Kehidupan yang berliku di ubahkan
ketika berjumpa
dengan Yesus
Saya duduk di awal kuliah ketika Tuhan masuk dalam hidup
saya. Saya sangat risih bila menyinggung mengenai agama, tapi saya percaya
Tuhan telah memproses hati saya dan mengijinkan saya untuk melihat kebenaran.
Sampai pada titik saya menerima Kristus, hidup saya yang berliku seperti
jurang yang tak berujung..Narkoba, alcohol, masalah keluarga, nilai buruk
saya dibombardir dengan sederet masalah-masalah yang tiada akhir dan melubangi
hidup saya begitu dalam. Saya mulai bertanya-tanya tentang apa sebenarnya
arti kehidupan itu. Hal itu menuntun saya kepada pencarian akan Tuhan
dan Dia membuka mata saya.
Saya dibesarkan dalam keluarga Budha yang tradisional. Saya kehilangan
pegangan terhadap agama Budha ketika saya memasuki kuliah. Saya mulai
berpikir bahwa agama hanya untuk yang lemah, tidak berpendidikan, dan
tidak berpengharapan. Saya tidak membutuhkan itu, semuanya berjalan dengan
baik bagi saya. Saya ada di sekolah yang baik, bergabung dalam persaudaraan
yang terkenal, berteman dengan temen-teman baru dan berpikir bahwa saya
berada di puncak dunia.
Saya mulai banyak minum-minuman, berpesta pora, main dengan para gadis,
merokok dan bahkan mencoba narkoba, ekstasi, marijuana, kokain, obat bius.
Alasan saya adalah saya kuliah, sekaranglah waktunya untuk bereksperimen
dan mencoba hal-hal baru. Akhirnya, hal itu kelewat batas. Rumah kelompok
Persaudaraan saya mulai menggunakan narkoba sebagai alat belajar yang
dapat membuat kami tetap terjaga selama berhari-hari dan juga meningkatkan
“focus” kami. Saya menjadi bagian dari hal itu. Saya pikir
hal itu memberikan saya keuntungan selama ujian akhir / ujian tengah semester.
Ternyata saya salah. Hal itu menghancurkan saya, saya tidak makan selama
berhari-hari, tubuh saya merasa seperti akan hancur dan pada saat yang
sama saya merasa kacau. Hal itu menjadi kebiasaan, saya menggunakan narkoba
setiap kali ujian besar datang.
Pada waktu saya duduk di awal semester 2 waktu itu kakak saya mengabarkan
bahwa ayah saya kemungkinan terkena kanker. Dia perokok berat selama bertahun-tahun.
Ternyata gejala awal kanker ditemukan pada saat melakukan check up ke
dokter. Saya terpukul oleh berita itu dan masuk ke masa depresi. Saya
merasa saya telah mengecewakan keluarga saya, khususnya ayah saya, karena
saya menuju gaya hidup yang sia-sia. Nilai-nilai saya menurun dan pada
saat itu saya masih menggunakan narkoba sebagai “alat belajar”.
Saya sangat malu dengan diri saya sendiri. Saya bergabung dengan kumpulan
yang salah, menggunakan narkoba, hilang focus di sekolah dan kesehatan
ayah saya tidak menentu. Saya sangat takut…terhilang…bingung…dan
hancur.
Kemudian saya datang kepada teman-teman Kristen saya untuk mencari jawaban.
Saya mulai pergi ke persekutuan Kristen, retreat gereja dan mengijinkan
seorang teman Kristen untuk melayani saya dengan Firman Tuhan. Setelah
melakukan semuanya itu, saya berdoa pada Tuhan pada suatu malam. Saya
ingin melihat Tuhan melakukan mujizat dalam hidup saya, untuk mengambil
semua rasa malu saya dan memberikan saya harapan baru karena saya tidak
memiliki pengharapan. Malam itu, saya meminta Yesus untuk masuk kedalam
hidup saya. Saya menangis seperrti bayi karena saya sangat malu dan begitu
hancur.
Sejak malam itu, Tuhan memang melakukan mujizat dalam hidup saya. Segera
saya menemukan hasil tes atas kondisi ayah saya yang dinyatakan negative
dan ternyata dia tidak menderita kanker sama sekali. Saya telah kembali
focus pada sekolah dan saat ini dalam usaha untuk mendapatkan nilai ‘A’
pada semester pertama pada tingkat senior, terus bergantung sepenuhnya
pada kehendak Allah dan tidak ada yang lain. Sejak saya memisahkan diri
dari tempat persaudaraan itu dan telah mulai berteman dengan teman-teman
baru dari gereja dan persekutuan. Saat ini hati saya dekat dengan Tuhan
dan saya haus akan kasih Nya dan hikmat Nya setiap hari. Saya percaya
Dia mengubah pandangan hidup saya dan membawa arti baru dalam hidup saya.
Saya menyadari betapa lemahnya saya tanpa Tuhan dan ini adalah anugrah
Nya yang memampukan saya. Hal itu menghancurkan hati saya mengetahui bahwa
Yesus telah melakukan pengorbanan berarti untuk saya ketika Dia mati di
kayu salib. Dia mengambil seluruh dosa dan rasa malu saya sehingga saya
dapat memiliki hidup yang baru.
HOME
PERTOBATAN
- KASIH ALLAH - MUJIZAT
- VIDEO KESAKSIAN
|