|
Semua yang saya inginkan kecuali damai Suatu larut malam di bulan Desember 1997, ketika saya bersiap untuk tidur, saya mulai berpikir bahwa ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya. Saya memiliki semua yang saya inginkan—keluarga, kesehatan, rumah, teman, pendidikan dan pekerjaan yang bagus, bisnis kecil, bahkan investasi, dan lain lain—kecuali damai. Saya merasa kosong. Saya berdoa untuk sebuah hubungan yang diperbarui dengan Tuhan, bahkan lebih baik lagi dari pada 10 tahun yang lalu, sebelum saya menjadi terobsesi untuk membuat mimpi saya jadi kenyataan. Tuhan tidak membuang-buang waktu dan mulai menjawab doa itu dengan cara yang membuat saya hancur dalam setiap segi kehidupan saya dan banyak berlutut dihadapan Nya. “Bebas dari kecanduan narkoba tanpa rehabilitasi” Dalam waktu beberapa hari setelah malam itu, saya bertemu kedua kakak ini dalam usia mereka yang 30 tahun dan yang saya kenal sebagai pengguna narkoba sejak usia remaja mereka, keluar masuk rehabilitasi dan bahkan terakhir ini dipenjara. Mereka datang untuk menjemput kakak ipar saya untuk bergabung dalam gereja baru mereka. Saya terkejut melihat mereka terlihat sehat, penuh damai dan sungguh masuk akal ketika saya berbicara dengan mereka. Mereka telah bebas dari kecanduan narkoba tanpa rehabilitasi dan terlibat aktif di gereja. “Tuhan, jika ini adalah jahat, selamatkan saya.” Semuanya terlalu indah untuk menjadi nyata. Mereka terlalu gembira melihat saya bergabung dengan mereka. Kebanyakan dari mereka tidur di lantai sementara mereka memaksa saya untuk tidur di kasur dalam kamar. Mereka juga memiliki banyak makanan enak dan mereka menolak membantu pengeluaran mereka. Bagi saya sebetulnya saya mengamati atas rasa keingintahuan saya dan hal itu terlalu kentara bahwa beberapa dari mereka menceritakan pada saya tentang kisah pribadi mereka untuk meyakinkan saya—seorang pensiunan angkatan bersenjata di sembuhkan dari kanker, 2 orang suami dibebaskan dari narkoba dan alkohol, pernikahan yang dipulihkan. Saya berdoa pada Tuhan,”Tuhan jika ini adalah jahat, selamatkan saya. Engkau lebih besar dari pada segala yang ada. Tapi jika ini adalah jawaban atas doa saya, tolong saya untuk mengatasi kekalutan saya. Saya ingin Engkau yang meyakinkan saya, bukan mereka. Berbicaralah pada saya, saya tidak ingin kehilangan Engkau.” “Jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu.” Saya tidak tahu di mana untuk mendapatkan jawaban, belum pernah membaca Alkitab sebelumnya. Pada hari yang sama itu, saya percaya Tuhan menuntun saya pada ayat-ayat ini Yesaya 44:9-20, Yesaya 46:5-7, Keluaran 20:3-6, Kisah Para Rasul 17:24-25 dan beberapa hari kemudian memimpin saya pada ayat-ayat yang lain. Semuanya mengenai keberhalaan dan gambar keagamaan.Yang paling menyudutkan saya adalah Keluaran 20:3-6 dan ini adalah “Jangan ada padamu Allah lain di hadapanKu.” Satu-satunya perintah dari 10 Perintah Allah dengan disertai penghukuman yang berakibat sampai kepada 4 keturunan. Untuk beberapa minggu, saya tidak pergi ke gereja namun menghancurkan semua gambar keagamaan di rumah saya dan hanya berdoa pada Ketiga Yang Kudus dalam Roh dan kebenaran seperti dalam Yohanes 4:24. Kemudian salah seorang teman terdekat saya di kantor yang saya ketahui sebagai orang Kristen mengundang saya datang ke gerejanya. Saya takut sampai saya berjalan masuk ke gereja dan merasakan damai dan begitu juga di rumah. Pengalaman yang mengikuti di luar kekuasaan saya. “Mengapa saya?” Selama lebih dari 3 tahun, saya kehilangan semua yang saya punya—didiagnosa dengan masalah hati dan tumor payudara, kehilangan keluarga saya, bisnis ditutup, kebanyakan teman tidak berminat lagi, menjual rumah, investasi hancur, ayah saya meninggal, kecelakaan dan kunjungan ruang gawat darurat dan akhirnya pindah kerja yang baru dan tempat yang baru dimana saya tidak mengenal seorang pun. Sebelumnya, saya banyak bertanya, “Mengapa saya ?” Tapi sekarang saya dapat berkata hal itu berubah menjadi saat terbaik dalam hidup saya. Saya telah mengalami banyak waktu tentang belas kasihan Tuhan, kebaikan dan kasih yang tidak pernah gagal. Sekarang di tengah-tengah dan melalui segala pencobaan, saya sudah mengalami damai sejahtera Tuhan dan Tuhan sedang memulihkan bahkan lebih dari kehilangan saya. Itu dimulai ketika saya meminta Yesus masuk kedalam hidup saya dan menjadikan saya pibadi yang Tuhan inginkan. “5 C yang mematikan” Saya masih merasa malu dan tidak nyaman ketika Tuhan membuat saya berhati-hati akan dosa, kelemahan, dan ketidak sempurnaan saya. Namun Tuhan adalah setia untuk meneguhkan, mengampuni dan menghapus rasa bersalah dan ketidak benaran saya. Dia masih terus mengubahkan saya dari 5 C yang mematikan—Criticizing (kritikan), complaining (keluhan), condemning (celaan), controlling (penguasaan), comparing (pembanding), kepada 5 P-Nya—praying (berdoa), providing (penyediaan), praising (pujian), being patient (bersabar), being present (hadir) untuk orang lain. Dia juga mengubah saya dari usaha diri sendiri, mempromosikan diri sendiri dan ambisi diri pada kerendahan hati, kehidupan yang berpusat pada Tuhan, lebih banyak mendengar dari pada berbicara, menemukan hal yang baik di orang lain dan dalam setiap keadaan. Sekarang saya menjaga pikiran saya dengan pertolongan Tuhan dengan memilih apa yang saya ijinkan masuk ke dalam pikiran saya—pertunjukan di tv, acara radio, media cetak, keadaan, tempat. Jika hal-hal itu mengambil damai dan fokus saya pada Tuhan, saya menghindarinya. Saya juga mengetahui bahwa semua orang yang berdosa selama masa Yesus, hanya orang Farisi yang Dia tegur. Sikap yang merasa diri lebih benar dan lebih baik dari orang lain karena saya menuruti hukum, tidak menyerahkan kepercayaan lama saya dan tidak menaruh iman saya pada Yesus adalah hal yang terburuk dari pada pemungut cukai yang tidak jujur, orang Samaria yang berzinah, pencuri yang mati di salib di samping Yesus. Saya juga belajar bahwa mengasihi Tuhan dengan seluruh pikiran saya berarti saya perlu untuk menyerahkan semua yang saya pelajari dan percayai sejak masa kanak-kanak yang tidak sesuai dengan Alkitab. Ya, termasuk semua yang saya pelajari dari keluarga saya, sekolah, buku dan orang-orang yang mempengaruhi pemikiran saya seluruh hidup saya. Saya juga tetap berpaut pada Tuhan. Saya mengakui dosa setiap hari sesegera mungkin setelah melakukan dosa. Sekarang saya adalah ciptaan baru dan bukan hamba dosa. Hal itu tidak terjadi semalaman namun saya menjadi lebih sabar dan penuh damai dari sebelumnya. “Mengapa mereka terus membaca Alkitab..membosankan.” Sebelumnya, saya sering bingung,”Mengapa mereka terus membaca Alkitab? Untuk satu hal, tidak ada gambarnya dan terlihat membosankan. ” Dan Tuhan menolong saya untuk mengatasi hal itu juga. Tuhan telah menjawab banyak pertanyaan saya dan masih menjawabnya. Ketika saya mendapatkan 4-5 pesan pada hal yang sama dari sumber yang berbeda dalam satu minggu, hal itu bukan kebetulan. Tuhan ingin menunjukan saya kebenaran Nya dan menyatakan diri Nya lebih dari pada kerinduan saya untuk mencari Nya. Kasih Tuhan pada saya tanpa syarat atau pesanan. Dia menanti dengan sabar untuk saya kembali pada Nya. Tidak peduli apa yang telah saya lakukan atau tidak saya lakukan atau saya menjadi apa dengan berada jauh dari Nya, Dia tetap menginginkan saya kembali. |