KEBANGKITAN PRIBADI DI NORWEGIA


Ada seorang pendeta di Oslo yang mencari Tuhan di masa mudanya. Pada usia 27 tahun, dalam sebuah penglihatan penuh, dia dibawa ke sebuah kebaktian yang diadakan oleh Rasul Paulus. Dia sesungguhnya hadir disana. Dikebaktian ini, dia melihat Paulus mengadakan sesuatu seperti sebuah panggilan altar, dan dia sesungguhnya melihat orang-orang berlari kedepan menjerit untuk memperoleh hal-hal akan Tuhan. Hadirat Tuhan ada dalam perkataannya, diluar dari dunia ini, dan seperti tidak pernah dia alami sebelum dan sesudahnya.

Saat ini, dalam hari karismatik kita, Anda dapat melambaikan tangan dan orang-orang akan berteriak dan berlari ke depan mimbar karena mereka telah terbiasa. Namun orang-orang ini adalah orang yang mengetahui bahwa keputusan mereka sesungguhnya dapat berakibat pada hidup mereka, dan mereka tidak akan melakukan apa-apa kecuali mereka bersungguh-sungguh.

Jadi bagaimana kamu dapat memperoleh inti terdalam pada manusia, dimana kerinduannya menjadi begitu kuat sehingga mengesampingkan setiap pikiran yang dia miliki tentang seluruh hidupnya dan segala sesuatu didalamnya?

Saya percaya ada dua hal : kedalaman dan kenyataan.

Kedalaman berhubungan dengan seberapa dalamnya manusia digerakkan oleh hal-hal tentang Tuhan. Kenyataan berhubungan dengan seberapa terhukumnya manusia dari hal-hal tentang Tuhan dan kenyataan mereka.

Kebanyakan dari apa yang kita lihat hari ini, adalah pertanyaan atas kedangkalan dalam 2 bagian itu. Orang orang dapat menyaksikan mujizat terjadi sepanjang hari, terkecuali jika mereka dihukum oleh Tuhan dalam hati mereka, itulah yang akan terjadi.

Dalam konteks ini, saya ingin membagikan dengan Anda sebuah pengalaman yang saya miliki sebagai orang Kristen, sekitar setahun yang lalu. Sekarang saya terbiasa untuk berjalan dalam Roh, dan berlanjut dengan dipenuhi oleh Kemuliaan Tuhan. Sampai ke tingkat tertentu. Selalu menjadi pertanyaan akan “sampai ketingkat tertentu.”

Sebetulnya saya sedang menonton sebuah film di tv. Seorang wanita sedang memainkan gitar dan menyanyikan sebuah lagu untuk kekasihnya. Hanya sebuah film yang biasa saja. Namun pada titik itu kenyataan atas kehadiran Roh memenuhi ruangan itu sampai saya yakin meninggal ada cairan dan akan mengancam kemampuan saya bernafas. Saya laki-laki yang susah emosional, khususnya jika saya mencoba. Itulah begaimana saya menghadapi hal itu, saya tidak tidak menambahkannya sendiri. Namun hal ini sangat nyata hingga kamu dapat mematikan keberadaan yang lainnya, bahkan layar tv, dan saya akan sulit mengetahuinya. Saya tenggelam dalam awan kemuliaan, dan tidak mencoba untuk itu sama sekali. Sebenarnya, kemuliaan Tuhan adalah satu-satunya hal yang ada, setiap persepsi sensasi kelihatannya menjadi bagian dari awan kemuliaan, dipenuhi didalamnya.

Apa yang saya dapat, kedua hal kedalaman dan kenyataan. Roh atas segalanya sangat menarik hati dan dapat membuat saya terlena pada pesonanya. Dan itu pastilah Roh Tuhan. Factor yang nyata adalah ...tertekan.

Apakah akibatnya bagi saya? Untuk pemula saya berhenti untuk melihat pada dunia ini dengan nyata, dalam perbandingan. Saya sesungguhnya benar-benar dipenuhi didalam dengan kenyataan lain yang bukan dari dunia ini. Kemudian kedua hal yang mempesona atas segalanya dan faktor kenyataan telah sungguh membuat saya gila. Namun dalam arti yang baik.

Sejak dari hari itu, hati saya telah merenungkan setiap detik tentang bagaimana untuk dapat kesana, secara permanent.

Kedalaman + kenyataan = dampak yang sangat kuat

Hal ini juga berkerja dengan para pendosa juga. Saya telah melihat pendosa dalam kenyataan dan kedalaman penyerapan hati atas Roh, dimana mereka telah diajarkan secara langsung siapa Kristus itu. Siapa Roh itu dan bagaimana. Dia ingin berhubungan dengan mereka. Saya telah melihat mereka menyerahkan setiap serat dalam tubuh mereka untuk diliputi dalam kenyataan itu. Dan saya berbicara tentang pribadi yang sangat kuat, yang tidak akan berakhir dalam suatu pemujaan. Tentu mereka melawan itu, seperti para pendosa lakukan. Semakin mereka tenggelam, semakin mereka melawan. Kebanyakan dengan diri mereka. Melangkah keluar kedalam Roh membutuhkan penyerahan hidupmu pada salib. Itulah satu-satunya jalan. Itulah standar yang kita pegang. Yesuslah pintu gerbangnya.

Triknya adalah sekali mereka telah membuang diri mereka pada kenyataan dengan segenap hati mereka, kesempatan mereka untuk berhasil sebagai orang Kristen adalah sangat mengagumkan. Semuanya dimulai disana, dan tidak ada yang mereka inginkan lagi, jadi bagaimana mereka dapat gagal ?

Penginjil dari Norwegia.

HOME

PERTOBATAN