|
Kedua orang tua penuh kasih yang membesarkan saya, maka saya tidak dapat menyalahkan mereka atas apa yang terjadi dalam hidup saya, dengan kenyataan bahwa saya berasal dari keluarga broken home. Saya pergi ke gereja dan liburan sekolah Alkitab. Nenek kesayangan saya mengajarkan saya tentang Yesus. Setelah menyelesaikan sekolah, saya bergabung dengan Angkatan Udara dan mengalami petualangan berkeliling dunia. Saya pergi kuliah dan mendapatkan pendidikan. Saya pikir, saya sudah siap untuk kehidupan. Setelah beberapa tahun bekerja di industri minyak dan gas sebagai seorang insinyur, saya memulainya dengan sebuah perusahaan kimia yang sangat sukses. Saya dapat menghasilkan uang lebih banyak dari yang pernah saya impikan. Dengan uang yang saya dapatkan, datang kesempatan untuk melakukan apa saja yang tidak boleh saya lakukan. Hidup saya mengalami keterpurukan. Perusahaan kimia saya mengalami kebangkrutan, kehilangan istri dan anak-anak saya, kehilangan rumah, kehilangan penghormatan dari rekan-rekan bisnis. Hidup saya jadi sia-sia. Saat itu minggu terakhir di bulan April 1995. Saya telah terkunci di kantor saya selama 20 jam dan tenggelam dalam penyiksaan hari itu. Saya tidak bahagia dengan hidup saya seperti yang pernah saya rasakan. Saya tahu saya kecanduan, dan saya tahu saya tidak bisa berhenti. Saya duduk di sana pada jam-jam pagi dengan sebuah senjata di kepala saya siap untuk mengakhiri kecanduan saya ketika saya teringat nenek saya mengatakan,”Steven jangan kamu mengambil nyawamu sendiri, Tuhan akan mengambilnya ketika Dia siap untukmu.” Pada jam 4.30 pagi saya berjalan pulang ke rumah saya. saya terbaring di kasur dan menangis seperti bayi kepada Tuhan,”Saya membutuhkan pertolonganMu!” Teman saya telah tertangkap dan dia berkerja sama dengan polisi untuk menangkap saya. Ketika dia menyerahkan uang narkoba itu kepada saya, pintu kamar hotel itu di dobrak dan dengan segera polisi mengepung saya, saya tertangkap. Saya di bawa ke penjara kota. Kelompok Gideons (Kelompok pengedar Alkitab) berada di penjara itu membagikan Alkitab saku kecil Perjanjian Baru. Saya menginginkan Alkitab. Saya mendapatkannya dan saya langsung berbaring di matras di atas lantai dan mulai mencari sesuatu di Alkitab kecil saya. Di bagian belakang Alkitab saya menemukan Doa Keselamatan. Saya berdoa dengan segenap hati. Tuhan saya memerlukan Mu. Tuhan saya takut. Tuhan tolong lindungi saya. Dengan segera saya merasakan kehadiran Roh Kudus. Dengan segera semua ketakutan saya lenyap. Yesus Kristus bersama saya. Saya dilahirkan kembali! Saya memiliki hutang sebesar $110,000 atas nama saya ketika saya tertangkap. 4 bulan telah berlalu, bersamaan dengan beberapa kehadiran dihadapan berbagai macam hakim, gagal membela untuk pengurangan hutang tersebut. Saya ingin menyerah saja. Saya terus berdoa. Hingga suatu malam ketika saya berbaring di kasur saya dan berdoa, saya mendengar suara Tuhan. Dia menyuruh saya untuk mengharapkan mujizat. Saya belum pernah mendengarkan suara Tuhan sebelumnya dan Dia menyuruh saya untuk “mengharapkan mujizat.” Seminggu kemudian saya berdiri dihadapan hakim sementara jaksa penuntut memperdebatkan mengapa bon saya tidak dapat dikurangi. Saya sudah mendengar hal itu semua sebelumnya dan saya mengharapkan respon yang sama dari hakim dengan menolak pengurangan itu, ketika hakim mempersilahkan penuntut itu untuk duduk dan memandang pengacara saya, kemudian pada saya, dan mengumumkan bahwa dia mengurangi hutang saya kepada sebuah Humas hutang. Saya pulang ke rumah dengan janji bahwa saya akan mengembalikannya sendiri untuk pengadilan saya. Pada hari saya membuat pernyataan, saya berdiri dihadapan hakim mengharapkan untuk mendapatkan masa percobaan. Saya gugup ketika mendengar hakim membacakan tuduhan-tuduhan saya, kemudian pernyataan itu; tujuh setengah tahun di dalam penjara negara bagian. Minggu pertama berada di penjara negara bagian saya di proses dan diputuskan bahwa saya ditempatkan pada fasilitas keamanan minimum dimana saya akan menghabiskan tujuh tahun berikutnya ditambah tahun-tahun dalam hidup saya. Seminggu kemudian saya dipindahkan dan saat tiba di rumah baru saya, dengan segera saya menemui pendeta tentara dan menjadi seorang ajudan pendeta tentara. Selama minggu pertama itu kami mengadakan Seminar Persekutuan Penjara. Disana saya memberitahukan kelompok kami tentang keadaan saya, yang membawa saya ke penjara. Saya menceritakan kisah tentang kecanduan kokain saya kepada ketua kelompok kami, Dick. Pada penutupan seminar hari kedua, saya mengucapkan perpisahan pada Dick ketika secara tiba-tiba dia memeluk saya dan mulai berdoa. Ketika Dick melepaskan saya pergi, saya melihat matanya dan melihat dia menangis. Saya bertanya padanya apakah itu dan dia mengatakan pada saya bahwa Tuhan telah berkata padanya untuk memeluk saya dan berdoa, kemudian dia mengatakan Tuhan memberitahukannya bahwa saya akan pulang kerumah dalam waktu 4 bulan. Minggu berikutnya saya menerima surat dari pengacara saya yang mengatakan bahwa hakim yang telah menjatuhkan hukuman pada saya menelepon pengacara saya di rumah dan mengatakannya untuk mengajukan banding untuk masa percobaan. Dia juga menunggu sampai masa pengurungan 90 hari saya selesai baru mengajukan banding. Pengacara saya mengatakan bahwa itu akan memakan waktu sekitar 30 hari sebelum hakim mendengarkan permohonan naik banding saya. Total waktunya akan bertambah sampai 4 bulan. Dan 4 bulan kemudian tanggal 14 Juni 1996, setelah berada di hadapan hakim yang sama yang mengirim saya ke penjara, saya di pulangkan ke rumah di Texas. Saya menerima 5 tahun masa percobaan. Selama waktu itu saya telah mengalami banyak mujizat dari Tuhan. Dia menjawab doa saya disaat saya menangis padaNya memohon pertolongan sebagai seorang pecandu kokain. Dia membersihkan saya dari kecanduan saya. Dia menjawab doa saya untuk memulangkan saya ketika hutang saya sebesar $110,000 lunas. Dia mengubah hati sang hakim yang menjatuhkan hukuman jangka panjang di penjara. Dia menyembuhkan anak saya yang menderita gangguan darah. Dia mempedulikan dan mencukupi keluarga saya ketika saya di penjara. Saya kembali ke rumah dan dalam waktu 2 bulan saya memulai sebuah perusahaan konsultan yang cukup sukses. Tuhan telah memberkati saya dengan sebuah gereja yang luar biasa. Dia memberkati saya dengan teman-teman Kristen yang tak terbilang banyaknya. Dia telah memberkati saya dengan kesempatan untuk melayani Dia melalui pelayanan internet ini. Saya terus menerima berkat-berkat dari Tuhan setiap hari. Saya melayani Tuhan yang luar biasa. Tuhan adalah titik utama dalam setiap hidup saya dan setiap hari. Saya tidak akan pernah cukup memujiNya. Saya tidak akan pernah layak akan kebesaran cintaNya yang dia miliki bagi saya. |