|
Pria homoseksual memberikan hidupnya pada Yesus
Saya tidak tahu dari mana saya harus memulainya, namun
inilah kisah saya. Saya dibesarkan dalam Tuhan dengan seorang ibu yang
sangat mengasihi saya, dan seorang ayah yang mengasihi namun tidak menyukai
saya.
Ini nyata, dan kadang-kadang terjadi. Ayah dan ibumu mengasihimu, namun
tidak menyukaimu. Saya bertumbuh tanpa kasih ayah, dengan memiliki ibu
yang mengasihi saya, saya tidak terlalu memikirkan hal itu.
Ketika saya bertumbuh, saya mencari kasih di tempat yang salah dengan
laki-laki. Saya berharap dapat menemukan kasih yang tidak saya dapatkan
dari ayah saya. Ayah saya seorang penyedia yang baik dan terkadang pergi
kegereja ketika saya masih kecil. Dia menjadi lebih baik pada tahun-tahun
berikutnya.
Waktu saya beranjak dewasa-kami tidak cocok satu sama lain dan merasa
tidak nyaman bersama ayah saya. Dia juga tidak suka bersama saya. Sekitar
tahun 1980 ibu saya mulai lupa banyak hal bahkan tersesat waktu berbelanja.
Saya tahu apa itu. Itu adalah penyakit alzhimeres, dimana nenek saya meninggal
karena hal itu juga.
Waktu berlalu, keadaan ibu saya semakin parah dan saya merasa semakin
dekat dengannya, namun ayah saya tidak suka saya mendandani ibu saya dan
membuatnya kelihatan cantik.
Suatu hari ayah menyuruh saya untuk berhenti melakukan hal itu dan itu
adalah tugasnya, maka saya menurutinya dan hal itu sangat menyakiti saya.
Sekitar tahun 1990 meski saya dibesarkan dalam lingkungan Tuhan, saya
diselamatkan di Westwood Church of God, saya diubahkan dan bersemangat
akan hal itu. Selama beberapa bulan saya berjalan bersama Tuhan dan lepas
dari gaya hidup gay.
Namun ada satu kesalahan yang saya lakukan, saya masih tetap berteman
dengan teman-teman homoseksual saya. Saya pikir waktu itu saya cukup kuat
untuk menguasai kedagingan saya, dan saya salah. Saya ingat Roh Kudus
mengatakan pada saya,”apa yang saya lakukan adalah salah.”
Rasanya seperti saya sedang bermain baseball waktu saya berbuat dosa.
Dia hanya berkata, kamu hanya punya 3 kali strike, kemudian 2 kemudian
1 dan akhirnya tidak ada. Saya tahu maksudNya-itu adalah AIDS.
Pada saat itu, saya berusaha menghindar dan mengurus diri saya sendiri
dan menenangkan pikiran saya dan menjalani test Aids. Dan hasilnya Positive.
Tuhan telah mengingatkan saya 3 kali dan saya tidak patuh. Saya ingin
memberitahukan kepada kakak perempuan saya tentang hal ini, saya tidak
dapat mengatakannya kepada ayah saya karena dia sibuk mengurusi ibu saya.
Saya menelepon kakak saya dari rumah sakit dan mengatakan padanya bahwa
saya ingin berbicara dengannya.
Dia mengetahuinya karena saya telah menceritakannya apa yang telah saya
lakukan. Kami bertemu pada hari itu, namun dia juga tidak tahu bagaimana
menghadapi hal itu, saya sendirian lagi. Beberapa minggu telah berlalu
dan saya tidak dapat menyembunyikan hal itu lagi. Saya harus memberitahukan
hal ini pada seseorang dan saya pergi ke sebuah peternakan kuda; saya
kesana menghampiri ayah saya yang sedang menggunting rumput, berhenti
dan mulai memberitahukan bagaimana kakak saya memperlakukan saya dan ia
tidak pernah menelepon atau menjenguk saya.
Lalu saya mengatakan hal itu dan kepalanya tertunduk dan dia mematikan
traktornya dan tidak berkata apa-apa. Yang saya butuhkan saat itu adalah
mendengarnya berkata dia peduli dengan saya dan jangan kuatir. Saya pikir
hal terbaik adalah mengganti surat mobil, rumah dan seluruh harta saya
dalam namanya. Ibu saya meninggal pada musim dingin 1996 dan itu adalah
hal yang berat bagi kami semua. Saya tahu dimana dia berada sekarang-dia
bersama dengan Tuhan dan itu lebih baik daripada tempat dia tinggal selama
bertahun-tahun.
Ayah saya menjalani saat yang sangat berat dan dia berubah. Kami menjadi
dekat selama beberapa bulan dan saya menikmati kasih yang ditunjukannya
pada saya namun itu tidak berlangsung lama. Sesuatu buruk terjadi dan
ayah terkena kanker prostate dan dokter menemukannya pada waktunya. Ayah
seorang laki-laki yang kuat dan tidak pernah meminta orang untuk membantunya.
Setelah operasi itu dia sama sekali berubah dan saya melihatnya semakin
tua.
Beberapa bulan berlalu dan syukur pada Tuhan, Ayah menggabungkan dirinya
di gereja. Dia berkunjung ke rumah saya dan mengatakan bahwa dia mengalami
kesulitan bernafas dan harus pergi ke rumah sakit. Meskipun dia keras
terhadap saya, saya selalu peduli pada nya dan mengurusinya, dan saya
rasa dia menyukainya. Malam itu kami harus membawa ayah ke rumah sakit
dan dokter mengatakan pada kakak dan saya bahwa ayah terkena lebih dari
4 serangan jantung, dan dia harus melakukan operasi.
Saya mengunjunginya setiap hari dan membawakan segala yang dia inginkan.
Karena saya tidak menikah, maka saya mempunyai banyak waktu bersamanya.
Operasinya berjalan lancar dan dapat pulang pada hari Minggu, dan pada
hari Minggu itu saya tidak pergi ke gereja karena merawat beberapa binatang
diluar kota. Saya menelepon ayah pada hari itu dan menanyakan kabarnya
dan dia berkata siap ke rumah kakak saya, ketika kekuatannya pulih kembali.
Saya ingat kemaren malam saya mengatakan padanya betapa saya mengasihi
dia dan tidak seorang pun yang mengasihi dia seperti saya.
Pada hari minggu, kami berbicara dan dia sangat gembira dapat meninggalkan
rumah sakit. Saya memberitahukannya bahwa kakak saya akan menjemputnya
sepulang dari gereja, dan saya akan menjenguknya lagi. Saya hanya mengatakan
padanya betapa saya mengasihi dia. Sekitar 15 menit setelah saya berbicara
padanya, saya mendapatkan telepon dari kakak saya untuk datang ke rumah
sakit. Ayah meninggal tidak lama setelah saya berbicara padanya.
Meskipun dia sangat keras dan kejam pada saya, saya mengasihi dia dengan
segenap hati saya. Saya harus berpikir cepat- “apa yang saya lakukan”
? Saya sedang sakit dan banyak hal yang harus saya lakukan, dan saya kembali
teringat-Tuhan memegang semua ditanganNya. Kakak saya tidak dapat menghadapinya.
Saya harus mengambil alih segalanya namun itu bukan saya,itu adalah Tuhan
yang bekerja dalam saya. Dalam keadaan saya, saya harus mencari bantuan
pengacara karena saya tidak punya uang untuk membayar kredit. Saya tidak
tahu bagaimana hal itu akan terjadi. Suatu hari saya mengadakan bazaar
taman dan mempersiapkannya selama beberapa minggu. Terima kasih pada beberapa
teman dari gereja ayah saya dan beberapa teman-teman saya,. Banyak pengunjung
yang datang pada bazaar taman itu. Seseorang berpikir ide yang bagus untuk
meletakkan papan “Rumah Dijual” berikut harganya.
Kami bahkan belum selesai menuliskan papan itu, dan dua orang wanita menginginkan
peternakan itu. Seorang wanita mengatakan dia sedang berusaha ke bank
untuk mendapatkan uang muka sebesar $5000. Saya tidak percaya dengan apa
yang Tuhan sedang lakukan. Hal itu terjadi seperti sudah direncanakan.
Hal itu sudah selesai, sekarang giliran saya yang Tuhan tolong.
Rumah saya di peternakan itu. Kemana saya akan tinggal?
Suatu hari kakak saya dan saya ketika sedang ke area kendaraan mencari
sesuatu yang murah yang bisa saya beli, tapi saya tidak punya uang sedikitpun.
Tempat kedua, saya merasa inilah tempatnya dan wanita pemiliknya bersedia
untuk bekerja bersama saya. Saya pindah dan berhasil memberikannya $2000
yang saya sendiri tidak tahu bagaimana saya mendapatkannya. Sedikit dari
bazaar taman dan dari tabungan bank dan dari kakak saya.
Tuhan membantu saya melakukan hal - hal yang tidak dapat saya lakukan.
Sekarang seluruh hidup saya untuk Tuhan dan saya lebih bahagia dari sebelumnya.
Saya ingin berkata kepada setiap orang yang membaca hal ini, bahwa bukan
kekuatanmu yang akan membuat semuanya berhasil-HANYA KUASA TUHAN. Saya
berdoa siang dan malam dan membaca Firman Tuhan. Saya menemukan sebuah
gereja yang penuh dengan Roh Kudus dan mengikuti Alkitab-setiap katanya.
Nantikanlah Tuhan. Dia tidak akan pernah mengecewakanmu. Mungkin itu bukan
dengan cara dan waktu yang kamu pikirkan, tapi Dia tidak akan pernah mengecewakanmu.
Saya tidak dapat dan tidak akan melihat kebelakang akan dosa-dosa saya.
Dalam nama Yesus AMEN!
HOME
PERTOBATAN
|