|
Dibebaskan dari satanisme & ketidakwarasan Kesaksian saya di mulai sekitar 11 tahun yang lalu ketika pada suatu pagi saya pulang ke rumah dari kerja shift malam, bahagia menikah dengan 2 orang anak yang manis, seorang putra berusia 5 tahun dan seorang putri berusia 4 tahun. Ketika saya membuka pintu depan rumah, saya merasakan ada sesuatu yang berbeda tidak seperti biasanya. Ketika saya berjalan di ruangan istri saya menghampiri saya dan berkata bahwa dia ingin meninggalkan saya dan membawa anak-anak bersamanya. Saya berusaha menanyakannya apa yang terjadi dan mengapa dia melakukan hal ini, namun tidak ada jawaban. Dalam waktu beberapa menit, kakak laki-lakinya berhenti di luar dan menjemput dia dan mereka semua pergi dari kehidupan saya. Saya masuk ke dalam rumah dan dengan perasaan yang mati melingkupi saya, kemudian menjadi marah dengan hebat. Saya berteriak pada Tuhan, menanyakanNya mengapa Dia membiarkan hal ini terjadi. Saya tak mendapatkan jawaban atau saya tidak dapat mendengarkan Tuhan berbicara. Kemarahan saya memuncak dan saya membuka pintu rohani dimana mengijinkan iblis mengambil alih hidup saya. Menengok ke belakang sedikit. Ketika saya berusia sekitar 15 tahun saya bermain papan ouija bersama dengan beberapa teman dan dengan segera setelah itu saya punya kehausan pada film-film horror. Saya tidak akan merasa cukup dengan pembunuhan dan horror. Di masa remaja, saya ingat pernah membunuh binatang hanya sekedar senang menyaksikan mereka mati. Saya merasa terdorong dari hal ini dan juga membunuh serangga kecil dan memberikan mereka pada semut. Kembali ke masa kini. Kemudian saya memiliki keinginan yang tak terpuaskan untuk membaca buku okulitsme dan pergi membeli apa saja yang dapat dibeli. Saya mulai mempraktekkan proyeksi perbintangan dan visualisasi. Hal ini membawa saya pada bola kristal dan gereja spiritualis. Kemudian saya terlihat dalam satanisme dan di bawah penyertaan dari roh iblis, membuat sebuah gambar pentagram besar di kamar tidur berlantaikan kayu. Saya membuat lilin hitam dengan menggunakan darah saya sendiri dan mulai untuk bernyanyi dan mengundang setiap roh iblis masuk ke dalam tubuh saya. Saya tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan saya, saya ingin membunuh semua orang termasuk istri dan anak-anak saya. Semakin saya menjadi marah, semakin saya ingin merusak hidup saya. Setelah beberapa saat iblis menginginkan saya untuk memberikan pengorbanan darah pada mereka. Saya pergi keluar dan membeli pisau cukur yang biasa saya gunakan, untuk menyayat tangan dan kaki saya. Saya membentuk sebuah gambar salib terbalik di dahi saya dan meminum darah saya sendiri dengan air seni dan anggur. Kemudian saya bertemu dengan penganut satanisme lainnya (dipanggil pig) dan pacarnya Alex (Alexandra) dan dia mempunyai sebuah salib terbalik yang besar terukir di dadanya. Kami akan beraksi bersama dan mengundangnya ke rumah saya untuk melakukan ritual. Iblis itu kemudian menyuruh saya untuk mengajak anggota lainnya dan saya menemukan seorang lelaki muda yang merupakan calon yang cocok. Pada suatu malam kami pergi keluar untuk mencari kucing untuk dipersembahkan. Kami melakukannya dengan berkendara berkeliling lingkungan sekitar mencari kucing ramah yang akan membiarkan kami untuk menyentuhnya. Kami menemukan seekor kucing dan membawanya ke sebuah gereja pentakosta untuk dipersembahkan. Ketika saya mengeluarkan kucing itu dari mobil, iblis mengambil alih tubuh saya dan saya merasakan tangan saya mencekik leher kucing itu dengan kuat. Kemudian saya mengambil pisau dan memotong-motong tubuh kucing itu dan kami menggambarkan slogan setan dengan darah di tembok gereja itu. Seseorang telah melihat kami membunuh kucing itu, dan sesaat kemudian kami dikepung oleh petugas polisi. Saya tambahkan sedikit disini, bahwa pada waktu itu ada pasukan polisi khusus anti okultisme dan bermacam pendeta, dimana tugas mereka untuk menyelidiki semua kejahatan yang berhubungan dengan okultisme. Saya di tahan di sel polisi semalam dan selama sekitar seminggu sementara saya di interogasi. Kemudian saya di masukan ke squad care dan mereka membawa saya ke sebuah rumah dimana orang-orang sedang menanti untuk melepaskan saya. Ketika mereka mulai berdoa, iblis-iblis di dalam saya mulai menghempaskan saya dan saya menemukan diri saya melayang di atas lantai. Sekitar 6 orang berusaha menarik saya turun, namun tidak bisa menguasai saya. Kemudian saya dibawa ke rumah yang lain dimana mereka mencoba untuk melepaskan saya kembali. Namun saya berhasil melepaskan diri dari mereka dan menemukan diri saya sedang berlari menuju ke pusat kota. Ternyata polisi dihubungi dan meminta untuk mencari saya. Saya melolong seperti anjing dan mulut saya berbusa ketika mereka berhasil menyudutkan saya di luar sebuah kantor pos. Membutuhkan 10 orang polisi untuk menangkap dan memborgol saya. Kemudian saya dibawa ke rumah sakit setempat di mana saya di periksa oleh dokter dan memberikan saya obat penenang yang cukup keras, yang cukup untuk membuat pingsan seekor gajah. Saya ingat waktu saya terhempas, menghancurkan apa yang ada dan kemudian tidak ada apa-apa. Ketika saya datang keesokan harinya, saya di ikat di kasur di dalam bangsal khusus tempat kejiwaan. Di sanalah saya diberikan suntikan dan pengobatan setiap hari dan kemudian saya mengetahui bahwa dokter telah memberitahukan salah satu petugas polisi bahwa tidak ada harapan buat saya dan bahwa saya akan menjadi lemah seumur hidup saya. Setan mulai menghancurkan pikiran saya. Beberapa bulan kemudian saya dibawa ke pengadilan atas perusakan barang dan lain-lain dan hakim memutuskan untuk mengirimkan saya untuk dilakukan observasi selama 30 hari di sebuah institusi kejiwaan untuk melihat apakah saya layak untuk di adili. Dokter ahli jiwa disana menyimpulkan bahwa saya tidak layak untuk diadili dan meskipun kasus saya itu di batalkan, saya di kirim ke sebuah institusi kejiwaan lainnya sebagai pasien tetap yang artinya saya akan tetap tinggal di sana seumur hidup. Tidak akan mungkin saya di bebaskan. Saya berbahaya dan sebuah ancaman bagi masyarakat. Saya dibawa ke sebuah institusi kejiwaan dan di serahkan kedalam perawatan mereka. Saya terus menerus diberikan suntikan dan pengobatan setiap hari. Sekitar 3 bulan kemudian saya berbaring di ranjang saya memandangi atap ketika saya merasakan sensasi menggelitik di kedua kaki saya. Saat saya terbaring disana, hal itu mengangkat kaki saya perlahan-lahan. Saya menyadari sesuatu sedang terjadi pada saya dan berusaha menengok pada pasien di sebelah saya untuk mengatakannya apa yang sedang terjadi. Namun saya tidak dapat bergerak. Tubuh saya terkunci. Sensasi itu sekarang sampai ke sekitar dada saya. Kemudian saya berusaha memanggil pasien yang lain, namun tidak dapat berkata-kata. Lidah saya juga kelu. Sensasi itu berpindah ke kepala saya dan menyadari diri saya berada pada di permulaan sebuah terowongan panjang dan gelap. Tidak ada jalan lain untuk melalui terowongan itu. Tak dapat saya jelaskan, namun tidak ada jalan lainnya. Ketika saya memasuki terowongan itu, saya melihat sosok seseorang yang berdiri di sisi yang lain dalam terowongan itu. Ketika saya semakin mendekat sosok itu memalingkan wajahnya pada saya, dan saya menyadari itu adalah setan. Dia berkata bahwa dia datang untuk membawa jiwa saya ke neraka bersamanya. Dia memiliki rantai besar di tangannya. Saya ingat berteriak dan kemudian berbalik menjauhinya ke belakang terowongan itu. Dia tertawa dengan keras dan tiba-tiba saya mendapatkan diri saya kembali ke tubuh saya di ranjang. Saya basah dengan keringat. Saya memanggil perawat untuk meminta pertolongan dan dikatakan bahwa saya hanya berkahyal, namun saya sangat yakin bahwa sesuatu telah terjadi pada saya. Akhirnya secara perlahan kesadaran datang bahwa TUHAN YANG MAHA KUASA telah memberikan saya kesempatan lagi. Kemudian Tuhan mengirimkan saya para pekerja sosial Kristen dan DIA melakukan mujizat yang lain. Dalam waktu 4 bulan, saya di bebaskan dari institusi itu kedalam perawatan orang-orang dan pendeta gereja setempat di kampung halaman saya. Mereka melayani saya setiap hari dan saya mengalami banyak pelayanan pelepasan, saya menghancurkan semua buku okultisme saya, perhiasan dan lain-lain. Saya mengakui semua dosa-dosa saya kepada TUHAN YANG MAHA KUASA dan meminta Nya masuk ke dalam hati saya dan mengambil alih hidup saya. Dengan segera saya merasakan damai sejahtera yang melampaui segala pengertian. Orang-orang di gereja bahkan mengijinkan saya bermalam di rumah mereka sampai esok pagi ketika saya secara terus menerus tersiksa oleh iblis yang berusaha membunuh saya. Saya di undang untuk memberikan kesaksian saya pada sebuah gereja Methodist dan di sanalah saya bertemu dengan calon istri saya. Setan telah banyak kali berusaha untuk membunuh saya dengan membuat mogok mobil kami direl kereta sementara kereta datang dan dengan meledakkan ban mobil kami ketika berkendara dalam kecepatan tinggi. Namun tangan Yesus ada dalam hidup kami. Sekarang saya sedang belajar untuk menjadi pendeta dan akan melayani Tuhan seumur hidup saya.Saya adalah sebuah kesaksian hidup atas apa yang Tuhan telah lakukan pada saya. Dan apa yang telah Dia lakukan pada saya, Dia juga akan lakukan padamu. John Randall |