|
Ini adalah kesaksian dari Richard, orang berdosa yang diselamatkan oleh anugerah Tuhan. Meskipun saya tidak layak, Tuhan mengasihi saya dan memanggil saya untuk menjadi anakNya. Saya lulus kuliah dengan gelar Master dan memulai karir saya dengan melakukan penelitian dalam bidang immunology (ilmu yang mempelajari tentang kekebalan tubuh). Segala sesuatu berjalan dengan sangat baik dan dalam waktu 6 tahun saya telah menerbitkan delapan artikel ( lima diantaranya saya adalah pengarang utama) dalam surat kabar ilmu pengetahuan yang bergengsi. Saya menjalani kehidupan saya dan mengacuhkan Tuhan sampai saya sakit parah. Hasil test menyatakan saya mengidap penyakit Crohn (radang saluran pencernaan kronis), sebuah penyakit saluran pencernaan pada usus yang serius, tidak dapat disembuhkan. Saya menemukan diri saya tidak dapat melakukan apa-apa dengan menggunakan kemampuan dan kekuatan saya sendiri. Setelah dua bulan di tempat tidur dalam kesakitan yang hebat, saya menangis pada Tuhan dan berjanji untuk berusaha mengikuti Nya dan melakukan apa yang Dia inginkan untuk saya lakukan (walaupun pada saat itu saya tidak mengerti akan hal itu). Dalam 3 bulan semua gejala dari penyakit Crohn itu telah lenyap. Saya memutuskan untuk membaca seluruh Perjanjian Baru, dimulai dengan Injil Matius. Apa yang Yesus katakan tidak seperti pesan-pesan yang lain di dunia ini, tapi apa yang saya harapkan sebagai pesan Tuhan. Tiba-tiba saya menyadari bahwa saya bersalah di mata Tuhan. Roh Kudus menyatakan pada saya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Dialah satu-satunya jalan untuk memiliki damai dan persekutuan dengan Allah Kudus. Sejak waktu itu, saya telah bertumbuh dalam iman seiring saya telah mengikuti pelajaran yang diadakan oleh Roh Kudus. Sukacita dan damai sejahtera dengan mengikuti Yesus tidak seperti segala sesuatu yang dunia tawarkan. Itu adalah sesuatu yang tidak akan saya mengerti sebagai orang tidak percaya. Jika kamu bukan orang percaya, saya yakin kamu memiliki keraguan tentang damai yang Yesus janjikan. Akan tetapi, melalui iman yang sederhana dan doa kepada Tuhan, kamu dapat mengalami kedamaian ini sendiri. Kamu tidak akan rugi dan akan memperoleh kekekalan. Jika kamu masih memiliki keraguan atau pertanyaan tentang Alkitab, percayalah bahwa Tuhan akan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu. Tuhan sangat setia dalam menjawab keragu-raguan saya. Salah satu ayat kesukaan saya dari Yesaya: “Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun
dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun
berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu
domba.”(Yesaya 1:18) |