|
Kemenangan atas kedagingan menghasilkan buah untuk kehidupan kekal Puji Yesus : Cheryl duduk disebelah saya di kelas biologi, kelas 10. saya orang muda yang sedih dan kepahitan berlawanan dengan kepribadian Cheryl yang memuaskan dan tenang. Dia tinggi dan kurus, dengan tampang yang banyak model miliki pada musim gugur tahun 1968. Saya melihat dalam satu hal bahwa Cheryl telah hilang dari sekolah untuk sebentar. Kabarnya mereka telah menemukan sebuah benjolan di lututnya semasa fisik rutin di sekolah. Biopsi telah menyimpulkan itu adalah berbahaya. Kakinya diamputasi mulai dari atas lututnya. Saya ingat kengerian yang saya rasakan pada berita itu. Seseorang yang manis saya yakin hal itu menjadi pukulan baginya. Saya pasti sudah salah. Ketika Cheryl sudah cukup sembuh, dia kembali kesekolah, dengan tongkat, langkahnya berayun dan sebuah senyuman diwajahnya! Sikapnya yang kalem membingungkan saya. Ada apa dengan gadis ini? Melalui terapi kankernya berbulan-bulan, ketetapan hatinya untuk tetap bersemangat sangat kentara dan membingungkan. Tahun sophomore (tahun kedua universitas di US) semakin dekat. Di musim panas, Cheryl dipasangkan dengan sebuah anggota badan palsu. Namun segera kanker yang lain ditemukan. Pada musim gugur tahun 1969, dia tidak dapat bertahan dengan kankernya dan meninggal. Pemakamannya diadakan di gereja rumahnya, dan didatangi oleh para murid, termasuk diri saya. jika saya dibingungkan dengan kepuasan di wajah Cheryl atas pencobaan demikian, saya sungguh bingung dengan kenyataan “kegembiraan” dalam kematian Cheryl. Ya, ada air mata; ya, saya mendengar tangisan. Namun Pendetanya Cheryl mengenakan isyarat dari senyuman diwajahnya, ketika dia berbicara mengenai “kemenangan” Cheryl dalam Yesus. Apa? Apakah laki-laki ini gila? Apakah orang-orang ini gila? Dimana ada kemenangan dalam sebuah kematian mengerikan ini, dalam usia muda dari seseorang dengan karakter yang sangat baik? Saya meninggalkan kebaktian pemakaman Cheryl dengan marah dan bingung. Pada musim semi tahun 1971, saya lebih muram dan mengasihani diri sendiri lebih dari sebelumnya. Saya masih tidak tahu siapa yang mengatakan pada saya tentang hal itu, tapi saya mendengar sebuah “kebaktian kebangunan” diadakan di gereja Cheryl! Saya memutuskan untuk sekali ini bahwa saya akan datang untuk mencari tahu apa yang membuat orang-orang ini “tidak waras” dan mengungkapkan kepercayaan mereka. Sedikit yang saya ketahui bahwa Tuhan telah “menjebak” saya dan siap untuk “menyerang” hati saya untuk Nya. Pengkotbah itu berkata,”Apakah kamu merasa seakan-akan tidak ada dalam hidupmu yang berhasil? Bahwa tidak berarti? Semua harapan dan mimpimu telah gagal?” Kotbah macam apa ini! Saya berpikir sendiri. Sudahkah ada seseorang yang mengatakannya saya seperti itu? Segera saya menyadari saya perlu untuk melarikan diri dari gereja itu disaat pintu terbuka! Ketika hal itu terjadi, Pendeta dan Penginjil tamu itu membentuk 2 orang dipintu kamu tidak keluar tanpa bersalaman secara pribadi. Pendeta itu mengambil tangan saya dengan kedua tangannya, senyuman yang lebar itu mencari wajah saya. “Terima kasih atas kedatangan anda malam ini apakah anda menikmati kebaktiannya?” tidak untuk mengembalikan pertanyaan, saya memandang kaki saya dan menggunakan sesuatu seperti,”baik, saya punya banyak pertanyaan yang tak terjawab ” Melihat kembali hal ini beberapa tahun kemudian, saya mentertawai kekurangan pengetahuan saya mengenai pengijilan!”Saya mempunyai banyak pertanyaan yang tak terjawab.”??? Ya Tuhan, pertanyaan semacam itu adalah musik bagi telinga para penginjil!”Baik, mari kita masuk kedalam di balik ruangan dan membicarakan beberapa pertanyaan ini,” Kata laba-laba (aka, penginjil tamu) kepada lalat (aka, saya) Ini adalah tahun 1971 dan saya sangat anti Vietnam. Satu dari pertanyaan “paling tangguh” saya adalah “Jika Tuhan sangat baik, bagaimana sesuatu yang menakutkan seperti perang ini terjadi?” Si penginjil membuka Yakobus 4: “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” Saya kebingungan. apa ini? Sebuah jawaban? Dari Alkitab? Buruknya, itu masuk akal! Merasa malu atas “buta huruf” seperti itu dapat sesuai dengan apa yang saya rasakan adalah keberanian mental saya, saya berhela nafas panjang dan mulai melancarkan pertanyaan. Saya terpana, mereka dapat menjawabnya secara efektif langsung dari Alkitab mereka. Akhirnya, penginjil itu berkata,”Jan, jika benar ada Tuhan, dan Dia sebaik yang kami telah katakan padamu, apakah kamu sungguh percaya Dia dapat melakukan hal yang buruk untuk menggerakkan hidup mu daripada yang kamu miliki?”Sekali lagi saya tidak bisa merespon. Dengan penuh takut, saya memutuskan untuk memberikan kesempatan pada Tuhannya mereka. Doa saya adalah sesuatu yang agak tidak-berkomitmen. “Tuhan, jika Engkau adalah seperti yang orang-orang ini katakan, dan jika Engkau sungguh dapat mengampuni saya dan memberikan saya awal kehidupan yang baru, maka saya memintaMu untuk masuk kedalam hatiku, ampuni aku, dan bekerjalah dalam hidupku mulai sekarang.” Wham ! saya berdoa dengan doa yang instant, saya tahu—Dia nyata, Dia mengasihi saya, dan mengampuni saya! Saya ingin mengatakan pada anda, saya telah berjalan dengan setia bersama Tuhan sejak hari itu. Itu tidak benar. Kurang dari 10 bulan kemudian, saya berpaling dari Tuhan. Banyak hal yang salah terjadi. Saya berpikir pasti Tuhan tidak sungguh mengasihi saya. saya dengan sengaja berencana untuk melanggar seluruh 10 perintah Tuhan, dan selama hampir 3 tahun saya hidup dalam dosa yang rendah dan keinginan tidak taat. Pada musim gugur 1974, saya telah pergi begitu jauh bahkan saya ketakutan, maka saya bergabung dengan Angkatan Udara dalam kelemahan mencoba untuk menguatkan diri saya sendiri. Saya dibebas tugaskan pada 24 Februari 1975. pada liburan Natal, beberapa mantan teman sekolah mengundang saya datang ke pertemuan kecil. Sudah lebih dari 3 tahun sejak saya melihat teman-teman sekelas saya. saya pergi. Untuk menyempurnakan ketidak percayaan saya, mereka semua telah menjadi orang Kristen pada saat itu! Dan apakah anda akan percaya, banyak dari antara mereka juga datang kepada Kristus karena kesaksian hidup Cheryl! Sementara saya mencoba untuk menghindari dari hal itu, pada waktu terakhir gadis-gadis ini telah melihat saya berbicara pada mereka tentang Yesus. Secara alami mereka menganggap saya baik-baik saja. Ketika mereka bertanya, pecah tangisan saya, dan dengan lembut mereka membimbing saya kembali pada Yesus dengan berkomitmen iman kembali. Kematian Cheryl memimpin saya kepada Yesus dan secara tidak langsung melalui yang lainnya yang dia jamah, dia juga membimbing saya kembali kepada Yesus. Karena iman saya, kedua anak saya mengenal Yesus dan satu orang aman di rumah bersamaNya sekarang. |