ini terjadi, atau meskipun hal tersebut terjadi, tidak apa-apa.

Beberapa minggu sebelum kemping gereja, nenekku memberitahuku bahwa Debbie tidak mendapat pekerjaan di Keota. Aku sangat kesal dengan semua ini karena dia tidak akan lebih dekat ke rumah. Aku pergi ke kemping gereja, ketika aku telpon ke rumah untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang. Nenekku memberitahuku bahwa Debbie mendapat pekerjaan di Keota. Sehingga aku sangat senang untuk dia, karena dia sekarang lebih dekat ke rumah, dan aku tahu inilah kesempatanku untuk mulai lagi. Dia bilang padaku bahwa dia harus memberitahuku sesuatu ... aku tanya apakah itu. Dia bilang kamu harus tunggu hingga kamu sampai ke rumah. Aku mohon padanya dan mengetahuinya. Dia memberitahuku bahwa aku bisa tinggal dengan dia. Aku sangat senang, kamu sama sekali tidak tahu. Sekarang aku lihat ke belakang apa yang Tuhan rencanakan untukku, dan disinilah Dia merubah hidupku.

Musim panas yang akan datang kami pindah dan mulai praktek softball. Aku mulai sekolah baru, dengan teman-teman baru dan orang baru. Aku ingat pertama kali aku datang ke gereja ini, aku sangat takut, karena aku tahu semua orang akan memperhatikan aku, seperti siapa itu? Aku dengan Bro. Mark berpidato, dan sangat menggugah minat, dengan intensitasnya. Sepertinya aku harus punya apa yang dia punya. Aku lihat anak muda di depan. Orang-orang sesungguhnya pergi ke altar. Maksudku orang-orang sesungguhnya mengekspresikan secara terbuka atas cintanya pada orang lain dengan cara yang positif. Aku tahu dalam hatiku perubahan akan terjadi, hanya bukan kapan dan bagaimana. Kira-kira enam bulan kemudian, hal itu jatuh padaku dan aku akan masuk neraka. Aku bilang aku ingin Yesus datang ke hidupku ketika aku lebih muda, tapi tidak membiarkannya, menutup pintu depan mukanya. Sekarang aku merasa sangat berbeda akan imanku, tapi aku masih takut melakukan sesuatu secara terbuka, karena aku di tempat baru ini. Satu minggu pagi aku merasakan rasa ini di hatiku, aku tidak tahu apakah itu, yah aku tahu. Ini adalah Semangat Suci! Aku jalan ke altar, dan merasakan kehadiran yang mengagumkan ini, bahwa seseorang duduk disana denganku. Aku menyesali hidupku, dan mencurahkan diriku kepada-Nya.
Sekarang aku bagun setiap hari, dan mengucapkan Terima Kasih hanya untuk memberikan satu hari lagi untuk hidup. Kesempatan untuk mungkin berdoa dengan seseorang, atau menyaksikan seseorang. Aku tidak takut lagi akan gagal, atau apa yang orang pikir. Aku tahu setiap orang berdosa, dan kita semua hanya dimaafkan dengan darah. Dalam Injil dikatakan, “Mintalah dan kau akan menerima .... “ tak seorangpun sempurna, tapi aku sekarang memiliki jaminan bahwa meskipun aku berdosa, aku akan diampuni jika aku meminta. Aku sekarang punya tujuan yang aku perjuangkan untuk diraih setiap hari, dan aku tahu bahwa aku lemah dan aku akan gagal tapi dengan-Nya aku bisa bangkit dan berusaha lagi. Karena Dia kuat, dan aku tidak dapat melakukannya tanpa-Nya!

HOME

KASIH ALLAH