|
Saya adalah seorang ibu dari anak berusia 3 tahun dan
bayi kembar yang berusia 20 bulan. Ini adalah kisah luar biasa tentang
anak kembar perempuan saya, Anna. Ketika si kembar baru berusia beberapa
minggu, saya mulai melihat ada perbedaan besar pada mereka. Si kecil
Jacob sangat cekatan dan respon dan pertumbuhan mentalnya normal. Namun
anak perempuan saya sangat lemah, lidahnya menjulur keluar dan dia jarang
tersenyum. Pada usia 5 bulan dia masih sulit mengangkat kepalanya. Pada
usia 6 bulan saya tidak dapat memberinya makan cereal nasi dengan menggunakan
sendok. Dia tidak dapat memasukan lidahnya kedalam. Pada usianya 6 bulan
saya membawanya ke dokter untuk check up, dokter dengan lembut mengatakan
bahwa bayi perempuan saya 3 bulan tertinggal pertumbuhannya dibandingkan
saudara laki-lakinya. Hati saya hancur. Dia merujuk kami ke dokter spesialis,
geneticist, orthopedists, neurologist, dan dokter therapy untuk mengetahui
apa yang terjadi dengan Anna. Mereka menyimpulkan bahwa Anna menderita
Hypotonic, artinya dia menderita kelemahan fungsi otot. Dokter meyuruh
kami untuk membawanya ke dokter therapy dua kali seminggu dan melakukan
MRI (dimana mereka akan membiusnya karena dia masih sangat kecil). Saya
dan suami saya menangis pada Yesus dan memohon pada Nya jika Tuhan punya
rencana indah bagi Anna, tolong sembuhkan Anna. |