|
Di saat saya melewati daerah pepohonan, sebuah perasaan cemas menyelimuti saya. Suara lolongan, seperti seekor anjing liar, sedang mendekat dari belakang. Semakin mendekat dan semakin keras. Ketakutan merasuki pikiran saya. Saya merasakan kehadiran sesuatu yang jahat, seolah-olah saya akan diserang. Usia saya 16 tahun ketika saya belajar arti perkataan itu. Malu dan kaku, saya tipe orang yang senang tinggal di rumah. Saya tidak pernah diajak berkencan dan tidak pernah dicium. Kehidupan (non) sosial saya terdiri dari bermain di perpustakaan: membaca dan menulis. Di sekolah, saya tidak berbicara dengan siapapun, dan tidak seorang pun mengganggu saya. Khususnya laki-laki. Lugu dan tanpa menduga, saya tidak pernah mendengar kata “perkosaan,” Tetapi baru-baru ini, saya telah membaca mengenai hal itu di dalam Alkitab. Sebagai orang yang baru percaya, saya membaca Firman Tuhan setiap hari.Namun saya tidak menyadari betapa cepatnya saya akan belajar, secara langsung, betapa sangat pentingnya Firman Tuhan dalam hidup saya. Pada suatu Minggu, saya sudah memperkirakan 8 mil perjalanan dalam waktu dua jam ke tempat kebaktian malam ( saya belum punya SIM), saya tidak peduli. Yesus adalah Juruslamat saya, matahari sedang bersinar, dan saya bersuka cita dalam keselamatan saya. Ketika saya melewati sebuah daerah pepohonan yang lebat, sebuah perasaan cemas menyelimuti roh saya. Suara lolongan, seperti seekor anjing liar sedang mendekat dari belakang. Ketika saya berjalan, suara itu semakin mendekat dan semakin kencang. Ketakutan merasuki pikiran saya. Saya tidak dapat menengok dan melihat. Saya merasakan kehadiran sesuatu yang jahat, seolah-olah saya akan diserang. Akhirnya saya berbalik, benar-benar berharap melihat seekor anjing liar yang dirasuki oleh roh jahat, seperti waktu Yesus menyuruh iblis untuk memasuki babi itu didalam cerita Alkitab! Saya pernah membaca di Alkitab bagaimana Yesus memberikan kuasa kepada murid-murid Nya atas roh-roh jahat. Saya ingat membaca bagaimana iblis menyatakan diri mereka, dan bagaimana para murid meresponnya, dengan perkataan yang penuh kuasa memerintahkan mereka untuk pergi. Maka ketika manusia binatang ini membungkuk ketanah dengan kaos tebal semerah matanya, dan rambut yang seliar kelakuannya menyambar saya, merobohkan saya ketanah, membuang Alkitab saya ke rumput, dan mulai mengoyakkan pakaian saya, saya tahu kekuatan dibalik perbuatannya adalah lebih dari seorang manusia. Itu adalah serangan musuh, setan. Saya tahu saya harus melakukan sesuatu, dan saya harus bertindak sekarang. Tiba-tiba sebuah keberanian dan gelombang iman bangkit di dalam saya. “Dalam nama Yesus, tinggalkan saya!” Saya berteriak, dalam sebuah kuasa yang bahkan mengejutkan saya. Saya tidak pernah melihat seseorang berlari demikian cepat! Menyeberangi rumput, dan masuk ke hutan, dia melarikan diri. Saya memakai pakaian saya yang robek dan berjalan ½ mil ke rumah, untuk mengganti pakaian. Oh, kuasa di dalam nama Yesus, ketika kita percaya, dan bertindak dengan iman! “Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.” (Amsal 18:10)
|