|
DISEMBUHKAN DARI DEPRESI DI JURANG BUNUH DIRI Nama saya Dale Marie, saya adalah seorang Kristen baru, walaupun saya diselamatkan tahun 1988, saya datang mengenal Tuhan Yesus dalam sebuah hubungan pribadi pada 4 tahun belakangan ini. Kebanyakan dalam hidup saya telah bergumul dengan depresi, saya telah mencoba melakukan bunuh diri banyak kali sampai tidak terhitung, saya kecanduan dengan obat-obatan resep dan banyak hari-hari saya dipenuhi dengan bagaimana saya dapat membunuh diri saya. dan tiap kali saya mencobanya, saya akan gagal. Saya mengambil aspirin sebanyak 150 butir sampai 50 obat penahan sakit dalam satu waktu, tapi saya akan bangun keesokan harinya menjadi marah bahwa saya telah gagal, hanya untuk mencoba lagi. Untuk mempersingkat cerita, saya berada diakhir kemampuan saya, saya telah terjerat dengan obat-obatan yang saya tahu inilah satu-satunya, saya lelah dengan perasaan sakit dalam hidup saya, saya tidak ingin merasakannya lagi. Pada suatu pagi, saya mencoba memanggil Tuhan sambil saya berdiri di pancuran air (shower. Dan memohon pada Nya untuk menolong saya, saya merasakan sesuatu menjamah dari kepala saya dan bergerak ke seluruh tubuh, dan merasakan sebuah kelepasan dari depresi, seperti matahari telah terbit. Dan saya tahu saya telah disembuhkan, saya dalam pengaruh prozac saat itu dan Tuhan menyuruh saya untuk melemparkannya keluar, saya tidak akan pernah membutuhkan itu lagi. Sekarang sudah 4 tahun dan saya bebas dari depresi yang menghancurkan hidup saya hampir 20 tahun. Saya mulai duduk dan berdoa di tempat yang hening, saya ingin sekali melihat Yesus meyentuh tangan dan rambut Nya, menjadi sedekat mungkin dengan Nya ketika pada suatu hari saya duduk di tempat yang sunyi, pikiran saya hanya menginginkan untuk dekat dengan Nya. Dan ketika saya duduk disana saya dapat melihat Nya dan tangan saya menggapai untuk menjamah Nya, hanya dikatakan bahwa pertama saya harus memuji dan menyembah Nya sebelum datang ke tahta itu. Menjadi orang Kristen yang baru saya pikir saya melakukan kesalahan. Saya tidak tahu tentang memasuki ruang tahta, saya tidak tahu tentang memberikan pujian dan penyembahan pada Tuhan kita. Namun segera saya belajar bahwa inilah jalan yang Tuhan inginkan untuk mendekati Nya. Saya masih ingat betapa kuatnya keinginan saya untuk melihat Dia, dan yang melihat Dia duduk disana. Sejak saat itu Tuhan menunjukan pada saya banyak hal, yang membawa saya lebih banyak halaman untuk ditulis daripada cerita ini. Hidup saya diselamatkan dan saya tidak pernah dapat berpikir tanpa Tuhan dalam hidup saya, saya pasti akan mati tanpa Dia. Tuhan memberkati, |