Saya terpuruk dan terbaring di punggung saya seperti orang yang kehilangan segalanya. Saya baru berusia 22 tahun

Saya lahir di Windhoek pada tanggal 12 September 1961. Saya mempunyai kakak perempuan berusia 3 tahun dan 3 tahun kemudian lahirlah adik perempuan yang lain. Saya adalah anak lelaki yang manja dan menikmati waktu seperti itu. Kemudian semuanya berubah kacau.

Ibu dan ayah saya bercerai waktu saya berusia 9 tahun dan kami harus tinggal bersama ibu kami sejak ayah mabuk-mabukan dan tidak dapat merawat kami.

Ibu sangat menderita untuk menyokong kami dan ia menikah dua tahun kemudian. Ayah baru saya berpikir adalah baik untuk mengirim saya ke Cape Town School Jan Van Riebeek untuk sebisa mungkin menjauhkan saya dari rumah. Saya pergi ke Pretoria untuk tinggal bersama anggota keluarga lain karena ibu saya bercerai untuk kedua kalinya. Dia didiagnosa menderita kanker selama pernikahannya yang kedua dan tetap berdoa untuk anak-anaknya sampai akhir hidupnya.

Maju dengan cepat ke usia 22 tahun.

Saya jatuh cinta dengan seorang gadis baik-baik namun ketidaksetiaan membuat kami berpisah. Saya patah hati dengan melakukan banyak hubungan gelap yang bodoh. Saya jatuh cinta lagi dengan Tina seorang gadis yang cantik (dia bercerai dengan 1 anak) dan menemukan setelah beberapa lama bahwa dia seorang yang tirani yang tidak dapat diserang. Dia menguasai seluruh aspek kehidupan saya dan saya merasa terjebak dan sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa. Dia menutup pintu untuk kehendak dan inspirasi saya. Dia sangat pencemburu dan membuat saya seperti hewan peliharaan. Saya tinggal di rumahnya (disubsidi oleh angkatan udara) dan tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Itu adalah kehidupan yang sangat terbelakang di luar kota Bloemfontein bernama Rodenbeck.

Bagaimana saya bertemu Tuhan 22 tahun yang lalu.

Pada suatu siang yang cerah seorang NG Kerk Ds Kritzinger dan seorang penatua datang ke rumah kami. Kami tidak pernah menduga bertemu dengan pendeta atau  sebuah dominee apa pun, namun dia memutuskan untuk muncul dan berhadapan dengan kami atas hubungan perzinahan kami. Dia berkata bahwa kami akan masuk neraka. Saya melihat dia merokok dan dengan lantang saya juga mengatakan bahwa dia juga akan masuk ke neraka. Itu adalah saat kemenangan mengingat saya hanya memiliki St8 dan harus melakukan St6 dua kali. Seorang lelaki dari dominee NG telah membuat hari saya, dan itu seperti mimpi yang jadi kenyataan. Dengan gembira saya melambaikan tangan padanya dan penatua pendiam itu dengan mengetahui bahwa saya menang. 3 hari kemudian biasa saja dengan acara Bloemfontein yang baru dimulai. Saya tidak pergi, namun Dina pergi sementara saya berpikir dia ada di tempat ibunya untuk mengunjungi anaknya. Dia tidak pulang ke rumah. Itu pertama kalinya terjadi.

Keesokan paginya dia muncul untuk bersiap-siap pergi kerja dan dengan segera saya dapat melihat sesuatu terjadi. Saya hancur. Dia menolak untuk menjawab pertanyaan saya. Pada sekitar jam 10 pagi, ada 2 orang dari angkatan udara datang ke rumah dan tanpa bahasa yang sopan menyuruh saya untuk keluar dari rumah segera. Saya tidak berdebat sama sekali dan meninggalkan barang saya yaitu R.1.50 dan tas angkatan darat penuh dengan baju. Saya kebingungan dan kaget berkeliling sekitar daerah itu dan menemukan tempat kosong tidak jauh dari rumahnya. Saya tahu tidak mungkin untuk kembali. Saya juga tidak punya keluarga untuk kembali. Malam itu saya menemukan rumah kosong dengan “stoep bercat merah” dan saya meletakkan baju tentara saya di atas stoep merah itu sebagai alas dan menutupi diri saya mengingat bau yang tidak asing dari baju itu.

Saya terpuruk dan terbaring di punggung saya seperti seseorang yang kehilangan segalanya. Saya baru berusia 22 tahun. Saya menatap bintang di langit dan berdoa sebuah doa yang sederhana. Bunyinya seperti,”Tolonglah asseblief, vergewe my sonde.” Saya tidak bisa mengungkapkan kata-kata lagi. Itu jika Tuhan mengetahui segalanya. Kemudian saya merasakan kehangatan menyelimuti saya ketika saya memandang bintang di langit dan saya tahu bahwa segalanya akan baik dalam 7 hari. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat saya gambarkan. Itulah yang saya tahu. Malam itu saya tertidur sangat nyenyak di sebuah kasur berukuran besar, sulit unuk dilukiskan.

Saya berkelana di tempat yang luas itu untuk mencari makan dan minum. Meskipun roh saya sangat bersemangat, rambut dan pakaian saya seperti baru saja keluar dari “Wasgoed Manjie.”

Malam kedua setelah berunding dengan seorang lelaki tua yang menawarkan saya tempat untuk tidur untuk semalam. Saya teringat dia berkata pada saya betapa dia sangat mencintai anjingnya yang mati ditabrak mobil. Saya yang membunuh anjingnya seminggu sebelumnya dan saya tidak dapat tahan untuk mengaku padanya. Hal itu mengerikan. Saya tidak dapat menjelaskan betapa buruknya perasaan saya. Lelaki tua itu lebih buruk lagi.

Pada siang hari ketiga itu saya tidak tahan lagi dan menelepon dinas kesejahteraan di Bloemfontein yang mengatakan pada saya bahwa mereka tidak melayani orang-orang seusia saya. Keesokan malam saya pergi lagi mencari pertolongan. Sekarang kamu menyadari betapa miskinnya maplotter. Akhirnya saya berada di rumah sekitar halaman gereja. Itu adalah rumah dominee yang saya usir keluar dari rumah saya beberapa hari yang lalu.

Ada wanita yang berdiri di pintu gerbang (Moira Kritzinger) dan ketika saya menghampiri dia berkata,”Martin, ada apa?” Saya tidak mengenal dia sama sekali dan ketika mendengar nama saya, saya hancur bercucuran air mata. Setelah itu dia membawa saya dan melihat di sini adalah Dominee Kritsinger dari gereja Rodenbeck Ng. Saya tidak pernah dibuat serendah hati itu.

Saya menanyakannya sebuah tempat untuk tinggal selama sekitar 4 hari hingga semuanya akan baik-baik saja. Dia memberikan saya tempat untuk tinggal di rumah seorang duda dan melalui dia saya mendapatkan pekerjaan di penjagalan. Kiewiet Wepener membutuhkan seorang pemblok yang masih baru dan saya mendapatkan pekerjaan itu. Saya juga mempunyai kamar untuk tinggal. Itu semua dalam 7 hari.

Hari pertama di tempat penjagalan itu tidak begitu baik. Semua bau dan hal- hal yang ada di situ membuat saya mual. Saya menyadari bahwa ada manager dan pemilik tempat penjagalan itu, dan saya berkata pada diri saya,”Ek kan dit ook word.” Kemudian saya mejadi kesayangan dari pemilik penjagalan itu di Kimberley sampai hari ini. Itu sepertinya Tuhan menempatkan saya di sebuah jalur, menyediakan saya dengan listrik dari langit dan segala sesuatu terjadi begitu saja.

Namun sedihnya saya meninggalkan Tuhan sampai Angus datang di Grassroots. Saya tuliskan tentang itu padamu. Pada hari itu saya berhenti menggunakan ganja dan rokok, sekarang saya orang Kristen 24 jam sehari 7 hari seminggu. Sekarang saya tidak berhenti mencari Tuhan!


HOME


PERTOBATAN