Perubahan hidup wanita yang kesepian
“Saya pergi dari satu hubungan ke hubungan yang lain, mencari cinta dan penerimaan, bersedia melakukan apa saja untuk hal itu, namun saya selalu dikecewakan bahwa lubang dalam hidup saya tidak pernah terpenuhi. Syukur….”
Ibu saya telah mengatakan bahwa Yesus berkata “ Jika kamu mencari Aku dengan segenap hatimu, kamu akan menemukan Aku.” Harus saya katakan, itu adalah perkataan yang paling benar yang pernah saya dengar.
Saya dibesarkan di keluarga Kristen / Katolik. Tetapi sebanyak apa pun ibu saya berusaha untuk menjadikan Tuhan bagian hidup kami, ayah saya menjadi seorang peminum alkohol dan bukan orang percaya yang selalu memberikan setan jalan masuk untuk menghancurkan kebaikan.
Pada tahun 1998 di usia saya ke 25 tahun, kehidupan saya jadi berantakan yang saya selalu yakini akan menjadi demikian. Saya pergi dari satu hubungan ke hubungan yang lain, mencari cinta dan penerimaan, bersedia melakukan apa saja untuk hal itu, namun saya selalu dikecewakan bahwa lubang dalam hidup saya tidak pernah terpenuhi. Syukur kepada Tuhan telah menaruh orang-orang dalam jalan hidup saya untuk menguatkan apa yang ibu saya selalu berusaha ajarkan pada saya tentang Tuhan.
Pada hari Minggu tidak lama setelah saya putus hubungan lagi, tidak ada yang saya lakukan, saya sudah tidak berhubungan dengan teman-teman perempuan saya karena mereka telah kecanduan kokain dan hubungan yang lebih parah dari pada saya. Hidup saya benar-benar kosong, dan saya bahkan terlalu lelah untuk berpikir apa yang akan saya lakukan selanjutnya maka saya pergi ke gereja. Saya pergi ke gereja yang kami datangi waktu Natal dan Paskah dan meminta Tuhan untuk datang dalam hidup saya dan bawa saya ke mana saja Dia inginkan untuk pergi.
Saya tulus, namun saya tidak pernah kembali ke gereja itu (sampai liburan selanjutnya), saya berpikir saya bisa saja berdoa setiap hari, bersyukur, mengetahui berkat saya dan itu akan membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Saya bertumbuh dalam iman yang kuat. Saya berbicara pada Tuhan setiap waktu dan berdoa, saya orang yang berubah. Namun saya tidak hidup dalam cara hidup orang Kristen, karena saya tidak mengetahui apakah itu.
Saya kira Tuhan ada dalam wujud ini, di suatu tempat di luar sana, dan jika saya percaya pada Yesus, dan secara umum saya baik maka saya baik-baik saja dengan Nya. Lagipula saya tidak ingin menjadi “salah satu dari tipe orang yang dilahirkan kembali.” Saya masih mempedulikan apa yang orang-orang pikirkan, dan saya tidak mau menjadi orang yang pada umumnya.
Maka saya hidup dalam kehidupan Kristen seperti yang saya definisikan, yang sekarang saya sadari itu adalah penghinaan bagi Tuhan, karena Dia mati di kayu salib untuk saya, supaya Dia dapat mengasihi saya di surga untuk kekekalan, saya terlalu mempedulikan apa yang orang dunia dalam hidup saya pikirkan dengan berusaha menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Dan saya yakin saya tidak dapat melakukannya. Saya tidak menyadari bahwa yang Dia inginkan adalah saya berusaha dan Dia akan melakukan selebihnya.
Saya merasakan tarikan untuk ingin lebih dekat lagi dengan Tuhan ketika Dia mengirimkan orang-orang dalam hidup saya untuk mengingatkan saya bahwa saya tidak cukup dekat dengan Nya. Saya adalah seorang trainer pribadi dan Dia mengirimkan saya dua orang dari 60 an biarawati untuk dilatih. Dua diantaranya sangat bijaksana, wanita yang sangat rohani. Saya mendengarkan cd kristiani yang ibu saya rekamkan untuk saya, namun saya masih berpikir bahwa saya cukup rohani dan tidak membutuhkan hal yang lain.
Kemudian di tahun ini saya diundang untuk datang ke gereja pada beberapa Rabu malam., saya tahu saya selalu menikmati gereja , maka saya datang..namun kali ini hal itu berbeda. Saya merasakan tarikan ini di dalam hati saya lebih kuat dari sebelumnya. Lebih kuat dari apapun yang saya pedulikan, teman, suami saya dan apa pun.
Beberapa waktu pertama ! Mengetahui saya siap untuk hidup bagi Tuhan, jalan Tuhan dan menjadi “ Salah satu dari orang-orang itu.” Yang berada di gereja tiap kali pintu terbuka dan benar-benar membaca Alkitab, tidak menggunakannya sebagai dekorasi rumah seperti buku di meja kopi.
Pernikahan saya tidak berjalan seperti yang saya inginkan, dan saya memberitahukan pada suami saya dalam 3 tahun bahwa ini waktunya untuk berpisah. Saya berpikir kami juga belum memiliki anak, mungkin “tidak jodoh”, dan kami berdua bisa memulai kembali dari awal.
Suami saya adalah laki-laki yang baik. Jika kamu dapat masuk ke surga hanya dengan menjadi orang yang baik hati, dia akan menjadi orang pertama yang masuk ke surga. Dia dibesarkan dalam keluarga Katolik dan juga salah satu orang yang mengejek orang Kristen yang lahir baru dengan menjadi orang yang “seperti di Alkitab.” Dan bagi kami masalah pernikahan yang paling mendasar yang kamu dengar di mana-mana, namun dengan masa lalu saya, saya tidak bisa mentolerir segala kesakitan apa pun..maka saya selalu mencari cara untuk melarikan diri dan menemukan sesuatu yang lain. Dia tahu saya telah pergi ke acara Rabu malam dan menikmatinya sendiri, namun saya tidak membagikan perasaan baru yang saya temukan dengannya atau memintanya untuk pergi pada hari Minggu, dan saya juga tidak pergi.
Kami telah bertengkar sepanjang minggu dalam satu minggu itu. Minggu itu dia sudah mengajak saya pergi ke gereja sebanyak dua kali, namun saya berpikir dia tidak memiliki tempat dalam masa depan saya, saya pikir gereja tidak dapat membantu kami sebagai pasangan pada masalah ini dan saya yakin dia tidak akan menyukai nyanyian dan pujian yang ada di sana. Saya siap untuk menceraikannya dan hidup untuk Tuhan (apa yang salah dengan kalimat itu!)
Hari Jumat itu dia mengajak saya untuk yang ketiga kalinya pada minggu itu,”Mari kita pergi ke gereja pada hari Minggu.” Hal itu muncul dalam saya mungkin Tuhan menarik hatinya juga, ketika saya mengingatkannya untuk tidak pergi ke sana hanya saya saja maka kami pergi juga. Saya bahkan tidak dapat mengatakan betapa berbeda cara saya berpikir sekarang.
Tuhan telah menyatakan diri Nya pada saya dalam cara yang pribadi yang tidak pernah saya mengerti sebelumnya. Saya tidak butuh pembuktian Tuhan, namun ketika kamu mencari Dia dengan segenap hatimu, kamu akan melihat Dia dengan mata terbuka. Saya sangat yakin bahwa Tuhan itu nyata dan bersama dengan saya setiap hari, saya yakin bahwa ada kursi yang menopang saya di lantai sekarang.
Dia telah berbicara pada saya melalui tanda-tanda, orang-orang dan perkataan dalam Alkitab, dan saya tidak akan pernah kosong lagi. Saya tahu bahwa hidup saya memiliki sebuah tujuan, untuk hidup bagi kemuliaan Tuhan, menjadi terang bagi dunia yang gelap ini ke mana pun saya pergi dan seperti yang pendeta saya katakan, untuk menyembah Tuhan Yesus dalam roh dan kebenaran.
Yang berarti melakukan apa pun dalam cara untuk menjadi berkat bagi Tuhan. Membiarkan Tuhan mengarahkan langkah saya setiap hari, melakukan apa pun untuk Nya.. Sebesar terkadang saya ingin melakukan hal-hal itu dengan cara saya, saya menyadari bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih baik bagi saya, dan saya hanya membiarkan Nya memakai hidup saya untuk kemuliaan Nya dan bukan kehendak saya, saya tidak harus merasa bingung apakah saya berada di jalan yang benar, dan saya tahu saya akan hidup untuk menyembah Dia di surga.
Hal yang terbaik dalam hidup saya sekarang adalah saya merasakan tujuan untuk hidup saya di sini, dan saya tahu saya memiliki kehidupan setelah saya meninggal, dan sementara saya hidup di sini. Memiliki iman yang sejati adalah seperti mengetahui bahwa Bapa mu yang di surga mempunyai roda dan kamu dapat melepaskannya, dan mempercayai Dia dalam segala sesuatu. Itu bukan tongkat penyangga, itu adalah kasih. Ketika kamu menyadari bahwa Dia mati di kayu salib untukmu.
Suami saya belum berada di jalan itu, namun dia menerima Yesus sebagai Juruslamatnya, dia mengasihi gereja, dan dia berkata dia merasakan kehangatan dan kenyamanan ketika dia menyanyikan pujian dan memikirkan apa arti pujian itu..dia telah menyadari menjadi orang Kristen yang dilahirkan kembali, tidak seperti yang dia pikirkan, dan semoga dia akan berusaha untuk hidup sesuai dengan Alkitab dan membuat istrinya menjadi orang yang lebih mengasihi dalam hidupnya. Kemuliaan bagi Tuhan, Amin.
HOME
PERTOBATAN
|