Dari anti orang Kristen menjadi Kristen

Nama saya Barry dan tinggal di Sydney, Australia, lahir pada tanggal 23 Oktober 1972.

Kenangan pertama saya tentang Yesus sangat indah. Sampai berusia 5 tahun saya teringat merasakan kepenuhan kasih pada Tuhan. Sebagai anak kecil muda saya ingat lagu favorit saya adalah lagu pujian dan lagu-lagu natal. Saya akan menghabiskan waktu berjam-jam menyaksikan Alkitab bergambar milik paman saya. Saya akan menggambar kejadian penyaliban. Bahkan pada usia 5-6 tahun saya teringat berpikir bahwa saya akan sangat bahagia untuk pergi ke surga.

Keluarga saya adalah keluarga Katolik yang kuat. Itu berarti kami mengikuti misa, memiliki patung-patung dan medali dirumah kami. Hanya satu waktu ayah saya pernah memukul saya ketika saya menyebutkan nama Tuhan dengan sia-sia.

Saya ingat ayah saya pernah mengeluarkan banyak buku tentang evolusi selama gelar kesarjanannya dalam bidang Science. Dia menghabiskan waktu berjam-jam mengajarkan saya tentang evolusi. Film favoritnya 2001 A Space Odyssey. Dia menyatakan bahwa pada suatu hari kita akan ber-evolusi kembali ke tingkat kehidupan yang lebih tinggi seperti akhir dalam film itu. Dia mengajarkan saya bahwa Perjanjian Lama adalah sebuah lelucon karena ilmu pengetahuan membuktikan hal itu salah. Dia mengajak saya menonton film seperti “ Chariots Of The Gods” pada usia 6 tahun untuk menunjukan pada saya bahwa kita harus menjadi sisa dari beberapa peradaban makhluk asing yang lebih tua. Ayah juga jadi terlibat dengan okultisme,kartu tarot, clairvoyance (suatu kemampuan melihat masa depan atau hal-hal diluar batas normal), ramalan perbintangan dan sihir.

Jadi pandangan masa kecil saya terhadap dunia berubah dari kekaguman akan Kristus kepada pilihan pandangan evolusi / ilmu pengetahuan / fiksi / okultisme terhadap arti kehidupan. Kesimpulannya adalah perpaduan ini menjadikan hidup tanpa arti.

Saya menghabiskan tahun-tahun di sekolah dasar saya dengan meyakinkan anak-anak di sekolah Katolik saya bahwa Alkitab itu salah. Saya menghabiskan masa SMA saya mentertawai kebodohan dan moralitas orang Kristen. Pada usia 22-27 tahun saya menghabiskannya dengan mengoyakkan kakak ipar Kristen saya dan anggota keluarga yang lainnya yang menyatakan bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan. Saya percaya bahwa semua agama salah dan semua jalan yang memimpin kepada Tuhan. Saya mempergunakan kemampuan atas pendidikan dunia saya mencoba untuk melubangi kepercayaan mereka.

Pada tahun 1999 dua hari sebelum anak kedua saya lahir, dokter menelepon saya. Saya bekerja hanya 3 jam dari rumah. Dia memberitahukan saya bahwa tanda-tanda vital menurun dan sepertinya bayi saya dapat meninggal.

Hal pertama yang saya lakukan adalah berlutut dilantai. Saya menangis pada Tuhan,”Tuhan, jika Engkau ada, tolong selamatkan anak saya. saya berjanji saya akan berjalan dengan Mu seluruh hidup saya dan membesarkan anak saya dalam keluarga Kristen.” Sebuah tangisan dari seorang pendosa yang tidak pernah mengenal Bapa nya. Saya merasa dilingkupi dengan perasaan bahwa Tuhan yang nyata dan hidup ada dalam saya, meskipun saya menghabiskan hidup saya dengan menolak Nya.

Saya pulang ke rumah secepat mungkin. Pada kelahiran di induksi saya menyangka yang terburuk meninggal saat dilahirkan atau kerusakan otak. 4 jam mengalami kesakitan saat melahirkan, lahirlah seorang bayi perempuan yang sempurna. Saya sangat bersukacita. Dokter mengajak saya kesudut ruangan. “Lihatlah ini.” Dia memegang sebuah tempat berisi ginjal kehadapan saya. Didalamnya berisi sisa organ yang busuk berwarna hitam.

“Apakah ini?” saya bertanya.
“Ini adalah plasenta istrimu. Adalah mujizat anak ini hidup.”
Dua bulan kemudian saya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Slamat pada sebuah panggilan altar di Gereja kami. Demikian juga istri saya pada hari itu. Tahun itu kakak saya, kakak ipar dan ibu mertua saya juga diselamatkan. Tepat sebelum kematiannya ayah mertua saya diselamatkan. Dalam setahun saya telah melihat lebih banyak mujizat daripada yang dapat saya percaya. Hal yang bertolak belakang sekarang saya mengajarkan Alkitab pada anak-anak saya sebulan sekali pada sekolah dasar. Dua puluh tahun sebelum saya memimpin anak-anak pada Tuhan.

Ayah saya meninggal pada saat saya 15 tahun. Hanya Tuhan yang tahu apa yang ada dihatinya pada saat dia meninggal. Yesus telah sangat mengubah hidup saya. sebelum saya diselamatkan saya sudah memiliki posisi atas dengan gaji yang bagus dan segala hal yang dunia miliki. Namun hal ini tidak membuat saya bahagia. Sekarang saya dengan gembira memberikannya kepada Tuhan semua milik saya adalah kepunyaan Nya. Saya merasa aneh berada di dunia ini yang bukan rumah saya namun berbahagia untuk melayani Tuhan di dalamnya sampai Dia memanggil saya pulang.

Bila seseorang yang sedang membaca ini yang menganggap dirinya intelek seperti saya dulu, ingin mentertawai kesaksian ini, saya menganjurkan mereka untuk mencoba hal ini. Berdoalah setiap hari selama 3 bulan sampai Tuhan menyatakan diri Nya dalam hidupmu. Letakkan kesombonganmu dalam pengetahuan dan kepercayaan bila Yesus adalah Tuhan, dapatkah Dia menjamah hidupmu. Dulu saya orang yang penuh dengan kesombongan karena kesuksesan dalam hidup saya dalam puncak hal ini saya merasa berada dalam keterpurukan. Hanya ketika saya menyadari bahwa hal itu karena Tuhan sehingga hidup saya diberkati dan saya berikan kemuliaan bagiNya. Saya berdoa siapapun yang membaca kesaksian ini akan memberikan Tuhan kemuliaan atas berkat-berkat dalam hidup mereka.

Tuhan memberkati – Barry

HOME

PERTOBATAN