Terselamatkan dari kebakaran rumah
Saya sudah diselamatkan dan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat.
Saya seorang guru SMA di Kenya, Afrika Timur. Itu adalah tanggal 7 Juli
tahun lalu ketika saya dibangunkan oleh suara dari luar rumah kami.
Orang-orang berteriak “buka…keluar!”
Terus berulang-ulang beberapa kali sebelum kami mengerti ada pencuri
yang meminta uang. Kami ragu-ragu namun istri, anak dan pembantu saya
meninggalkan rumah untuk memberikan mereka uang. Pada saat itu mereka
telah memecahkan kaca jendela dan membakar rumah. Sementara saya berjuang
sendiri dengan api di dalam rumah. Api itu berkobar mengelilingi saya
dengan luar biasa.
Saya tidak dapat menemukan jalan keluar. Saya jadi putus asa namun tidak
dapat berbuat apa-apa. Saya hanya menanti untuk hal yang tidak dapat
dihindari kematian! Sesuatu terjadi yang menuntun saya untuk menerima
Yesus Kristus sebagai Juru selamat pribadi saya. Saya menemukan diri
saya di sebuah ruangan kecil yang ada toilet kami. Itu satu-satunya
ruangan yang tidak terbakar dan pada sisi ke arah angin bertiup terbuka
ke udara segar. Jendelanya memiliki kawat simpul yang sangat tebal.
Saya mencoba memukulnya untuk melarikan diri melalui jendela itu, saya
tidak bisa. Saya mecoba kembali tetapi api itu terlalu besar dan asapnya
beracun! Bahkan saya hampir pingsan ketika saya menghirupnya. Tubuh
saya menjadi lemas. Tidak ada tenaga sama sekali.
Saya tertolong dengan ajaib dan mencengkram kawat simpul itu. Saya berhasil
memaksakan diri saya ke udara segar dan mendapatkan tenaga kembali.
Saat itu istri saya diluar berteriak meminta tolong. Beberapa anak muda
tiba dan berhasil membuat lubang melalui kawat simpul itu dan menarik
saya keluar.
Saat dikeluarkan saya menyadari anak saya tidak ada disana. Sebenarnya
dia telah masuk kerumah untuk menyelamatkan saya. Saya mencoba memanggil
namanya namun sia-sia. Kemudian kami menemukan tubuhnya di kamar saya.
Dia mati lemas disana polisi mengatakan untuk membawa dia ke rumah sakit
namun dari pengetahuan biologi saya saya tahu dia telah tiada. Saya
menolak menemaninya ke rumah sakit.
Saya kembali kerumah itu mencoba mengamankan benda yang tertinggal.
Sesungguhnya semuanya telah menjadi abu! Ketika saya ada di kamar saya
sadar saya dapat keracunan karbon monoksida. Dan itu terjadi. Jantung
saya mulai berdetak sangat cepat. Saya mulai kehilangan tenaga dan kesadaran.
Dua orang pendeta Katolik yang datang, kemudian memberikan saya susu
ketika saya hampir mati. Hal ini menolong saya untuk menyadarkan saya.
Saya kemudian dibawa ke rumah sakit.
Semua pembuluh darah saya tidak berdaya, saya mulai kehilangan kesadaran
lagi. Di jurang kematian mereka berhasil menambahkan darah saya. sekali
lagi Tuhan menyelamatkan saya. pada waktu itu saya dipenuhi oleh Roh
Kudus sedemikian sehingga saya tidak merasa takut atau kuatir sama sekali.
Saya tidak tahu apa yang terjadi pada saya secara rohani tapi saya yakin
saya merasa sangat berbeda!
Seorang pendeta datang berkotbah pada saya dua kali. Saya berjanji padanya
saya akan pergi ke gerejanya untuk menerima Tuhan disana. Dan dengan
pasti saya melakukannya pada 7 Agustus. Saya merasa sangat ringan dan
seperti saya berada di tempat lain…Surga!
Kakak ipar yang sudah diselamatkan telah diberitahukan oleh Tuhan bahwa
Dia lah yang mengambil anak saya, anak tunggal saya dan Dia akan menyelamatkan
dua anggota keluarga dalam waktu yang singkat. Tentu saja Dia melakukannya.
Salah satu anak perempuan saya diselamatkan setelah itu. Semoga Tuhan
menguatkan setiap orang yang membaca hal ini. Selalu Puji Yesus Kristus.
Amin.
Bro Syprian