Selamat dari ketakutan akan kematian

Saya mengenal Tuhan selama 3 ½ tahun. Nama saya Heiko, umur saya 29 tahun dan datang dari kota kecil di Jerman. Sekarang, inilah kesaksian saya:

Saya tumbuh dalam keluarga yang selalu berkelahi. Orang tua saya selalu berdebat satu sama yang lainnya, dan suasana rumah sama sekali dingin. Saya ingat bahwa saya selalu ketakutan mendengar ayah dan ibu saling berteriak. Saya mempunyai sedikit kenangan mengenai semua itu, saya percaya saya membuang kenangan tersebut dari pikiran saya karena hal tersebut terlalu menyakitkan.

Tapi saya ingat pertanyaan pertama yang saya tanyakan pada ibu saya:”Ibu, apa yang akan terjadi jika saya meninggal?” Karena ibu saya bukan orang percaya dan atheis, dia kurang meyakinkan saya bahwa orang Kristen (yang banyak diyakini orang Jerman sementara terjebak dalam agama yang mati dan pergi ke neraka) hanya menjalani hidup sebagai persiapan menuju kekekalan dalam berbagai macam kehidupan setelahnya. Sebagaimana saya sudah katakan dia sangat tidak meyakinkan dengan mengkotbahkan apa yang tidak diyakininya, maka ketakutan yang sangat hebat muncul dalam diri saya dan menguasai hati saya: ketakutan akan kematian, suatu hari binasa begitu saja tanpa ada yang tersisa. Saya pikir jika saya meninggal dan saya masuk neraka dalam kesakitan kekal, itu masih lebih baik dari pada meninggal dan berakhir tidak berwujud.

Ketakutan ini makin menghantui saya. Ketika saya berbaring di ranjang pada malam hari dan berkeringat ketakutan ketika saya berpikir akan kematian, saya tidak dapat tidur, Saya menjalani masa remaja saya dengan alkohol, kemudian musik heavy metal dan okultisme, pornografi, bertukar-tukar pasangan dan kadang-kadang lebih dari satu pada saat yang sama. Saya coba mencari cara menutup kekosongan di hati saya dan mengusir ketakutan dan depresi pergi dari hati saya.

Semakin keras saya berusaha, makin dalam saya jatuh. Saya seorang pemusik berbakat dan bermain gitar dalam beberapa band, dan saya berusaha mengekspresikan apa yang terjadi pada saya dengan menulis lirik depresi tentang kematian dan harapan sesudah kehidupan, berusaha mencari jati diri. Hal ini membuat saya makin tergelincir kedalam okultisme, mencari harapan dalam agama Timur. Semua yang saya tahu tentang kekristenan hanya Gereja Katolik Roma. Saya bahkan percaya bahwa Yesus hidup dan merupakan Tuhan, tapi saya tidak tahu tentang ‘kekhususan’ Nya serta tidak tahu apapun tentang dilahirkan kembali maupun mengenal Yesus secara pribadi.

Karena itu ‘Kekristenan’ meninggalkan kekosongan pada saya dan saya berbalik total darinya. Musik saya menjadi alat untuk mempermudah berhubungan dengan wanita. Saya menginginkan pacar-pacar untuk mengisi kekosongan pada diri saya. Hal itu sama sekali tidak berhasil. Selama ini, di malam hari saya selalu menjerit diam-diam pada Tuhan untuk menunjukkan diri Nya supaya saya dapat mempunyai bukti atau tanda bawa saya tidak akan binasa jika saya meninggal.

Suatu hari semua mulai berubah. Saya pergi merayakan ulang tahun saya di kota terdekat, dan saya bertemu dengan mantan guru gitar saya, yang telah tidak bertemu selama 8 tahun. Dia telah menikah (hal yang mengherankan saya ketika terakhir bertemu dia adalah pecandu sex, obat dan rock n roll) dan mengatakan bahwa dia sekarang percaya pada Yesus dan bahwa Tuhan telah mengubah seluruh kehidupannya. Saya segera merasa bahwa ini adalah yang saya cari selama ini. Saya tahu bahwa dia tidak membicarakan suatu bentuk kepercayaan tertentu tetapi bahwa dia telah mengalami sesuatu dengan Tuhan yang sesungguhnya yang saya cari selama ini. Bulan berikutnya saya mengunjungi dia dan istrinya, selalu lapar mendengar tentang Yesus. Saya sudah merasa nyaman karena sekarang saya tahu bahwa Tuhan ada dan bahwa ada Tuhan penuh kasih, yang walaupun saya tidak mengenal Nya secara pribadi dan tak tergantikan. Saya merasa sangat nyaman sehingga saya bahkan mulai menginjil sebelum dilahirkan kembali.

Kemudian dua hal yang meruntuhkan pertahanan saya terjadi, pertama kelompok band saya mengusir saya, kedua pacar saya meninggalkan saya. Saya hancur. Saya menemui mantan guru gitar saya, dan menceritakan semua kesedihan saya dan dia menjawab. “Saya tidak dapat menolong kamu.” Itu merupakan pukulan telak. Tapi kemudian dia memulai “Tapi Yesus dapat. Bolehkah saya berdoa bersamamu?” Saya setuju, kemudian dia dan istrinya mulai berdoa bersama saya. Pada saat bersamaan, suatu kehadiran yang belum pernah saya rasakan memasuki ruangan itu. Saya tahu itu adalah Tuhan. Inilah yang selalu saya cari. Roh Kudus membawa ketakutan dan kedukaan saya kepermukaan, dan saya mulai menangis seperti bayi. Mereka dengan mudahnya membimbing saya masuk kedalam “doa untuk orang berdosa”, dan saya memberikan hidup saya kepada Tuhan. Pada saat yang sama, ketakutan akan kematian menghilang dan tidak pernah kembali lagi. Kekosongan jiwa saya memberi tempat pada kedamaian yang dalam. Saya duduk di lantai sebentar dan merasa dicintai dan diberkati oleh Yesus. Sesudah saya berdiri lagi, saya melihat cermin dan berpikir:’Ini bukan kamu, ini bukan kamu lagi. Saya merasa seperti bayi kecil, murni dan baru.’ Saya tidak pernah mendengar pelajaran tentang kelahiran kembali sebelumnya. Saya begitu saja merasakannya.

Mulai dari hal itu, Tuhan mulai membangun kembali kehidupan saya. Suatu hari ketika saya sedang berdoa (hanya beberapa hari sesudah penggantian saya), saya mulai berbicara bahasa lidah. Saya tidak tahu apa yang terjadi, jadi saya ketakutan dan berhenti. Saya bertanya pada orang tua rohani saya tentang hal tersebut, dan mereka menganjurkan saya untuk melatihnya. Waktu berikutnya saya berdoa hampir sejam dalam bahasa lidah. Saya sangat bersyukur untuk karunia ini.

Dalam 3 tahun terakhir, Yesus telah merubah hidup saya sepenuhnya. Dia membebaskan saya dari minum, kemudian Dia menolong saya untuk menyingkirkan hal-hal okultisme dan mematahkan kutuk-kutuk dalam hidup saya, saya sudah menerima penyembuhan fisik sedikitnya 3 kali saya langsung mengingatnya dan Dia memberi saya istri yang luar biasa (yang memberi hidupnya pada Yesus pada hari pertama kami bertemu),dan sekarang saya telah menikah selama 2 tahun dan semua makin membaik! Dari pada memuja setan dalam musik heavy metal, saya bermain gitar dan bernyanyi dalam kelompok penyembahan di gereja kami. Kekuatan salib masih bekerja memberikan tanda dan keajaiban dan merubah orang!

Meskipun masih banyak pertempuran di depan (misalnya kerabat saya masih belum diselamatkan) saya sekarang tahu hal yang terpenting: Saya tidak akan binasa tapi akan menikmati kekekalan dalam hadirat Tuhan, dengan keluarga yang paling indah (bernama saudara dan saudari dalam Kristus!) yang tidak pernah saya bayangkan. Tuhan telah mendengar tangisan saya di ranjang. ‘Dan Bapamu, yang melihat yang tersembunyi, akan menghargai mu secara terbuka. ‘Halleluya!”

Saya harap kesaksian ini akan membantu membebaskan orang-orang yang terbelenggu oleh ketakutan akan kematian. Kamu tidak perlu bersujud pada setan. Kamu dapat bebas hari ini. Yesus dapat membebaskanmu Dia membayar semuanya untuk dosamu di kayu salib. Kamu tidak dapat membayangkan betapa besar kedamaian yang datang dari pewahyuan akan pengampunan dosa dan kebangkitan dan hidup kekal yang Yesus berikan kepadamu. Kembalilah pada Nya. Percaya pada Nya, dan rengkuhlah salib.

Dia tidak akan mengusirmu. Dia mencintaimu dan Dia sanggup dan akan merubahmu. Siapapun anda, anda perlu perubahan !.

Diberkatilah dalam nama Yesus, yang mencintai mu dan memberikan hidup Nya untuk mu!!!

Heiko Poth

HOME

PERTOBATAN