|
Ketakutan dan ketidakpastian atas apa yang akan terjadi
pada saya setelah kematian
Pada suatu hari saya menjadi beku dengan ketakutan akan pikiran tentang apa yang akan terjadi pada saya jika saya mati. Secara perasaan saya atau bahwa ada sesuatu yang lebih dari kehidupan, saya tidak tahu. Namun saya menjalani hidup, mengejar impian saya akan karir di bidang musik. Hal itu cukup mengalihkan saya untuk tidak memikirkan pertanyaan besar itu. Beberapa waktu kemudian, teman baik saya mengatakan tentang pengalaman yang dia miliki bersama Yesus Kristus yang mengubah hidupnya secara radikal. Saya membantah gagasan itu. Akhirnya saya menyerah pada desakannya untuk menemui beberapa orang yang lain yang juga mengalami hal yang sama. Saya akui ada sesuatu yang nyata tentang apa yang dialami oleh orang-orang ini, namun bagi saya, saya sudah terjun dalam karir musik saya dan tidak ada tempat untuk hal semacam ini.
Kembali saya mengubur pertanyaan tentang kehidupan setelah kematian di dalam kesibukan dan agresi untuk tempat dalam dunia musik. Suatu hari, ketika berada di jalan, saya bertemu dengan seorang pria di sebuah hotel di Toronto Kanada, dimana saya bermain musik. Kelihatannya dia tertarik pada saya. Setelah kami mengakhiri diskusi kami dan tepat sebelum kami berpisah, dia memberikan saya sebuah buku yang menceritakan kejadian yang Alkitab katakan akan terjadi sebelum kiamat. Buku itu benar-benar mengejutkan saya. berdasarkan apa yang sedang terjadi di dunia pada saat itu, saya menyimpulkan bahwa apa yang saya baca dapat benar menjadi kenyataan, dan jika demikian apa yang akan terjadi pada saya? Namun kembali saya melanjutkan pada pengejaran karir musik saya dan sekali lagi mengubur masalah itu dalam kesibukan saya.
Sekitar 5 tahun kemudian saya mendapatkan dorongan untuk membaca Alkitab. Saya memulai namun hanya berlangsung sehari. Beberapa bulan kemudian saya punya perasaan bahwa dengan sangat segera saya akan berurusan dengan Tuhan, meskipun saya tidak tahu apakah itu. Suatu hari saya pulang ke rumah dan merasakan secara batin apa yang saya kenal dengan hadirat Tuhan di seberang kamar. Dia mengundang saya untuk bersama Nya. Saya takut dan berkata,”Saya belum siap, dan saya terlalu takut.” Setelah beberapa saat Dia pergi. Sekitar sebulan kemudian, saya bertemu dengan seorang lelaki muda bernama Dave yang sedang membawa Alkitab dan sebuah buku yang sama yang pria di Kanada itu berikan pada saya lima tahun yang lalu. Saya katakan padanya bahwa saya sudah membaca buku itu dan buku itu adalah buku yang bagus. Dia mulai menceritakan pada saya tentang Yesus Kristus dan bagaimana Dia mengambil tempat saya untuk disiksa dan menderita kematian yang sadis sebagai bayaran untuk dosa-dosa saya supaya saya layak berhubungan dengan Tuhan dan mempunyai jaminan tempat di surga setelah saya mati. Saya mendengarkan dan kemudian mengatakan padanya bahwa saya akan menelepon dia jika saya ingin mengetahui lebih banyak tentang hal itu. Saya mendapatkan nomor teleponnya, dan tidak sungguh - sungguh ingin meneleponnya, dan terus pergi.
Pada titik itu, saya berpikir, benarkah hal itu? Kemudian saya berpikir, ini bisa jadi kesempatan terakhir saya untuk mencari tahu apakah yang Alkitab katakan itu benar, dan saya benar-benar harus mengambil kesempatan ini untuk mencari tahu hal itu sekali untuk selamanya. Kemudian saya kembali padanya dan mengatakan bahwa saya ingin mengetahui untuk diri saya apakah yang dikatakan Alkitab itu benar. Saya memintanya untuk menuntun saya dalam pencarian saya. Dia menganjurkan saya untuk mendapatkan Alkitab dan buku pembelajaran Alkitab untuk membantu saya mempelajari beberapa hal penting yang Alkitab katakan mengenai manusia, Tuhan dan kekekalan. Kami mulai bertemu secara teratur untuk melihat apa yang Alkitab katakan mengenai hal ini.
Suatu hari, ketika saya sendirian, saya membaca ayat Alkitab:”Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah” dan ”Upah dosa adalah maut, namun kasih karunia Allah adalah hidup yang kekal dalam Yesus Kristus Tuhan kita.” Pada saat itu, saya sudah berdosa dan perlu untuk diampuni, dan saya membuat keputusan yang sangat serius. Waktu berikutnya saya bersama Dave, dia bertanya pada saya apakah saya siap untuk menyerahkan hidup saya untuk Tuhan. Saya berkata saya siap. Dia berdoa dan saya berdoa meminta Yesus untuk masuk ke dalam hidup saya. Saya tidak merasakan apa-apa. Sepertinya tidak terjadi apa-apa atau perubahan. Akan tetapi seminggu kemudian sesuatu terjadi. Saya sedang bermain musik dengan sebuah kelompok band jazz di sebuah club. Setelah pertunjukan pertama, ketika saya melangkah dari panggung, dan ketika kaki saya menyentuh lantai, sesuatu menyelimuti saya. Pada saat itu saya tahu bahwa saya akan pergi ke surga jika saya mati. Rasa takut dan ketidakpastian atas apa yang akan terjadi pada saya setelah kematian sudah mati pada saat itu. Saya mengalami rasa sukacita yang berlimpah. Begitu berlimpahnya, sehingga hal pertama yang saya lakukan adalah berjalan ke orang pertama yang ada di depan saya (yang kebetulan adalah istri pemimpin band itu), dan mengatakan padanya tentang kenyataan akan Yesus Kristus dan apa yang saya alami. Saya menelepon teman baik saya dan mengatakan padanya apa yang telah terjadi pada saya. Dia mengatakan bahwa langkah berikutnya adalah menjadi bagian dari orang gereja yang juga mempunyai pewahyuan yang sama dengan yang saya alami. Saya pergi ke gerejanya, dan menyukainya, ikut terlibat di dalamnya, dan mulai membaca Alkitab dan berdoa dengan rajin. Jawaban atas doa-doa saya mempesona saya! Tuhan mendengarkan dan menjawab saya. Saya tidak pernah merasa cukup membaca Alkitab. Sangat menyenangkan untuk dapat berbicara dengan orang-orang yang mengetahui dan mengalami apa yang saya miliki. Itu adalah saat yang menggairahkan dalam hidup saya. Saya mulai mengejar untuk bertumbuh kearah kedewasaan rohani dan dalam pengenalan akan Tuhan dan tujuan yang Tuhan punya untuk saya selama di bumi ini. Pencarian saya akan kebenaran telah berakhir, dan sekarang saya dapat hidup di dalamnya, dan saya telah melakukannya sejak saat itu.
Saya harus mengatakan bahwa ketika saya sadar. Saya perlu untuk benar dengan Tuhan, ada masalah yang mencemaskan saya. Menjadi orang Yahudi, saya salah paham bahwa Yesus bukan untuk orang Yahudi dan tidak ada hubungannya. Hal ini segera berakhir melalui pembelajaran yang lebih dalam tentang Nya. Yang pertama Yesus adalah orang Yahudi. Nama “Yesus” adalah bahasa Yunani dan dalam bahasa Ibraninya adalah “Yeshua” yang artinya “Tuhan menyelamatkan.” “Christ” adalah bahasa Yunani dan bahasa Ibraninya adalah “Maschiach” atau “Messiah” yang artinya Penebus atau Juruslamat. Saya menemukan bahwa Perjanjian Lama (dalam Alkitab Yahudi) berisikan ratusan nubuatan tentang kedatangan Mesias yang tertulis ratusan tahun terdahulu sampai penggenapannya. Ketika tergenapi, hal itu tercatat pada apa yang kita kenal sebagai Kitab Perjanjian Baru. Yesus Kristus adalah satu-satunya Pribadi yang pernah hidup dan menggenapi semua nubuatan berkaitan dengan Mesias. Mesias digambarkan dengan nabi pada Perjanjian Lama sebagai Pribadi yang akan dilahirkan dari seorang perawan. Dia digambarkan sebagai Tuhan yang akan menanggung semua akibat dosa manusia sebagai gantinya, akan disalibkan, bangkit dari kematian, menjadi Raja atas kerajaan kekal, dan sebagainya. Saya juga takjub ketika mengetahui bahwa sebagian besar Perjanjian Baru ditulis oleh orang Yahudi yang mengenal Yesus sebagai Mesias yang Tuhan janjikan. Kemudian saya menemukan bahwa selama dan tidak lama setelah waktu Yesus di bumi, ada di mana-mana antara seperempat juta sampai satu juta orang Yahudi yang mengenali bahwa Yesus adalah Mesias. Ada banyak orang Yahudi hari ini di seluruh dunia dan di Israel yang mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias . Dalam hal lain, Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan orang berdosa, yang termasuk kamu dan saya. Jika kamu belum sunguh-sungguh meminta Tuhan untuk dirimu sendiri. Jika kamu bersungguh-sungguh, Dia akan dan kamu akan mengalami perubahan seumur hidup!
HOME
PERTOBATAN
|