Saraf tulang belakang seorang bayi disembuhkan

Saya berjanji pada Tuhan bahwa saya akan menceritakan mujizat atas putra paling kecil saya kepada orang-orang. Ini terjadi 3 tahun yang lalu, saya tidak pernah lupa janji saya, saya hanya ingin mengatakan hasil jangka panjang itu. Inilah kisah keluarga saya dan bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan kami.

Kakak suami saya meninggal dalam sebuah kecelakaan sekitar 5 tahun yang lalu. Dia menikah dengan seorang penyiksa dan peminum dan memiliki dua orang putra yang masih kecil pada saat kematiannya. Seakan-akan kematian itu tidak cukup menyakitkan, kedua anak kecil itu disiksa oleh ayah mereka. Kami berdoa untuk perlindungan dan keselamatan mereka selama lebih dari satu tahun. Kakak ipar saya telah meninggalkan cukup banyak uang dalam bentuk asuransi jiwa bagi anak-anaknya di sebuah instansi pendanaan. Dia telah menyembunyikan dokumen asuransinya di laci meja tempat dia kerja dan tak ada seorang pun yang mengetahuinya. Sepertinya dia tahu dia akan meninggal dan tidak menginginkan suaminya memiliki uang itu. Uang itu tidak akan berjalan baik dengannya. Dia melecehkan dan menganiaya keluarga kami lebih dari setahun. Kemudian dia menyerang dan hampir membunuh wanita lain dan dipenjarakan. Kakak ipar saya mendapatkan hak asuh atas anak-anaknya dan sepertinya hidup kami dapat mantap.

Saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan sepenuh waktu tinggal di rumah dan membantu kedua keponakan saya. Saya sangat bahagia dengan keputusan ini dan menantikan masa depan untuk pertama kalinya sejak kematian kakak ipar saya. Satu bulan kemudian, saya mengetahui bahwa saya sedang mengandung anak ketiga saya. Kami seharusnya tidak dapat memiliki anak lagi dan awalnya saya tidak gembira dengan kehamilan itu. Dan parahnya, selanjutnya saya harus berbaring di tempat tidur selama 7 bulan, sebegitu sakitnya hingga saya tidak dapat mengangkat kepala saya. Kedua kehamilan pertama saya baik-baik saja tanpa ada masalah, namun ini menyengsarakan. Jeb dilahirkan pada 22 Januari 1997 pada  jam 9 pagi. Dokter menyelimutinya dan menyerahkan dia pada saya dan menggendongnya sebentar sebelum perawat mengambilnya untuk pemeriksaan. Saya melihat pandangan di wajahnya meskipun dia mencoba menyembunyikannya. Dia memanggil dokter datang dan berdiri disana menyaksikan mereka melihat anak saya, saya pikir saya akan pingsan. Akhirnya saya bertanya ada apa. Dokter mengatakan bahwa ada tonjolan di punggung Jeb yang disebut mangiocele. Tonjolan itu sangat kecil dan pasti terlewatkan oleh pengecekan ultrasound. Dokter mengatakan pada kami bahwa putra kami menggerakan kakinya dengan baik dan dia pikir akan baik-baik saja, tapi dia akan menguhubungi dokter spesialis untuk jaga-jaga. Perawat itu pergi bersama bayi itu dan mengatakan pada kami dia akan kembali dengan bayi itu sekitar satu jam. Suami saya lupa pada seluruh pertukaran itu dan turun kebawah untuk membeli rokok. Saya tanggung itu sendirian. Saya tahu itu akan buruk dan setelah 4 jam berlalu dan bayi itu belum juga kembali, saya menjadi histeris. Dokter spesialis datang untuk berbicara pada kami tepat saat helikopter mendarat untuk menerbangkan anak saya yang baru lahir ke rumah sakit anak. Mereka membiarkan kami untuk mencium perpisahan untuknya dan saya tidak akan pernah lupa bagaimana wajahnya ketika pergi. Mereka juga memasangkan penutup telinga kecil padanya dan menyediakan incubator kusus untuk terbang. Dia terlihat sempurna. Saya melihat suami saya dan saya melihat dokter dan mengatakan pada mereka saya akan pergi juga. Setelah perdebatan kecil, saya menang dan diberikan resep obat untuk penahan sakit, kami pergi dan menuju ke rumah sakit itu 6 jam setelah melahirkan.

Ketika kami tiba di unit neonatal di pada rumah sakit anak itu, kami di ijinkan masuk untuk melihat Jeb. Mereka mempunyai Iv, kateter, detak 02 dan tali pusat kemana-mana. Dia terlihat sangat kasihan. Mereka telah meng-ultrasound otaknya, tulang belakangnya, dan ginjalnya sebelum kami tiba. Jeb memiliki kista paraspinal dan mengiocele yang menandakan bahwa sesuatu buruk terjadi. Keesokan harinya, mereka memindahkan Jeb keluar dari unit tersebut dan kami berkonsultasi dengan ahli genetic, ahli laktasi, dan sebagainya. Para dokter mengatakan pada kami bahwa Jeb terlihat baik dan kami akan membawanya kembali dalam waktu 3 bulan untuk MRI untuk mengecek kistanya. Saya menanyakan mereka apakah ada kemungkinan dia dapat menjadi lumpuh dan mereka meyakinkan saya bahwa hal ini tidak benar dan menanyakan mereka lagi dengan jawaban yang sama .

Tanggal 1 April kami kembali ke rumah sakit anak itu untuk melakukan MRI. Jeb harus ditenangkan dan tesnya ditunda untuk beberapa kasus mendesak., maka Jeb masih tertidur ketika kami pergi menemui dokter. Dokter neurosurgeon datang dan memandang kami dan memberitahukan bahwa saraf tulang belakang Jeb terbagi dua, dia mengidap sindrom tethered cord, yang berarti saraf tulang belakangnya terjepit dan kista besar ada di dasar sekitar saraf tulang belakangnya. Dia telah memeriksa Jeb dan berkata bahwa ukuran kakinya tidak sama, rektumnya tidak berfungsi dan kemungkinan dia tidak akan dapat mengontrol usus besar dan kandung kemihnya. Kemungkinan dia tidak dapat berjalan tanpa tongkat penyangga. Kami berdiri disana dan sangat terguncang. Setelah saya menenangkan diri, saya berkata,”Anda mengatakan pada kami dia tidak mengalami penurunan apapun dua bulan yang lalu dan sekarang dia tidak akan dapat berjalan?” Dokter berkata pada saya bahwa saya harus menerima keadaan ini dan ketika nanti Jeb berusia satu tahun, mereka akan melakukan operasi pada tulang belakangnya. Dia berpikir bahwa terlalu berbahaya dilakukan saat ini, namun kerusakan lebih lanjut dapat terjadi saat saraf tulang belakangnya bertumbuh dan sarafnya yang terjepit akan tertarik. Saya menginginkan pendapat kedua dan saya menginginkan Tuhan lebih dari segalanya. Kami pulang kerumah dengan hati yang hancur.

Saya menelepon pelayan Tuhan segera setelah kami kembali dan kami semua menangis bersama. Keesokan harinya, saya menelepon klinik spinia bifida dan meminta neurosurgeon pediatric terbaik di negara itu. Tentu saja mereka semua bagus, tapi saya terus mendengar tentang seorang dokter di Rumah Sakit Anak di Chicago yang telah melakukan banyak penelitian dalam bidang ini. Saya menginginkan dia, maka saya menelepon dokter tempat saya bekerja yang juga seorang dokter yang luar biasa dan juga teman yang bernama Dr.Sheridan dan memintanya untuk mempersiapkan kami di Chicago. Dia berkata, “Itu adalah perjalanan menyetir yang panjang (10 jam), begini saja, saya akan melihat apakah Dr.Sanford di Memphis dapat menemuimu dan jika kamu tidak puas dengan hal itu, kami akan mengirim mu ke Chicago.” Hari ini adalah hari Jumat siang. Dr.Sanford dapat menemui kami pada Senin pagi.

Hari Minggu itu di gereja, pelayan Tuhan saya memanggil kami ke depan gereja bersama Jeb dan meminta para jemaat untuk mendoakan kami. Ketika kami berdiri disana ada tangisan, seluruh jemaat kami mendatangi altar dan berdoa dan menangis bersama kami. Itu adalah kebaktian yang paling emosional yang pernah saya ikuti. Setiap anggota gereja kami terluka seperti kami. Damai sejahtera yang saya rasakan seusai kebaktian itu sungguh luar biasa. Keesokan paginya kami pergi ke Memphis, saya merasa sangat percaya diri dalam Tuhan untuk memimpin kami. Kami menyukai Dr.Sanford segera ketika dia berjalan dan mulai berbicara dengan kami. Dia ingin melakukan operasi itu segera dan mencegah masalah lebih lanjut dan bahkan mungkin mengejar beberapa ketinggalan. Saya berkata pada Dr.Sanford apa yang dikatakan oleh dokter di Little Rock mengenai operasi yang terlalu berbahaya dilakukan pada saat itu. Dr.Sanford memandang saya dan berkata,”Teman baik saya dari Rumah Sakit Anak Chicago melakukan banyak penelitian dibidang ini. Dia akan berada disini hari Selasa, maukah kamu untuk berkonsultasi dengannya dan memutuskan ikatan itu?” Dia menyebutkan nama dokter yang dari Chicago itu yang sebelumnya saya ingin temui. Itulah pesan dari Tuhan bahwa kami berada ditempat yang seharusnya. Jeb dioperasi tanggal 1 Mei 1997. Operasinya tidak sesulit yang telah mereka antisipasikan dan semuanya kelihatan baik. Kami pulang kerumah seminggu kemudian. Mereka masih kuatir tentang control kandung kemihnya dan mereka tidak dapat menjaminkan apapun sampai dia lebih dewasa karena hasil tes urodynamic nya tidak pasti. Kami hanya harus mengawasinya dan memastikan saraf tulang belakangnya tidak retether dimana kemungkinannya adalah 1-10. Kejadian itu 3 tahun yang lalu. Jeb dapat berlari, melompat, bermain dan tidak bisa diam. Saya tahu Tuhan mempunyai rencana yang khusus untuk anak ini. Dia telah menjadi berkat bagi saya dan suami dan kakak laki-laki dan perempuannya menyayanginya. Seluruh keluarga saya sangat memperhatikannya, hingga kematian kakak ipar saya dan tragedi kami dengan cobaan itu terlupakan. Kami benar-benar diberkati. Kami masih menghadapi masa-masa yang berat, suami saya seorang petani dan masalah keuangan kami atas tagihan pengobatan (perusahaan asuransi kami tidak akan mengembalikan polis kami setelah operasi Jeb), dan pertanian tidak terlalu baik selama 4 tahun., namun saya tahu bahwa kami akan bertahan jika kami mempercayai Tuhan. Hal itu semakin baik setiap hari dan iman kami pada Tuhan telah bertumbuh banyak melalui permasalahan kami yang tidak dapat kami atasi sendirian. Kami sungguh memiliki dalam kehidupan dan bahwa Tuhanlah yang terutama.

HOME

MUJIZAT