MENINGGALKAN KETIDAKPERCAYAAN DAN KEKACAUAN UNTUK MENEMUKAN YESUS

Ketika saya berusia 21 tahun, saya mulai mempunyai kerinduan untuk semakin dekat dengan Tuhan. Bertumbuh dalam gereja Katolik, saya mengira dengan kembali kepada misa mingguan adalah tempat yang baik untuk memulai. Pada saat itu saya berkencan dengan seorang gadis, dan kami terlibat secara seksual. Saya tahu ini bertentangan dengan kehendak Tuhan, dan saya ingin berhenti, namun cukup sulit untuk berhenti. Suatu malam saya memberitahukan pacar saya bahwa saya tidak ingin berhubungan sex lagi. Setelah itu, hubungan kami berakhir dalam satu minggu.

Saya merasa enak dengan keputusan saya, tapi saya tahu saya perlu untuk meminta Tuhan untuk mengampuni saya atas hubungan sex diluar pernikahan. Saya memutuskan untuk pergi ke pengakuan dosa. Saya memberitahukan pendeta itu apa yang telah saya lakukan. Dia bertanya apakah saya menggunakan perlindungan ketika saya berhubungan sex. Saya menanyakannya apakah yang dia maksudkan kondom. Dia menjawab ya. Saya berkata ya. Dia berkata itu tidak apa-apa, selama saya menggunakan kondom.

Saya keluar dari gereja itu sebagai pria yang bahagia. Saya memulai lagi kegiatan seksual saya. Beberapa bulan kemudian, akan tetapi perasaan bersalah itu kembali lagi. Saya tahu hal itu salah, dengan kondom atau tidak. Saya berhenti berhubungan sex, dan memutuskan bahwa saya akan mencoba untuk tidak berhubungan sex sampai saya menikah.

Seorang teman mengundang saya ke Horizon Christian Fellowship di San Diego. Tidak pernah belajar atau membaca Alkitab (atau dianjurkan oleh gereja Katolik), saya sangat menikmati kotbah itu. Saya mendengarkan Injil dan mengerti, dan mempercayainya, tapi saya tidak siap untuk bertobat (mengubah jalan saya). Saya pikir saya baik saja dengan Tuhan, karena saya tidak berhubungan sex lagi. Kemudian saya mendengar kotbah di atas bukit dari Matius pasal 5-7. Yesus berkata jika “setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Saya sudah berhenti berhubungan sex, tapi saya belum berhenti bernafsu terhadap wanita, atau berfantasi. Saya mengira bahwa jika saya mengatur pikiran saya untuk itu, mungkin saya (mungkin dan berharap) bertahan untuk tidak melakukan hubungan sex sampai saya menikah. Ini adalah sebuah kemungkinan. Tapi saya tahu bahwa tidak ada cara yang mungkin di atas planet ini bahwa saya akan berhenti berfantasi, atau melihat dan bernafsu pada wanita cantik. Tidak mungkin.

Saya terus pergi ke pendalaman Alkitab, dan belajar tentang kuasa Roh Kudus. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan dapat memberikan kamu kuasa untuk menahan pencobaan (1 Korintus 10:13. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.). Saya pikir itu masuk akal. Jika Tuhan adalah penuh kuasa, dan jika Dia dapat melakukan apa saja, maka Dia dapat menjaga saya dari hawa nafsu terhadap wanita.

Maka, setelah sekitar 2 bulan belajar Alkitab, saya berdoa pada Yesus dan memintaNya untuk mengampuni saya atas dosa-dosa saya. Saya meminta agar Roh Kudus masuk kedalam hidup saya, dan memberikan saya kuasa untuk hidup di jalan yang Tuhan inginkan. Hal ini terjadi pada kebaktian di Horizon Christian Fellowship, pada kebaktian Miles McPherson di Rabu malam.

Malam berikutnya, saya mendapat telepon dari seorang teman perempuan yang sudah tidak pernah bertemu berbulan-bulan. Dia ingin mengajak saya keluar. Dia tidak pernah mengajak saya keluar sebelumnya malam ini. Waktu yang kami habiskan bersama hanyalah ketika saya kerumahnya pada tengah malam, mungkin setiap dua bulan sekali. Sekarang dia ingin menyetir dan menjemput saya, dan mengajak saya ke”tempat special”nya, lokasi yang misteri yang tidak akan dia ungkapkan. Saya ingat sesuatu tentang dicobai setelah kamu diselamatkan. Saya pikir mungkin sebaiknya saya tidak keluar dengannya. Tapi bodohnya saya, saya memberitahukannya untuk datang pada saya.

Dia tiba dirumah saya sekitar pukul 10 malam. Saya memintanya untuk mampir di kantor pos sebelum kami pergi ke “tempat khusus”nya. Kantor pos Sport Arena buka sampai larut malam. Ketika saya meninggalkan kantor pos itu, saya melihat sesuatu diatas salah satu konternya. Tempat itu biasanya sudah dibersihkan pada saat itu, hal ini menarik mata saya. Saya mengambilnya. Itu adalah sebuah Alkitab. Sebuah booklet Alkitab kecil dengan jenis bahasa Inggris kuno. Dengan segera saya ingat sesuatu tentang Tuhan selalu bersama kamu, dan menolongmu melawan pencobaan. Saya memasukkannya ke kantong. Saya kembali kedalam mobil, dan menuju ke ”tempat khusus” itu.

Saya besar di San Diego. Saya sudah mengendarai sepeda dan menyetir mobil ke seluruh San Diego. “Tempat khusus” ini tidak terlihat dari jalan tol I-5 (sebuah jalan dimana saya sering berada), tetapi saya belum pernah melihatnya. Saya telah mendengar tentang “tempat special” ini, tapi tidak pernah kesana sampai malam ini. “Tempat khusus” itu berubah menjadi Mount Soledad War Memorial-Sebuah SALIB setinggi 20 kaki. Ya, sebuah salib. Maka saya berdiri disana melihat salib ini, dengan sebuah Alkitab di kantong saya. Saya sangat bahagia. Semua yang saya katakan adalah Tuhan, dan salib, dan “tahukah kamu ketika saya masih kecil, saya pergi ke sekolah minggu, dan,..bla..bla…bla..” tentu saja teman kencan saya jadi frustasi, maka kami pisah. Ketika kami masuk ke mobil dan menyalakan radio, ada seorang pengkotbah siaran!!!!

Itu adalah sebuah iklan atau laporan berita atau semacamnya. Saya tertawa pada saat itu. Aturan Tuhan! Kami berakhir di rumahnya. Sekarang, untuk beberapa tahun terakhir, saya tidak pernah melangkahkan kaki saya ke rumah gadis ini tanpa berakhir di ranjang. Namun malam ini berbeda. Sex adalah hal terjauh dari pikiran saya. Kami duduk di dapur. Dia memberikan saya coklat panas. Setelah 10 menit tidak ada apa-apa, dia menanyakan apakah saya ingin diantarkan pulang kerumah. Saya berkata ya. Dan itulah akhirnya. Seharusnya itu adalah akhir kisah ini, tapi beberapa tahun setelah kejadian ini, dia menelepon saya dalam kesedihan, dan saya mengundangnya ke Harvest Crusade (pertemuan penginjilan terbuka, persis dengan kebaktian Billy Graham). Dan dia berakhir dengan diselamatkan, dan dia telah berjalan bersama Tuhan sejak saat itu, Puji Tuhan!!!!

Tuhan benar-benar melepaskan saya dari dosa seksual dan dari fantasi dan hawa nafsu terhadap perempuan. Saat keinginan hawa nafsu datang, saat tanda pikiran itu datang, saya mampu menghentikannya segera, dengan anugrah Tuhan. Saya diselamatkan pada usia 21 tahun. Enam tahun kemudian, saya menikahi teman baik saya. Telah menjaga diri saya tetap murni untuk waktu yang lama, saya mampu memasuki hubungan pernikahan tanpa beban yang datang dengan sebuah hubungan seksual yang satu ke hubungan seksual yang lain. Saya memuji Yesus untuk membebaskan saya!!! Tuhan dapat melakukan apapun, Dia dapat mengubah hidupmu. Tidak peduli apapun yang telah kamu lakukan. YESUS KRISTUS adalah TUHAN!!!!!

Eddie Roman
Santa Ana, CA

HOME

PERTOBATAN