|
Saya pecandu alkohol seperti ayah Saya dibesarkan di Galveston, Texas. Ayah saya mempunyai stasiun pelayanan Gulf dan garasi, maka saya sudah berada di sekitar mobil-mobil sepanjang yang saya ingat. Saya kira itulah bagaimana saya akhirnya berada dalam bisnis baterai. Namun saya mewarisi sesuatu yang lain dari ayah saya—minum-minuman. Pada Sabtu sore sekitar jam 2, dia dan yang lainnya di stasiun akan membuat sebuah bar kecil di ruang belakang, dan semua pelanggan biasa akan ke belakang dan minum. Saya ingat dia berkata dia hanya ingin sedikit bersenang-senang. Sering kali sekitar jam 8 malam pria lain akan mengantarkan ayah saya pulang dan meletakkannya di kasur. Saya mengikuti jejaknya dan mulai minum pada SMP. Saya tidak dapat mengingat “berpesta” sebagai rencana utama saya, maka saya tertarik dengan orang semacam itu yang banyak minum. Hal ini sangat mudah dilakukan di Galveston, karena itu adalah tempat wisata—kota tempat berpesta besar. Akan tetapi saya melakukan hal itu sampai kuliah dan terus pergi ke pesta, saya mulai minum lebih banyak. Saya tidak banyak belajar, maka tidak lama sebelum saya mulai berpikir tentang dikeluarkan dari sekolah dan terus berjalan. Namun saya menyadari bahwa sekali saya keluar saya akan bersaing dengan orang yang menyelesaikan sekolah. Maka saya menamatkan kuliah, menikah dan berakhir dengan bekerja dengan ayah saya dan kakak-kakak saya pada sebuah pendistribusian Interstate bagian di luar Memphis, Tennessee. 2,5 tahun kemudian saya kembali ke Texas untuk bekerja secara langsung dengan kantor nasional Intersate yang berlokasi di Dallas. Hal itu berarti saya banyak ada di jalan, bepergian ke seluruh dunia. Pada tahun pertama saya tidak di rumah lebih dari 8 bulan, yang membuat saya bebas hanya untuk mempermudah hidup saya—minum-minuman, berpesta dan menjual baterai! Setelah beberapa tahun, istri saya telah memutuskan bahwa cepat atau lambat dia akan meninggalkan saya. Ayahnya pecandu alkohol, maka dia tahu apa yang dia hadapi. Sekarang ingat, saya telah melakukan hal itu paling tidak seminggu sekali selama 20 tahun, sering minum sampai pingsan. Hari Jumat yang paling parah. Saya akan selalu minum dan berpesta dalam pesawat pulang. Bahkan saya minum 2 atau 3 minuman, saya akan pergi sampai semuanya tutup atau botolnya kosong. Kemudian saya merasakan buruk akan hal itu, namun minuman kelihatannya untuk menghapus tekanan yang terbangun di hidup saya setiap 4 sampai 5 jam. Pada suatu malam di tahun 1974, saya minum-minuman seperti biasa sampai barnya tutup pada jam 2 pagi. Kemudian ketika saya menyetir pulang ke rumah, saya ditangkap oleh polisi. Saya sudah ditangkap atas 2 DWI, namun bagaimanapun juga saya berhasil keluar dari penangkapan polisi. Ketika saya bangun keesokan paginya semua terasa pusing, saya menelepon kantor dan mengatakan sakit. Kemudian ketika saya berbaring di tempat tidur, kebenaran itu menyelimuti saya. Saya seorang pecandu alkohol seperti ayah saya. Saya kehilangan kendali atas hidup saya. Itu adalah kenyataan yang menakutkan! Dengan segera saya menyadari bahwa saya sudah menjadi pecandu alkohol, namun saya berkata dengan setengah teriak dalam keputusasaan,”Tuhan, tolong saya! Saya tidak dapat mengatasinya!” Saya tidak akan pernah lupa perkataan itu, karena Dia mengambil tekanan untuk minum itu seutuhnya. Hal itu selesai saat itu juga. Saya sadar itu tidak terjadi pada dengan cara yang sama bagi semua orang, namun itu terjadi pada saya, dan saya bersyukur selamanya. Yang aneh adalah jika kamu bertanya sehari sebelumnya apakah saya percaya pada Tuhan, saya akan menjawab saya tidak tahu—saya tidak banyak memikirkan hal itu. Alkohol adalah bukan satu-satunya hal yang bisa memperbudak seseorang. Itu memperbudak saya, namun mungkin saja kami adalah tawanan dari hal lainnya. Sesuatu itu mungkin saja judi. Saya mengenal orang-orang yang tidak bisa melewati satu minggu tanpa mempertaruhkan uangnya. Kehidupan mereka tidak terkendali dan mereka menderita. Namun mereka terjerat. atau bagaimana dengan narkoba? Atau pornografi? Atau bahkan makanan atau tembakau? Tujuan saya di sini bukanlah untuk berkotbah atau menyalahkan seseorang. Hanya saja saya percaya banyak orang dapat menunjuk pada beberapa hal dalam hidup mereka di mana mereka terikat. Mereka terperangkap dalam tekanan hidup yang menghancurkan. Sesuatu yang lain yang berkuasa. Ketika saya minum, saya tidak pernah bermaksud untuk minum terlalu banyak, namun saya selalu seperti itu. Hal itu menguasai saya. Saya tidak bebas Sekarang inilah di mana anugrah kebebasan itu datang. Hidup dalam cara saya dulu, kamu dapat mengerti bahwa saya hampir tidak pernah ke gereja. Agama tidak berarti apa-apa buat saya. Namun sepanjang waktu itu, seorang teman saya mulai memberitahukan saya apa yang dikatakan Alkitab tentang hidup dan kehidupan. Dengan cepat saya memotong pembicaraannya: ”Jika kamu bisa menunjukan pada saya bagaimana saya dapat menganggap Alkitab sebagai kebenaran, dapat diterima secara akal oleh otak saya. Maka saya akan memperhatikan atas apa yang dikatakannya. Sebaliknya, sepanjang pemikiran saya, itu hanyalah sebuah buku kuno, sekumpulan filosofi kuno orang atau yang lainnya, dan saya tidak butuh itu.” Saya kira saya membuang tantangan besar padanya, namun dia terus menemui saya. Dia memberikan saya beberapa buku dokumentasi dan saya mulai meneliti keabsahan data pendukung Alkitab sebagai kebenaran Tuhan. Secara obyektif sangat luar biasa, khususnya dalam 3 hal utama: penemuan arkeologi, sejarah dan berat keotentikkan tulisan, dan lebih dari semuanya dari bukti penggenapan nubutan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru ratusan tahun kemudian. Saya teliti lagi dan lagi. Bukti pendukungnya sangat kuat hingga saya mulai membaca Alkitab dan mengikuti pembelajaran Alkitab. Ayat yang paling penting untuk saya adalah,”Carilah maka kamu akan mendapatkan…” Saya berkata pada Tuhan jika Dia nyata, saya adalah seorang “pencari” dan saya ingin menemukan kebenaran. Maka saya terus belajar. Alkitab mengatakan bahwa “Yesuslah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.” Hal itu mengajarkan kita bahwa kita semua adalah “budak”—bukan hanya atas alkohol dan narkoba, namun juga dosa. Setiap kita telah berdosa kepada Tuhan dan berjalan dalam cara kita sendiri, menjauh dari Nya. Dengan berpusat pada diri sendiri, melakukan sesuatu dengan sikap sendiri, kehidupan kita telah kehilangan maksud Allah bagi kita. Seperti yang Alkitab katakan dalam kitab Roma 3:23 “Karena kita telah kehilangan kemuliaan Tuhan.” Saya tahu itu benar buat saya! Namun kabar baiknya adalah bahwa “Kebenaran itu akan memerdekakan kamu,” dan Yesus Kristus adalah Kebenaran! Maka saya menerima Dia seperti yang Alkitab ajarkan: sebagai Tuhan dan Juruslamat, karena Anak Tunggal Allah yang mati sebagai pembayaran atas dosa-dosa saya. Yesus adalah hadiah kebebassan, kuasa untuk hidup, dan Dia memberikan hidup yang kekal! Kamu dapat menerima Dia saat ini, seperti yang saya lakukan, dengan mengikuti doa ini dan membuatnya sebagai komitmen dalam hatimu. Berdoalah… “Tuhan yang terkasih, saya menginginkan kebebasan dari perbudakan dosa saya. Saya percaya Yesus adalah Kebenaran dan saya menerima Nya sekarang sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Saya minta kepada Mu untuk mengampuni dosa saya, karena Dia telah membayarnya untuk saya. Tolong berikanlah saya kuasa untuk hidup menyenangkan Mu. Terima kasih atas hadiah kehidupan baru dan kekal dalam Kristus! Dalam nama Yesus, Amin!” |