|
Sebuah kesaksian – Ibrani 13:8 – Oleh Saudara Joe Lawson Pada tanggal 6 Desember 2002, saya ada janji dengan dokter untuk pemeriksaan fisik. Saya meninggalkan rumah sebelum jam 9 pagi. Anak saya Aaron masih tertidur. Selesai dari janji saya dengan dokter, saya kembali pulang ke rumah sekitar jam 11.40 siang. Sejak itu kehidupan saya benar-benar berantakan. Saya tidak pernah mempersiapkan diri untuk apa yang saya temui pagi itu. Sebelum saya katakan apa yang saya temui, sebaiknya saya menceritakan tentang dua nubuatan yang saya dapatkan dari dua orang pengkotbah sekitar tiga minggu sebelum 6 Desember. Yang pertama dari seorang penginjil. Dia meletakkan tangannya ke atas saya dan memberitahukan saya bahwa Tuhan telah memberikan saya karunia iman. Dengan diberikannya karunia ini, akan ada ujian. Dalam ujian ini seluruh kehidupan saya akan berantakan, namun jika saya menangis pada Yesus, Dia akan mengembalikan semuanya kembali. Nubuatan yang selanjutnya adalah seminggu yang lalu oleh Saudara Norman, seorang Pendeta di Desoto, Illinois. Dia meletakkan tangannya pada saya dan berkata saya memiliki telinga rohani. Tuhan telah memberikan saya telinga yang sama dengan Nya dan yang saya harus lakukan adalah mendengarkan ketika Tuhan berbicara dan lakukan apa yang Dia katakan. Saya percaya kedua nubuatan itu mempersiapkan roh saya untuk apa yang terjadi. Sekarang inilah yang saya temukan. Saya menyetir mobil saya dan truk anak saya ada di jalan pada sudut di seberang jalan, pintu penumpangnya terbuka dan musiknya sedang dimainkan. Saya menyetir mendekati truk nya, keluar dari mobil Blazer saya dan meraih kakinya; kakinya kaku dan dingin. Truk anak saya telah menimpanya dan menggencet dia hingga meninggal. Pada saat ini saya panik. Saya memanggil istri saya dan dia keluar dan menelepon 911. Akan tetapi saya menarik truk itu dan menarik anak saya keluar dari bawah mobil itu. Itulah ketika saya melihat betapa parahnya dia. Pegas sebelah kiri telah menggencet dahinya, dongkrak menghancurkan tenggorokannya dan kacanya menghantam dadanya. Matanya tidak bergerak dan bengkak, tidak ada detak jantung, tidak ada nafas. Bibirnya membiru dan kulitnya pucat. Saya menengok ke istri saya yang sedang menelepon 911 dan berkata,”Anak kita telah meninggal.” Tidak ada yang dapat saya lakukan untuknya. Kemudian saya berdiri dan berkata,”Tuhan, Engkau mengatakan bahwa apa saja yang saya minta dalam nama Mu dengan iman dan percaya maka akan terjadi. Itu anak saya tergeletak di sana tergencet dan meninggal dan saya menginginkan dia kembali.” Saya berteriak,”Yesus!” Kamu dapat merasakan kuasa Tuhan di tempat kejadian itu. Saya merasakan damai diluar akal pengertian saya. Saya merasakan penghiburan dan saya melihat sebuah mujizat tepat di depan mata saya. Tuhan memperbaiki dahinya, lehernya, dadanya. Matanya dari tidak bergerak dan bengkak menjadi normal. Bibirnya mulai memerah, kulitnya mulai kelihatan normal. Saya merasakan detak jantung namun dia masih tidak bernafas. Kemudian saya mendengar sebuah suara berkata,”Hembuskan nafas untuknya,” dan saya mulai menghembuskan nafas untuknya sampai mobil ambulan tiba. Ketika mereka membawanya ke rumah sakit, tetap tidak ada respon. Kedua paru-parunya tidak berfungsi dan tidak ada gelombang otak yang berfungsi. Mereka menolongnya di ruang emergensi. Para dokter terus memberitahukan saya bahwa anak saya otaknya tidak berfungsi, tidak ada respon, dan dia tidak dapat bernafas sendiri. Anak saya koma dan para dokter tidak memberikan banyak harapan untuk pemulihan. Itulah saatnya saya pergi dan berdoa lagi. Saya berkata,”Tuhan, Engkau membentuk kembali tubuhnya dan mengembalikan nyawanya di jalanan, dan jika Engkau mengambil dia sekarang, saya akan marah, saya akan terluka, dan saya tidak akan menyukainya, tapi saya akan dapat menerimanya.” Tuhan berbicara pada saya dan berkata,”Aku memberikan dia padamu di jalanan itu dan akan mengembalikan dia 100% normal.” Tidak peduli apa yang dikatakan para dokter atas hal itu tidak menjadi masalah, karena Tuhan saya tidak berdusta, dan saya tahu anak saya akan keluar dari rumah sakit. Para dokter tetap mengharapkan hal yang berbeda. Dokter spesialis jantung mengatakan pada kami bahwa jantungnya memar dan ada luka memar di atasnya. Ahli syaraf memperkirakan bahwa dia menderita kerusakan otak. Yang lainnya memperkirakan lehernya patah. Namun setiap hari dan setiap tes yang dilakukan membuktikan bahwa Tuhan telah bekerja. Ketika tes jantung selesai dilakukan, tidak ada apa-apa, CAT Scan normal, x-ray dileher juga hasilnya negative. Setiap hari membawa kemuliaan atas apa yang Tuhan telah lakukan dan masih terus kerjakan. Kondisi Aaron terus pulih hari demi hari. Ketika dia terbangun hari itu, dia berbicara sepanjang hari. Dia berkata beberapa hal-hal aneh yang dia lakukan 1 atau 2 hari yang lalu. Semua orang mengira itu karena pengaruh obat-obatan yang dia minum dan trauma yang dia derita. Namun kami tetap mendengarkan dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan padanya. Kami membuka telinga rohani kami dan mulai mendengarkannya dalam roh. Hal yang Aaron gambarkan adalah apa yang dia telah alami secara supernatural. Semua orang mengira dia melucu, namun kami tahu dia sedang menggambarkan pengalamannya ketika dia meninggal dan dalam prosesnya kembali pada kami. Saya dapat katakan bahwa Tuhan masih mengerjakan mujizat hari ini. Tidak ada yang terlalu sukar bagi Tuhan. Tuhan saya dapat melakukan segala sesuatu. Tahukah kamu, sering kali ketika sesuatu terjadi, kita menyalahkan Tuhan. Kita berkata, mengapa Tuhan melakukan hal ini? Atau mengapa Tuhan membiarkan itu terjadi? Tidak pernah sekalipun pada hari itu saya menyalahkan Tuhan atau mempertanyakan kesetiaan Tuhan pada saya. Dalam Ibrani 10:23, dikatakan “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.” Tahukah kamu apa arti ayat tersebut itu berarti jika kamu percaya dan kamu tidak ragu akan hal itu, Dia akan melakukannya. Ibrani 4:16 mengatakan “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Ayat ini berarti bahwa melalui Yesus, pintu itu, kita memiliki jalan masuk ke tahta kasih karunia. Jika kita diselamatkan, kita dapat menggunakan pintu itu. Saya pikir terkadang kita lupa betapa besar kuasa di dalam nama Yesus. Alkitab berkata tidak ada nama lain yang diberikan yang oleh Nya kita diselamatkan hanya di dalam nama Yesus Kristus. Iblis gemetar dalam nama Nya. Jika kita meminta sesuatu dalam nama Nya, Dia akan melakukannya. Saya bahagia saya mengenal Yesus hari itu. Tahukah kamu 4 tahun yang lalu, anak saya tidak akan berada di sini pada hari ini, dia akan meninggal. Tahukah kamu mengapa? Karena saya tidak mengenal Yesus dan saya tidak akan memanggil nama Nya. Maka saya bahagia saya mengenal siapa Yesus, Dialah Juruslamat dan sahabat saya. Saya mengasihi Dia dengan segenap hati saya dan saya berikan semua pujian dan kemuliaan bagi Nya. Joe Lawson |