Prajurit berjuang dijalannya melalui Neraka
Tidak lama setelah saya mengenal Tuhan, saya berkenalan dengan seorang
wanita melalui seorang teman. Dia adalah adik teman saya. Dia telah
meminta saya dan dia untuk memindahkan barang-barangnya kembali ke kota
tempat saya tinggal, dimana berada sekitar 200 mil jauhnya dari tempat
saya tinggal. Saya berkata padanya saya mau, maka kami berangkat keesokan
paginya.
Saya bawa Alkitab saya, supaya saya dapat membacanya di jalan. Beberapa
jam pertama di perjalanan, di lewati tanpa ada kejadian, tapi sekitar
3 jam kemudian di jalan, kami mulai berbicara. Dia mengatakan pada saya
bahwa dia adalah penyihir, bahwa di masa lalu dia sudah pernah menikah
dengan seorang pria, yang adalah pemimpin dalam gereja setan. Saya agak
menjauh, saya tidak tahu apa yang saya sedang jalani, tapi saya orang
percaya yang baru di selamatkan dan merasakan ini adalah tugas saya
untuk menceritakan padanya tentang Yesus. Lalu saya mulai menaburkan
sedikit benih. Saya katakan padanya bahwa saya orang yang percaya pada
Yesus. Dia mulai menanyakan pertanyaan sederhana seperti bagaimana kamu
tahu kalau Yesus itu ada? Dan bagaimana kamu dapat menyembah dan percaya
pada sesuatu yang tak dapat kamu lihat? Yang dapat saya katakan padanya
adalah bahwa saya percaya Dia ada berdasarkan atas apa yang telah Dia
lakukan dalam hidup saya, bagaimana Dia telah mengubah saya dari saya
sebelumnya menjadi menusia baru.
Dia telah berhenti sekitar pertengahan jalan ke tujuan kami untuk menjemput
beberapa orang temannya, pasangan muda. Sebentar setelah kami menjemput
mereka, mereka mulai menggunakan narkoba di kursi belakang mobil. Untuk
seseorang yang telah keluar dari kehidupan narkoba / alkohol, saya agak
menjauh. Saya mulai berdoa agar Yesus menjaga saya dari hal-hal jahat
yang ada di sekeliling saya.
Saya berdoa di sepanjang jalan menuju ke tempat kami pergi, dan tetap
bercerita sedikit tentang Tuhan. Ketika kami mencapai tujuan kami, pasangan
muda yang bersama kami itu, sedang berselisih besar. Pria itu mulai
memukulnya, dan menghantam kepalanya ke pintu mobil. Lelaki ini sangat
mabuk karena narkoba itu, sehingga saya takut untuk menengahinya. Saya
tidak tahu apa yang dapat dia lakukan.
Polisi datang dan menangkapnya, dan gadis itu berakhir di rumah sakit.
Kami pergi dan mulai membereskan barang, setelah membawa wanita yang
menikah itu ke rumah sakit setempat. Kami telah membereskan barang,
dan mencoba untuk menyalakan mobil. Mobilnya mogok, dan tidak mau jalan.
Jadi disinilah kami. Dengan sedikit uang, kesulitan di 200 mil dari
rumah, tak ada tempat untuk pergi. Maka kami berharap untuk menginap
di ruang tunggu di rumah sakit, kemudian mencoba untuk membetulkan mobil
pada pagi hari.
Ketika pagi tiba, kami pergi keluar untuk melihat mobilnya. Untungnya,
itu hanya perbaikan kecil. Maka kami dapat mengendarai mobil itu kembali
ke jalan, dan pergi ke rumah sakit untuk menjemput temannya. Dia tidak
ingin meninggalkan suaminya disana, dan karena dia ada dipenjara menunggu
hasil persidangan, penyihir itu memutuskan untuk meninggalkan temannya
disana, dan menuju ke rumah.
Maka kami meninggalkan mereka, dan mulai menuju rumah. Kami di jalan
sampai sekitar 50 mil, tanpa ada kejadian apa-apa. Kemudian tepat diluar
sebuah kota besar, mobil itu rusak lagi. Hari sudah gelap, dan sebuah
mobil polisi negara bagian meluncur di jalan sekitar 20 menit kemudian.
Dia berhenti dan mencoba untuk men-starter mobil tersebut, tapi tidak
bisa. Kami mencari tahu, ternyata itu kerusakan berat. Maka petugas
itu mengantar kami ke Salvation Army setempat untuk menginap semalam,
dan memberikan kami uang $ 70 dari keuangan yang mereka miliki di pos
untuk orang-orang yang kesulitan.
Maka keesokan harinya, kami bangun dan berhasil mengatur untuk perbaikan
mobil itu. Setelah diperbaiki, kami mulai kembali ke jalan lagi. Sekitar
75 mil dari rumah, kami kehabisan bahan bakar, dengan uang $ 5 yang
tersisa. Kami berhasil membawanya ke pemberhentian truk jauh dari jalan
raya. Maka kami minum, dan dia menelepon ayahnya apakah dia bisa mendapatkan
sejumlah uang untuk pulang. Ayahnya menolak untuk membantunya. Dia mulai
menangis dalam keputusasaan. Tidak lama setelah itu, kami terduduk di
dalam pemberhentian truk, mencoba untuk memikirkan bagaimana untuk pulang.
Seorang lelaki berjalan menghampirinya, dan berkata padanya bahwa Tuhan
menyuruhnya untuk memberikannya $150, menyerahkan uang itu padanya,
dan berjalan pergi. Dia sangat kebingungan. Tidak pernah seorangpun
memberikan sesuatu padanya. Sebelum meninggalkan pemberhentian truk
itu kami mengetahui dari seorang pelayan bahwa lelaki itu adalah seorang
pelayan Tuhan yang bertugas 50 mil jauhnya untuk berkotbah malam itu.
Mobilnya rusak dan dia tidak punya uang untuk memperbaikinya, tapi dia
memberikan kami uang yang dia sendiri tidak miliki untuk dirinya.
Maka kami kembali kejalan, namun kali ini dia sungguh mencari jawaban
atas apa yang telah terjadi padanya di pemberhentian truk tadi. Saya
mulai lebih lagi bercerita tentang Yesus. Mengatakannya betapa Dia mengasihinya,
dan ingin menjadi bagian dalam hidupnya. Tiba-tiba saya sungguh merasa
kepanasan di dalam mobil. Wajah saya seperti terbakar. Saya memintanya
untuk mematikan pemanasnya, dia berkata pemanasnya bahkan tidak menyala!
Saya merasakan itu adalah kemarahan setan. Dia tidak menyukai saya bercerita
tentang Yesus. Saya mendekat pada Tuhan, dan melanjutkan untuk berbagi
dengannya, cepat berdiri, dengan iman kecil yang saya miliki sebagai
orang yang baru percaya. Waktu kami sampai di rumah, wajah saya sebelah
kanan seperti terbakar matahari akibat panas yang keluar dari celah
pemanas di mobilnya.
Kami sampai dirumah, dia mengantar saya pulang, dan pergi kerumahnya.
Dia berkata pada saya dia akan kembali dalam beberapa jam untuk menjemput
saya, supaya kami dapat membongkar barangnya. Maka saya mandi, dan mulai
menceritakan pada ibu tiri saya apa yang telah terjadi. Dia berkata
untuk terus menceritakan tentang Tuhan dengan wanita ini, dan dia akan
mendoakan saya supaya memiliki kekuatan menjalani ujian ini.
Beberapa hari berlalu, dan saya melanjutkan untuk menceritakan tentang
Yesus padanya, ditengah-tengah serangan besar dari musuh. Suatu malam
saya berbaring di sofa di rumah sekitar jam 1. Saya mendapatkan mimpi
buruk yang menakutkan dengan para iblis menyerang saya. Saya bangun
dengan keringat dingin, duduk tegak disofa yang menghadap sebuah lukisan
jendela di ruang tamu. Disanalah dia, berdiri diluar rumah di depan
jendela, tapi dia tidak sendirian, dia telah membawa satu pasukan iblis
bersamanya. Bagian yang mengagumkan adalah saya dapat melihat mereka
secara nyata. Tuhan memberkati saya dengan pemahaman. Naluri pertama
saya adalah berlari dan sembunyi, tapi Tuhan dengan lembut dan ramah
memutarkan saya dan berkata,” Tidak. Aku mau kamu untuk pergi
keluar dan berbicara dengannya.”
Maka saya berdoa agar sepasukan malaikat melindungi saya, ketika saya
menuju ke pintu. Hal ini menjadi titik balik sejati dalam kehidupan
wanita ini. Dia belum siap untuk menerima Yesus dan menolak setan, tapi
dia sedang mencari jawaban atas hal-hal yang terjadi padanya.
Saya menghabiskan banyak waktu terjaga malam itu, hanya bercerita tentang
Yesus padanya. Membacakannya dari Injil dan memberitahukannya siapakah
Yesus, dan apa yang Dia miliki untuk hidupnya. Dia siap untuk lebih
lagi. Maka saya mengundangnya ke pembelajaran Alkitab Kristen yang saya
hadiri malam berikutnya, saya merasa membutuhkan pertolongan dalam hal
ini, karena saya orang yang baru percaya pada Yesus.
Dia menerima. Maka keesokan paginya, dia datang dan menjemput saya dan
kami berangkat. Tidak lama setelah kami tiba, kami semua mulai berdoa.
Wanita yang memimpin pelajaran itu, memohon darah Yesus atas rumah dan
semua yang ada didalamnya. Saya melihat wajah penyihir itu dari normal
ke merah kemudian benar benar putih ketika kami memohon darah Yesus.
Dia memandang saya dengan cara yang tak seorangpun pernah memandang
saya sebelumnya. Dia menginginkan saya meninggal!
Dengan berlalunya malam, selesailah pembelajaran Alkitab itu, dan kami
tinggal berkumpul untuk beramah tamah. Dia sedang berbincang dengan
seorang teman saya, menanyakannya pertanyaan-pertanyaan, ketika secara
tiba-tiba sebuah mobil Cadilac hitam datang. Jendela mobil itu digelapkan,
sehingga tidak dapat melihat siapa didalamnya. Di pengemudi membuka
jendela sedikit, dan seorang lelaki didalamnya mulai berbicara dengannya.
Itu adalah mantan suaminya, lelaki yang adalah pemimpin di gereja setan.
Lelaki itu memberitahukannya, bahwa jika saya melanjutkan untuk menceritakan
tentang Yesus padanya, lelaki itu akan dengan mudah membunuh saya. Maka
kami kembali kerumah itu, dan tiap orang disana mendoakan saya. menutup
bungkus saya dengan darah Yesus untuk perlindungan.
Untuk mempersingkat cerita, mantan suaminya tidak pernah mendekati saya,
dan dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamatnya seminggu kemudian.
Maka lihatlah, bahkan seorang pengikut setan, tanpa menyesali apa yang
mereka lakukan, dapat menemukan terang Yesus.