Keluar dari narkoba dan gelandangan ke dalam Kristus

Saya lahir dan dibesarkan di Burley. Idaho. Saya menikah ketika usia saya 18 tahun. Alasan saya menikah karena saya sedang hamil. Ketika saya berusia 23 tahun, saya bercerai dengan 2 orang bayi yang harus dibesarkan sendirian. Orang tua saya sangat baik mau membantu saya, namun ayahnya anak-anak tidak pernah datang meskipun dia tinggal hanya 20 mil jauhnya. Saya sendirian selama 11 tahun sampai saya menikah kembali. Pernikahan itu berlangsung selama 4,5 tahun. Kemudian saya sendiri lagi, hanya saja kali ini saya benar-benar sendiri. Anak perempuan saya berusia 18 tahun dan hidup sendiri, melakukan urusannya sendiri. Anak lelaki saya tidak mau banyak berurusan dengan saya karena perceraian itu. Dia tinggal di sana. Dia  telah diadopsi oleh lelaki yang saya ceraikan.

Maka saya merasa ditinggalkan, saya menjadi peminum berat. Saya baru saja lulus dari universitas setempat dan tidak bekerja. Saya berada dalam situasi dimana saya harus pindah dengan ibu dan ayah saya. Alangkah hinanya!! Berusia 40 tahun dan hidup dengan ayah dan ibu!! Maka saya minum sangat banyak. Saya terus melakukannya, 3 dan 4 hari sekali.

Akhirnya saya mendapatkan pekerjaan bekerja di sebuah kantor. Saya sangat menyukainya namun saya masih minum. Wanita yang menjadi atasan saya tahu bahwa saya masih minum. Dia tidak ramah pada saya. Setelah sekitar 1,5 tahun saya mendapatkan pekerjaan lain di sebuah kasino yang berjarak sekitar 75 mil jauhnya. Saya pindah ke kota kecil di mana saya bisa naik bis dari dan menuju ke tempat kerja setiap hari.

Tidak lama setelah saya pindah, saya bertemu dengan Bob. Kami mulai hidup bersama dalam 2 minggu. Dia tidak minum hanya sekali-sekali saja. Ketika kami minum bersama-sama kami bertengkar seperti anjing dan kucing. Saya berhenti minum. Bob suka merokok marijuana. Saya pernah merokok marijuana waktu dulu, maka saya merokok bersamanya. Pada awalnya, saya hanya mencoba beberapa sedotan pada saat itu karena saya tidak ingin terlalu teler. Namun dengan berjalannya waktu, saya tetap melakukan bersamanya. Sekali-sekali kami menghisap ganja, namun itu hanya satu kali saja pada akhir pekan.

Setelah kira-kira setahun,kami pindah ke Twin Falls. Hal itu mungkin adalah kesalahan terbesar yang pernah kami buat. Namun pada saat itu, saya pikir itu adalah keputusan yang bagus. Putri dan cucu saya tinggal di sana begitu juga dengan anak-anak Bob. Saya pikir itu akan menjadi tempat terbaik yang memampukan kami untuk berhubungan lebih lagi dengan anak-anak kami.

Segera kami terlibat dengan orang-orang yang menjual ganja. Kami menjual marijuana dan kami menjual marijuana untuk membeli ganja. Permasalahannya hanya itu bukan marijuana milik kami. Kami meminjam uang pengedar kami atas marijuana yang kami perdagangkan. Suatu malam seorang laki-laki datang ke rumah kami dengan sebuah senapan untuk memaksa kami membayarnya. Keesokan harinya kami pergi dan menjual televisi, VCR,dan stereo kami untuk mendapatkan uang dan membayar lelaki itu.

Kami menghisap ganja. Beberapa tahun yang lalu Bob akan menyuntikkan itu ke tangannya. Dan sekali-kali Bob mulai melakukannya lagi. Namun dengan berjalannya waktu, dia melakukannya setiap waktu. Saya bisa melihat dia jauh lebih teler dari saya, maka saya memohonnya untuk mencobanya juga. Membutuhkan permohonan yang lama, namun akhirnya dia memberikannya. Kesalahan besar!! Alasan mengapa saya tidak pernah menyuntikkannya ke tangan saya adalah karena saya takut ketagihan. Saya melakukannya. Kami menjual semuanya yang kami punya dan menyuntikkannya ke tangan kami.

Kami tenggelam dalam ganja itu dan hampir kehilangan satu dengan yang lain. Saya tidak menyukai diri saya lagi. Tidak seorang pun menyukai saya. Hilanglah sudah orang yang manis, pengasih dan menjadi orang yang saya tidak kenal. Saya tidak punya penyesalan berkata pada seseorang untuk “pergi” jika saya tidak menyukai apa yang mereka lakukan atau katakan. Saya dan Bob hampir setiap saat bertengkar. Ketika kami bertengkar, kami benar-benar telah terprogram. Kami menggunakan sekitar 1 gram sehari selama 1 tahun, terkadang lebih, jika kami punya uang. Anak-anak saya jarang berkunjung. Ketika mereka datang berkunjung, terlihat banyak kecemasan di wajah mereka. Hal itu seburuk saya tidak melihat mereka. Ganja yang mereka miliki mengandung heroin di dalamnya. Oleh karena itu, hal itu membuat sangat kecanduan. Setiap kali kami berpikir untuk berhenti, akan ada seseorang mengetuk pintu yang menawarkan kami untuk mencobanya atau menjualnya bagi mereka. Rumah kami adalah kekacauan total. Listrik dan air sudah diputuskan karena kami tidakmembayar tagihan kami. Saya cukup handal dengan lampu senter dan lilin.

Akhirnya kami sampai ke titik dimana kami sadar bahwa kami harus berhenti atau kami akan mati atau dipenjarakan. Kami tidak ingin berhenti, kami hanya tahu kami harus berhenti untuk bertahan hidup. Saya dalam pikiran yang yakin bahwa saya tidak pernah berpikir hal itu mungkin terjadi. Saya tahu bahwa kami harus keluar dari sana.

Putranya Bob telah melarikan diri dari sana dengan pindah ke Salem, Oregon. Dia telah memberikan undangan terbuka untuk ikut bersamanya juga. Saya mengumpulkan cukup uang dengan menjual apa yang tersisa dan segera pergi ke agen perjalanan. Saya membeli 2 tiket satu kali perjalanan ke Salem. Saya harus membayar tiket itu 3 bulan di muka untuk mendapatkan harga murah. Pada 3 minggu berikutnya kami diusir dari rumah kami, tidur di halaman rumput depan, dan akhirnya pindah ke rumah teman yang sangat menyukai narkoba seperti kami. Bob tidak mau pindah, namun saya tahu kami harus pindah. Kami harus pergi ke suatu tempat dimana kami tidak mengenal seorang pun. Tidak ada hubungan.

Akhirnya saatnya tiba dan kami terbang dari Boise ke Portland dan menaiki bis ke Salem, Oregon. Kami tidak punya uang. Kami tinggal di rumah anaknya Bob selama 1,5 minggu, sampai dia mengatakan pada kami untuk pergi. Kami senantiasa bertengkar karena kami tidak menggunakan narkoba lagi. Ketika kami masih di Idaho kami saling toleransi ketika kami teler. Jika kami sedang teler, hubungan kami baik-baik saja, namun jika kami tidak menggunakan narkoba, hati-hati!!

Kami sekarang gelandangan. Kami mulai hidup di sungai di Salem. Suatu malam ketika kami sedang mencari tumpangan, wanita ini berhenti dan membawa kami. Ketika kami naik ke mobilnya dia berkata,”Nak, Tuhan pasti sangat mengasihimu. Dia mengatakan pada saya untuk berhenti dan membawa kamu dan saya tidak pernah membawa orang yang mencari tumpangan.” Dia mengatakan pada kami letak gerejanya dan mengundang kami untuk datang. Hal ini terjadi dalam waktu seminggu setelah kami tiba di Salem.

Pada tahun 1980, saya telah menerima Tuhan sebagai Juruslamat pribadi saya. Saya selalu ingin melayani Dia sepenuhnya namun tidak pernah tahu bagaimana sampai ke sana. Jauh lebih mudah untuk minum atau narkoba dan berusaha untuk menenggelamkan kesedihan saya.

Ketika saya bertemu Bob, dia sudah mulai pergi ke pembelajaran Alkitab di Christian Church. Dia dulunya penganut Mormon dan tidak percaya pada Yesus namun ingin lebih dekat dengan Tuhan. Hal ini sungguh menarik saya karena saya percaya. Maka saya menawarkan diri untuk pergi ke pembelajaran Alkitab bersamanya. Saya terus menceritakan dia bahwa Yesus adalah Tuhan dalam daging yang mati untuk kita untuk menebus kita dari dosa, karena Dia sangat mengasihi kita. Dia tidak mempedulikannya, tidak peduli berapa banyak saya berbicara. Pada suatu hari Minggu, kami pergi ke gereja dan pengkotbah sedang membacakan ayat yang mengatakan hal yang sama dengan yang saya katakan. Minggu itu dia menundukkan kepalanya dan meminta Yesus untuk mengampuni dia atas dosa-dosanya dan meminta Nya untuk masuk ke dalam hatinya. Saya tahu saya diselamatkan, karena ada ayat lain yang mengatakan bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita atau membiarkan kita.

Kami pergi ke gereja di tempat yang biasa sampai mantan istrinya Bob datang di tengah-tengah kami. Kami mencoba dan mencoba untuk menikah namun pendeta gereja yang kami hadiri itu mengatakan pada kami bahwa jika Bob dan saya menikah, Tuhan akan meninggalkan kami. Itu adalah versi manusia dan kami mengetahuinya karena Tuhan telah memberkati kami. Dia tahu bahwa kami ingin benar dengan Nya. Pada satu sisi Bob meninggalkan saya dan kembali kepada mantan istrinya untuk melihat apakah itu yang benar-benar Tuhan inginkan.

Para pendeta itu lupa untuk menyebutkan bahwa ada kasih karunia, atau dengan kata lain,pengampunan. Alkitab berkata : dengan kasih karunia kamu diselamatkan, oleh iman itu bukan hasil usahamu; itu adalah pemberian Allah jangan ada orang yang memegahkan diri. Bob kembali kepada saya. kami dikucilkan dari gereja karena mereka melupakan kasih karunia. Tuhan mengasihi kami dan membenarkan kami dalam kasih. Manusia terkadang mencoba dan menolong Tuhan dengan membenarkan kami dengan caranya sendiri. Kemudian orang-orang berbalik dari Tuhan. Dia menginginkan kita untuk menghampiri Nya karena Dia tahu bahwa kita tidak dapat mempercayai manusia. Hanya Dialah yang bisa kita percayai. Kasih Nya adalah satu-satunya kasih yang kita bisa andalkan.

Setelah wanita itu membawa kami, kami berusaha untuk mencari gereja itu yang dia katakan pada kami namun sia-sia. Suatu hari ketika kami sedang menaiki sepeda. kami berhenti untuk beristirahat dan melihat. Kami berdiri persis di depan gereja itu!! Saya masuk ke dalam untuk memeriksa dan mendapatkan bahwa mereka telah berdoa untuk kami. Tuhan membawa kami ke sana!!

Kami pergi belajar Alkitab pada keesokan malamnya. Kami menerima baptisan dari Yesus. Hal inilah yang kurang dari saya sejak saya menerima Tuhan. Saya selalu diajarkan bahwa saya sudah memilikinya. Namun apa yang saya dapatkan dari pembacaan Alkitab saya adalah ketika saya mengucapkan doa untuk orang berdosa, Roh Kudus datang dan tinggal dalam tubuh kita, Ketika saya meminta baptisan dari Yesus, saya menerima kuasa Yesus.

Setan tidak ingin kita memiliki kuasa ini. Karena jika kita memilikinya, kita bisa menghalau dia di dalam nama Yesus dan dia harus pergi. Dia memiliki banyak iblis di mana-mana yang menyiksa orang-orang karena mereka tidak tahu yang lebih baik. Alkitab juga mengatakan,”UmatKu binasa karena kurang pengetahuan.” Ini adalah beberapa nama yang disebutkan: ketakutan, alkohol, obat-obatan, sihir, pertentangan, kecemburuan, kegagalan, kemarahan. Setan ingin membawa kita ke sana dan membuat kita sengsara supaya kita dapat menyalahkan Tuhan. Itu sama sekali bukan Tuhan, itu pekerjaan setan. Setan ada untuk membunuh, mencuri dan membinasakan.

Yesus datang untuk menjamah, menyembuhkan dan menyelamatkan. Tuhan sangat mengasihi (kamu dan saya) hingga Dia datang ke dunia sebagai manusia, Yesus untuk mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita. Ketika Dia melakukan hal itu Dia mengalahkan setan. Setan ada di bawah kaki kita. Ketika kita mengusir dia dalam nama Yesus, dia harus pergi. Yesus adalah nama di atas segala nama. Semua lutut harus bertelut dalam nama Yesus. Iblis gemetar pada nama Yesus.

Kita tidak harus mengubah segalanya untuk datang pada Yesus. Kita tidak bisa dengan usaha sendiri. Kita membutuhkan pertolongan Nya. Dia mengubah hati kita. Namun Dia memberikan kita kehendak bebas. Yang lakukan memohon. Ini adalah doa yang kamu harus ulangi. Kamu dapat mengucapkannya tepat di mana kamu berada. Kamu tidak harus berada di gereja untuk berbicara pada Tuhan. Pergi ke gereja hal itu menolong dan dikelilingi oleh orang-orang gereja daripada orang dunia. Hal itu memberikan kita kekuatan dengan mengetahui bahwa ada orang lain yang pernah mengalaminya juga. Yesus adalah sahabat terbaik yang pernah kamu punya. Dia akan mengasihi kamu tidak peduli apapun dan Dia tidak akan pernah meninggalkanmu. Dia ingin memberkatimu.

Yesus saya tahu, saya tidak dapat melakukannya dengan kekuatan saya sendiri. Tolong ampuni saya dari segala dosa-dosa saya. masuklah ke dalam hatiku dan menjadi Juruslamat pribadiku. Baptislah saya dengan Roh Kudus Mu. Saya menerima Mu sekarang. Terima kasih Yesus.
Dalam nama Yesus, Amin.

Bob dan Susie Edwards.  

HOME

PERTOBATAN