Dibebaskan dari narkoba dan alkohol

Saya sudah hidup di Idaho sepanjang hidup saya. Saya dibesarkan di sekitar narkoba dan alkohol. Saya sudah merokok waktu usia saya mencapai 8 tahun. Sudah mabuk-mabukan pada usia 12 tahun dan karena hal itu saya selalu mendapat masalah dengan hukum. Pada usia 12 tahun saya minum dan merokok marijuana setiap hari selama bertahun-tahun. Saya tidak pernah tahu apakah kehidupan yang selayaknya atau hidup bersih. Saya selalu berpesta setiap waktu. Itulah hidup saya dan itulah yang saya lakukan. Saya diperkenalkan dengan Meth. Saya mulai merokok narkoba dan menghirupnya. Sebetulnya saya mulai menggunakan jarum suntik dan menyuntikkannya ke lengan saya. Hidup saya berantakan dan melewati berbagai macam keadaan yang bermacam-macam dan saya berakhir di penjara berkali-kali. Saya mencuri, berbohong, curang dan semuanya jadi satu dan yang saya ketahui adalah jauh di dalam diri saya. Saya bukan orang yang baik! Saya hampir kehilangan hidup saya beberapa kali. Saya mencuri dari teman-teman dan keluarga saya. Saya kehilangan akal. Saya bahkan tidak dapat berpikir jernih. Saya berakhir di penjara dan mengetahui bahwa pacar saya dibunuh. Saya bahkan lebih hancur lagi ketika saya menonton berita di penjara, dan melihat bahwa paman, ayah tiri, dan teman saya terlibat. Paman saya menembak dan membunuhnya. Saya sangat hancur dan tergoncang, mereka menempatkan saya di sebuah sel sendirian tanpa hubungan dengan wanita lain.

Saya tahu hidup saya sangat gila dan saya ada di saat yang terburuk. Saya teringat suatu kali menangis dan memberitahukan pada paman saya bahwa setan ingin mendapatkan saya. Saya ketakutan dan siap untuk mati. Saya tidak melihat ada cara untuk keluar dari kehidupan yang saya jalani ini. Ketika di penjara, mereka memanggil kami untuk mengikuti kebaktian gereja. Saya tidak pernah mendengar bahwa Yesus Kristus mengasihi saya dan mati bagi saya. Wanita itu menanyakan saya apakah saya mau menerima Yesus untuk hidup dalam hati saya. Saya ingat menangis tersedu-sedu untuk waktu yang lama atas kehilangan yang saya derita, hingga membuat mata saya bengkak. Saya berkata YA saya inginkan Yesus. Saya mengundang Tuhan untuk hidup di hati saya pada hari itu. Saya kembali ke sel saya dan mulai membaca Alkitab. Kemudian saya pernah tersandung dan kembali dengan narkoba lagi. Namun sesuatu yang berbeda kali ini. Saya memiliki kerinduan untuk membaca Alkitab. Dan mengetahui bahwa ini bukan kehendak Yesus untuk saya untuk mengkonsumsi narkoba. Saya di penjara lagi. Selama 3 bulan sementara menunggu untuk pergi ke pusat perawatan. Saya membaca dalam kitab Roma 7 bahwa kita melakukan hal yang tidak ingin kita lakukan. Saya juga belajar bahwa roh dan kedagingan selalu bertentangan satu dengan yang lain. Saya tahu Yesus bersama saya meskipun saya kembali ke narkoba dan dipenjarakan lagi. Saya belajar bahwa hati saya jahat. Dalam Yeremia 17:9-10 berkata: “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membantu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” Namun dalam Yehezkiel 36:26 Tuhan mengatakan bahwa Dia akan memberikan kita sebuah hati yang baru dan roh yang baru. Saya kehilangan segala sesuatu di dunia ini. Tidak punya pekerjaan, tidak punya mobil, tidak punya apa-apa. Namun saya berhasil mempertahankan kedua anak saya dan Yesus saya.

Sudah berjalan 3 tahun pada bulan Januari bahwa Tuhan melepaskan saya dari narkoba dan alkohol. Saya mendapatkan kembali semua yang musuh telah curi dari saya, beserta bunganya. Saya berdoa untuk mendapatkan seorang suami Kristen selama hampir 2 tahun. 10 bulan yang lalu saya menikahi seorang pria yang saya temui dalam sebuah pendalaman Alkitab. Dia sangat mengasihi Yesus dan kami berdua terlibat dalam pelayanan di penjara. Tuhan memperbarui pikiran dan hati saya dan menjadikan saya seorang manusia baru.

Kiranya Tuhan memberkatimu!

HOME

PERTOBATAN