|
Hello nama saya Rob, berusia 21 tahun dan baru mulai belajar mendengarkan Tuhan. Pada suatu hari Jumat malam di waktu akhir musim semi, saya memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat video game dan bermain beberapa permainan dan mungkin mencoba untuk membawa seorang gadis. Sebelum saya dapat keluar dari pintu, Tuhan berbicara pada saya,” Tidakkah sebaiknya kamu tinggal di rumah malam ini dan menghabiskan waktu bersama Ku?” Malahan saya memutuskan untuk pergi bermain video games. Ketika saya masuk ke mobil Tuhan berbicara pada saya,”Sebaiknya kamu memakai sabuk pengamanmu.” Saya menganggapnya sebagai khayalan saja dan melanjutkan perjalanan saya. Ketika saya tiba di perempatan jalan, suara itu berbicara pada saya lagi, dan kali ini lebih keras. “Sebaiknya kamu pakai sabuk pengamanmu.” Kali ini saya memutuskan untuk berhenti dan memikirkannya. Ketika saya parkir saya mencoba untuk mengenakan sabuk pengaman, tapi malah saya berubah pikiran dan menganggapnya sebagai khayalan. Ketika saya keluar ke jalan raya, saya memutuskan untuk menyalakan radio, saya menaruh sebuah kaset. Alkitab yang saya sudah dengarkan di kaset recorder. Menariknya hanya satu ayat yang terdengar. “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." 2 Timotius 2:13, baru saja ayat itu terdengar saya memutari sebuah belokan di jalan raya dan ada sebuah pelangi yang besar dan bersinar. Saya kembali merasa yakin, namun lagi-lagi saya menganggapnya sebagai khayalan saja. Ketika saya melanjutkan perjalanan ke tujuan mulai turun hujan. Ketika saya semakin mendekati tujuan, mulai turun hujan agak deras. Saya berada di jalur pengemudi mengendarai mobil sedan Datsun saya ketika sebuah mobil melewati saya di jalur penumpang. Pengemudi itu mengemudikan mobilnya cukup kencang ketika dia melewati saya, tiba-tiba dia menghentakkan remnya, ketika sebuah mobil Station Wagon di depan mereka seketika berbelok secara tiba-tiba. Bagian belakang mobil hydroplan itu dan mendadak membelok tak terkendali. Disaat mobil itu berputar kesamping dan menghalangi jalan saya. Saya mencoba untuk mengganti gigi dan menurunkan kecepatan mobil saya dan berharap dapat mengenai bagian samping mobil dari pada bagian depannya. Sayangnya tidak ada cukup waktu untuk menginjak rem. Mobil saya menabrak mobil itu dengan kecepatan penuh (35 Mph+) dan rusak total. Pada saat tabrakan itu saya tidak mengenakan sabuk pengaman, hanya sebelah tangan saya di kemudi dan satu kaki di bawah. Tangan saya yang satunya sedang meraih gagang gigi mobil dan kaki saya yang satunya ke kopling, jadi tidak berarti saya menguatkan diri saya dari tabrakan itu. Tepat sebelum tabrakan itu saya merasakan sebuah kehadiran memeluk saya di bangku. Saat mobil saya menabrak mobil itu, saya tidak bergerak ke depan dari bangku saya. Sepertinya saya menempel di bangku. Mobil itu rusak total: radiatornya terdorong keluar setengahnya dari tempat mesin, ban bagian penumpang pindah ke belakang sekitar 1,5 kaki dari tempat semula, kaca mobil retak terbagi menjadi 3 bagian, tapi tidak hancur, panel penutup pintunya sudah terbuka dan saya menemukan kata spion di kuris belakang. Saya lolos dari kecelakaan itu tanpa ada goresan kecuali tangan saya terkilir. Hal ini membuat saya tidak dapat melakukan apa-apa selama beberapa minggu, termasuk main video games. Polisi di tempat kejadian menanyakan saya berkali-kali apakah saya baik-baik saja. Dia terus memperhatikan apa yang tersisa dari mobil saya dan diri saya dan bertanya apakah saya baik-baik saja. Saya kira dia sulit mempercayai bahwa saya dapat berjalan setelah kecelakaan seperti itu dan memastikan bahwa saya baik-baik saja. Meskipun saya telah memberontak, Tuhan telah membuktikan bahwa Dia tetap setia meskipun saya tidak setia |